Tiap kali ada orang yang berurusan dengan hukum, pasti akan didampingi oleh seorang pengacara atau advokat. Ehmm.. Tugas seorang pengacara apa, ya?

Bila kamu pintar dalam menyelidiki sebuah kasus dan membela teman yang terkena masalah, mungkin kamu berbakat menjadi seorang pengacara, Kids. Pengacara bertugas untuk mendampingi klien (orang yang menyewa/membayarnya) saat berurusan dengan hukum.

Pendamping Hukum

Pengacara ini memberikan nasehat hukum kepada klien. Nasehatnya berupa apa pun yang sebaiknya diambil oleh klien. Jadi, misalnya ada seseorang yang dituntut mencuri uang oleh orang lain. Padahal, orang itu tidak mencurinya. Nah, kita sebagai pengacara harus mendampingi orang tersebut dengan mencari bukti-bukti yang mampu membuktikan bahwa ia tidak mencuri. Dengan begitu, ia bisa terbebas dari tuntutan, Kids.

Sumpah Advokat

Untuk menjadi seorang pengacara atau kuasa hukum/penasehat hukum, kamu harus mengambil kuliah jurusan hukum. Setelah mendapatkan gelar sarjana hukum, kamu diwajibkan untuk mengikuti pendidikan khusus profesi advokat. Di akhir pendidikan, kamu wajib mengikuti ujian. Setelah ujian, kamu harus magang (kerja praktik) di kantor advokat selama 2 tahun. Terakhir, barulah kamu diangkat dengan membaca sumpah advokat. Kamu pun sudah boleh menjadi pengacara atau membuka kantor pengacara sendiri.

Oh iya, untuk menjadi pengacara handal, kamu harus bisa menegakkan keadilan. Caranya, dengan menjelaskan segala macam yang menjadi hak orang yang kamu tangani di pengadilan. Dengan begitu, kamu bisa menang di pengadilan dan menjadi pengacara sukses.

(Redaksi JFK, Ilustrasi: Agung)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *