Tahukah kamu 7 dari 10 masyarakat Indonesia menderita gigi berlubang? Hal itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Jangan anggap sepele gigi berlubang, ya. Ternyata, studi menyebutkan bahwa orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah, berisiko terkena penyakit jantung hingga 3 kali lebih tinggi. Duh!

Untuk itulah, PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Pepsodent kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) untuk menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021. Meyakini gigi yang kuat akan berujung pada hidup yang lebih sehat, melalui BKGN 2021, Pepsodent mengawali kampanye “Yuk #SikatGigiSekarang untuk #SenyumIndonesia” yang menginspirasi dan mengedukasi masyarakat untuk segera membebaskan diri dari gigi berlubang.

Permasalahan gigi dan mulut juga menjadi perhatian pihak Pemerintah. Dalam sambutannya, Bapak Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyatakan, “Pandemi COVID-19 berdampak pada menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut oleh masyarakat. Hal ini tentunya dapat menjadi tantangan bagi kita dalam mewujudkan Indonesia bebas karies tahun 2030. Di tengah belum meratanya SDM kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, saya ucapkan terima kasih kepada Unilever Indonesia bersama Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara (BKGN) ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua, baik untuk tenaga kesehatan gigi dan mulut maupun masyarakat Indonesia. Saya berharap tetap terapkan prokes dan 5M.”

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation menuturkan, “Inisiatif ini sudah kita lakukan secara nasional sejak 2010. Sebagai brand perawatan kesehatan gigi dan mulut yang telah hadir lebih dari 75 tahun di Indonesia, Pepsodent terus mewujudkan tujuan mulia/purpose-nya untuk mendukung edukasi dan perawatan gigi karena permasalahan gigi dan mulut masih menjadi salah satu isu kesehatan utama yang dialami setengah populasi dunia dari berbagai lapisan usia, termasuk di Indonesia, dimana 7 dari 10 masyarakat Indonesia menderita gigi berlubang. Purpose ini sejalan dengan tema BKGN 2021 yaitu ‘Gigi Kuat, Hidup Sehat untuk #SenyumIndonesia’.”

“Tantangan permasalahan gigi dan mulut bahkan makin terasa ketika pandemi. Survei global Pepsodent menunjukkan bahwa 30% responden di Indonesia mengaku pernah melewati sehari penuh tanpa menyikat gigi, umumnya disebabkan rasa malas (46%), yang salah satunya karena berkurangnya interaksi tatap muka. Akibatnya, permasalahan gigi dan mulut kian meningkat, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25% responden Indonesia,” sambung drg. Mirah.

Berpengaruh Terhadap Kesehatan Jantung

Perawatan gigi dan mulut juga perlu diperhatikan agar terhindar dari permasalahan kesehatan yang lebih serius, termasuk kesehatan jantung. Studi menyebutkan bahwa orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah berisiko terkena penyakit jantung hingga 3 kali lebih tinggi.

dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K) FIHA, FAsCC, pakar kardiologi dari RSJPD Harapan Kita/Heartology CV Center Brawijaya Hospital Saharjo menerangkan, “Gangguan pada jantung yang seringkali berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut adalah endokarditis, terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada katup jantung dan menyebabkan kebocoran. Kumpulan kuman yang menempel pada jaringan yang luka akan meningkatkan risiko infeksi lanjut dan stroke sehingga diperlukan penanganan segera dan operasi katup, bahkan penggantian katup jantung. Kuman salah satunya dapat berasal dari kondisi kesehatan gigi yang buruk seperti gigi berlubang parah. Jadi, endokarditis sangat bisa dicegah, termasuk dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan gigi.”

“Jika kuman menempel di lapisan jantung yang rentan, perlahan-lahan berkembang dan merusak jaringan di sekitarnya sehingga merusak jantung. Bagaimana cara mendeteksinya? Terjadi demam yang berlangsung lama, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan namun demam tidak terlalu tinggi. Ciri lainnya, sesak, badan lemas tanpa sebab yang jelas,” tambah dr. Ario.

Melihat fakta di atas, edukasi konsisten masih sangat dibutuhkan. Layanan kesehatan gigi dan mulut berbasis digital merupakan alternatif tepat untuk menjangkau masyarakat luas. Untuk itu, BKGN 2021 kembali mengoptimalkan layanan teledentistry nasional “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” melalui official WhatsApp Tanya Pepsodent di 0878-8876-8880 selama November 2021 hingga Desember 2021, melibatkan dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 50 PDGI cabang.

Hingga saat ini, BKGN telah memberi manfaat kepada lebih dari 500 ribu masyarakat Indonesia, melibatkan 135 PDGI Cabang dan 26 Fakultas Kedokteran Gigi, dan lebih dari 17.000 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi.

Dilengkapi Fitur Video Call

Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM, Ketua Umum Pengurus Besar PDGI mengatakan, “Layanan teledentistry nasional di BKGN 2021 kini dilengkapi dengan fitur video call sehingga masyarakat dapat berkonsultasi secara aman, nyaman, dan akurat. Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan ragu berkunjung ke dokter gigi karena Kemenkes RI bersama PDGI telah menerapkan petunjuk teknis ‘Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru’ secara merata.”

“Mari bersama-sama kita tingkatkan upaya mau peduli terhadap kesehatan gigi sendiri. Mengedukasi terus masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena gangguan kesehatan gigi dan mulut pada akhirnya akan mengganggu sistem pencernaan secara keseluruhan.  Mulut merupakan pintu gerbang masuknya makanan minuman, udara dari luar lewat bernapas, jika ada kuman yang menempel pada gigi terfermentasi selama 24 jam maka akan terjadi perusakan gigi hingga masuk ke vulva gigi, terjadi peradangan pada pembuluh darah vulva dimana mikroorganisme masuk ke dalam sirkulasi darah. Secara sistemik aliran darah mengalir ke otak, jantung, ginjal, kulit, dan lain-lain, sangat berbahaya. Oleh karena itu kalau gigi berlubang harus segera ke dokter gigi,” tandas drg. Seno.

drg. R. Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp. Pros, Ketua AFDOKGI menambahkan bahwa sakit gigi akan sangat mengganggu hingga tidak bisa beraktivitas. “Sering tidak disadari bahwa penyebabnya adalah perilaku kebiasaan buruk dan masih banyak yang menganggap sepele dengan gigi berlubang. Akibatnya jadi bertambah parah,” kata drg. Rahardyan.

Ada 6 tips dari drg. Rahardyan untuk mencegah gigi berlubang:

  1. Rajin sikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel
  2. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena lebih efektif membantu memperkuat dan melapisi permukaan gigi serta membantu mineralisasi permukaan gigi
  3. Pilih sikat gigi yang tepat, berbulu lembut dan memiliki bentuk kepala sikat pas dengan rongga mulut
  4. Kurangi makanan manis atau berkumur setelahnya
  5. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi karena dengan sikat saja tidak bisa menjangkau sela-sela gigi,  bersihkan gigi dengan benar sehingga menghilangkan plak dan bakteri
  6. Rutin periksa ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk mendeteksi ada tidaknya lubang pada gigi ataupun konsultasi keluhan gigi lain seperti membersihkan karang gigi, merapikan gigi, dan lain sebagainya.

“Kami juga sangat menantikan rangkaian webinar ilmiah yang juga digelar di BKGN 2021. Menghadirkan sederetan pakar di bidang kedokteran gigi dari dalam maupun luar negeri, kesempatan ini bermanfaat bagi para mahasiswa untuk terus mengembangkan keilmuan dan wawasan mereka. Saya percaya BKGN dapat membantu menelurkan tenaga profesional yang berkualitas, meski di tengah berbagai keterbatasan selama pandemi,” ujar drg. Rahardyan antusias.

Pelaksanaan BKGN 2021 menjadi awal dari kampanye terbaru Pepsodent: Yuk #SikatGigiSekarang untuk #SenyumIndonesia, yang diwujudkan lewat tiga pilar IDE, yaitu Inovasi produk, Dukungan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta Edukasi secara berkelanjutan.

Dikatakan drg. Mirah, di tahun 2020, total 7.000 orang yang berkonsultasi selama BKGN 2020 lewat layanan teledentistry nasional “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” dan sebanyak 35% pasien berkonsultasi mengenai gigi berlubang– angka ini merupakan yang terbanyak dari keluhan lainnya.

“Percaya bahwa setiap senyuman begitu berarti, Pepsodent mengajak masyarakat memulai gerakan ‘Yuk #SikatGigiSekarang untuk #SenyumIndonesia’ melalui platform digital. Mari berpartisipasi dan manfaatkan seluruh layanan serta edukasi persembahan BKGN 2021, semoga acara ini dapat mendorong semangat untuk wujudkan senyum Indonesia dengan gigi yang lebih kuat, dan tubuh yang lebih sehat,” tutup drg. Mirah.

Foto: Ist, Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *