Tahukah, Kids? Anak-anak, terutama bayi dan balita, lebih rentan mengalami dehidrasi (kurang asupan air) dibanding orang dewasa. Penyebab umum terjadinya diare pada anak-anak karena adanya infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan muntah ataupun diare (buang-buang air).

Dehidrasi merupakan kurangnya asupan air/cairan yang berlebihan dan menyebabkan berkurangnya “total body water” (total jumlah cairan dalam tubuh) sehingga bisa mengganggu performa fisik kognitif, konstipasi (sembelit/susah buang air besar), gangguan pada fungsi ginjal, menyebabkan sinkop dan hipotensi ortostatik, pencetus terjadinya sakit kepala dan migrain, serta kelenturan kulit akan menurun dan kulit menjadi kering.

Untuk itulah pada Jumat, 12 Juni 2020 lalu, PT Johnson & Johnson Indonesia kembali mengedukasi para orangtua Indonesia melalui salah satu produk unggulannya, JOHNSON’S® dengan menyelenggarakan sesi ke-empat dari JOHNSON’S® Parent Club Expert Class. Sesi kali ini menghadirkan pakar kesehatan, Dr.dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) dan Ibu Rahma Umayya yang memandu sesi diskusi bertema “Bahaya Dehidrasi Pada si Kecil dan Penanganannya”.

Air atau cairan memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Pada tubuh manusia, air atau cairan memiliki berbagai fungsi yang membantu agar organ-organ dapat bekerja dengan baik. Beberapa fungsi utama dari air atau cairan pada tubuh manusia yaitu membantu untuk membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel pada tubuh manusia; air juga dibutuhkan untuk proses pernapasan; mengatur suhu tubuh; membantu proses ekskresi melalui keringat, urin, dan feses; serta membantu fungsi dan perkembangan otak.

Kandungan air pada tubuh manusia di setiap rentang usia berbeda-beda. Manusia dewasa mengandung sekitar 60% cairan dari keseluruhan berat badannya, sementara 75% dari keseluruhan berat badan bayi adalah air, dan 65% dari berat badan anak adalah air. Begitu juga kebutuhan setiap orang akan air atau cairan juga berbeda-beda, tergantung pada usia dan aktivitasnya. Anak yang berada pada rentang usia 2-3 tahun membutuhkan sebanyak 1,3 liter cairan perharinya, sementara pada usia 4-8 tahun membutuhkan 1,4-1,6 liter cairan perharinya.

Ibu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnsons & Johnson mengatakan, Selama masa pandemi COVID-19, kami ingin semua tetap produktif dan mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi mereka. Maka dari itu, sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global yang berfokus kepada kesehatan ibu dan anak, kami akan terus melakukan berbagai inisiatif yang dapat mengedukasi. Pada sesi kali ini, kami ingin mengingatkan kembali orangtua Indonesia bahwa penting untuk memperhatikan asupan cairan sehingga anak tetap terhidrasi.”

Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan menjelaskan, ”Dehidrasi terdiri atas dehidrasi derajat ringan-sedang dan dehidrasi berat. Keduanya memiliki gejala dan tanda yang berbeda sesuai derajat dehidrasinya. Gejala dehidrasi yang dapat dilihat oleh orangtua di rumah antara lain ubun-ubun cekung pada bayi, buang air kecil sedikit dan pekat atau tidak ada sama sekali, air mata tidak keluar, dan tampak kehausan.”

Selain kehilangan air/cairan, dehidrasi juga menyebabkan seseorang kehilangan elektrolit (Na,K,Cl). Dan dehidrasi menyebabkan tubuh paling sering kehilangan natrium dan kalium yang berfungsi untuk membantu fungsi otot dan saraf, menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh manusia, menjaga pertumbuhan tubuh yang normal, dan mengontrol keseimbangan asam-basa tubuh maupun menjaga kesehatan jantung.

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada anak, maka harus lebih diperhatikan lagi asupan air/cairan pada anak. Minum dan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu cara untuk menjaga anak agar tetap terhidrasi. Selain saat cuaca panas dan sedang beraktivitas ataupun bermain, air putih sendiri dapat diberikan secara rutin kepada anak pada pagi hari untuk membantu mengaktifkan organ dalam; 30 – 60 menit sebelum makan untuk membantu proses pencernaan; sebelum mandi untuk menurunkan tekanan darah; dan sebelum tidur.

Melihat kebutuhan akan minuman berasa yang dapat membantu menjaga anak agar tetap terhidrasi, PT Johnson & Johnson juga berinovasi melalui salah satu produknya, Vivity R-Hidrate. Vivity R-Hidrate sendiri tersedia dalam kemasan yang praktis dengan perlindungan enam lapis pada kemasan kotaknya serta memiliki rasa enak, terdiri dari apel dan jeruk yang dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan, baik anak-anak, maupun orang dewasa. Dengan mengonsumsi Vivity R-Hidrate, maka dapat membantu tubuh untuk menyerap air lebih maksimal.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *