“Saya merupakan penyandang diabetes tipe 1. Saya gabung dengan Komunitas Sobat Diabetes sejak tahun 2017. Alasan saya bergabung karena saya perlu dukungan dari teman-teman dan agar teman-teman juga jangan sampai seperti saya yaitu menjadi penyandang diabetes,” tutur Kak Ozi. “Di dalam keluarga saya ada yang meninggal karena diabetes. Terlambat diketahui dan akhirnya sudah komplikasi jantung, paru-paru, asma, dan lainnya. Sebagai anak milenial, saya juga ikut bergabung dalam Komunitas Sobat Diabetes dengan tujuan mencegah diri sendiri agar tidak terkena diabetes dan juga melindungi keluarga dari diabetes,” ujar Kak Icha. “Ayah saya kini sudah 15 tahun menyandang diabetes, harus minum obat terus menerus dan rutin berolahraga. Tidak boleh merokok sama sekali karena pengaruhnya sangat besar untuk diabetes,” tambah Kak Icha.

Begitulah, Kids. Diabetes atau penyakit gula darah yang tinggi, merupakan silent killer (pembunuh diam-diam) nomor 4 di Indonesia. Berdasarkan data, sebanyak 70% lebih penyandang diabetes, tidak menyadari bahwa dirinya terkena diabetes. Oleh karena itu, pemeriksaan secara dini sangat diperlukan. Dan jika sudah terkena, dukungan dari keluarga sangatlah diperlukan untuk menanganinya.

“Penting untuk setiap orang melakukan pencegahan dan promosi terhadap yang belum terkena diabetes. Hindari kegemukan (obesitas), rajin olahraga, periksa kesehatan secara teratur, gaya serta pola hidup sehat, dan jangan stres karena di Jakarta ini penyandang diabetes paling tinggi dari kota-kota lainnya yaitu mencapai 11 persen,” terang Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Depok.

Oh iya, Kids, dalam rangka memperingati Hari Diabetes Dunia dan Bulan Kesadaran Diabetes Dunia, Merck Sharp Dohme (MSD) Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan MRT Jakarta, bersama-sama melaksanakan kampanye #LindungiKeluargadari Diabetes. Kampanye tersebut sejalan dengan tema besar kampanye Hari Diabetes Dunia 2019 yang diusung oleh International Diabetes Federation (IDF), Protect Your Family dengan fokus utama deteksi diabetes, cegah diabetes tipe 2, dan penanganan diabetes anggota keluarga dengan diabetes.

“MSD berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran terhadap diabetes. Dengan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam hal deteksi, pencegahan, dan penanganan diabetes,” ujar Medical Affairs Director MSD Indonesia, dr. Suria Nataatmadja.

Riskesdas 2018 menunjukan 33,5% masyarakat Indonesia usia > 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik, dengan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8%.

“Data terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukan angka prevalensi nasional diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada usia >15 tahun adalah 2% dan angka prevalensi di Provinsi DKI Jakarta adalah 3,4%. Riskesdas 2018 juga menunjukan 33,5% masyarakat Indonesia usia > 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik, dengan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8%,” ungkap dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang akrab disapa dr. Lis.

Rangkaian kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes dilaksanakan melalui talk show dan pendekatan langsung berbasis komunitas untuk membagikan tips dan informasi terkini seputar Diabetes Tipe 2. Berbagai komunitas yang ikut serta dalam kampanye ini antara lain komunitas olahraga, komunitas blogger, komunitas peduli terhadap diabetes, komunitas memasak sehat, dan MRT Jakarta.

“MRT Jakarta menyambut baik dan mendukung inisiatif dari kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. Ini sejalan dengan upaya kami untuk mengajak masyarakat pengguna MRT Jakarta untuk lebih memilih menggunakan tangga daripada lift yang memang hanya diperuntukan bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, lansia, dan disabilitas,” ucap Bapak Muhammad Kamaluddin, Corporate Secretary PT MRT Jakarta.

Dalam riset yang dilakukan oleh Hiroto Honda pada tahun 2016 mengenai naik turun tangga sebagai metode yang nyaman untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menunjukan bahwa aktivitas naik/turun tangga selama 3 menit dari 60-12 menit setelah makan dapat membantu penurunan respons glukosa darah postprandial pada penyandang diabetes tipe 2.

Foto: Novi

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *