Hari Senin biasanya adalah hari yang membuat anak-anak malas karena mereka harus bersiap-siap pergi ke sekolah setelah libur. Dulu Mira juga merasakan hal yang sama seperti anak-anak itu, tapi sekarang tidak lagi. Andaikan bisa, Mira ingin kembali ke saat dimana hari Senin membuatnya pergi ke sekolah terburu-buru.

“Gara-gara pandemi, aku dan teman-teman tidak bisa pergi ke sekolah lagi. Aku sangat merindukan sekolah!” keluh Mira. Tapi sebetulnya yang paling dirindukan Mira adalah perpustakaan sekolahnya. Sebelum sekolah Mira ditutup karena pandemi, ada buku-buku baru yang datang. “Aku tidak bisa membaca buku-buku itu!” gerutu Mira kesal. Berada di rumah terus menerus, membuat Mira bosan. Dia ingin membaca buku yang menarik.

Keesokan harinya, ada kehebohan di rumah Mira. Rupanya, salah satu tembok di gudang Mira runtuh! Untung saja tidak ada orang di gudang. Mira segera melihat keadaan gudang. “Non, hati-hati, ya!” seru mbok Yun, asisten rumah tangga Mira. “Iya, Mbok!” seru Mira.

Perlahan Mira masuk ke dalam gudang. “Astaga! Rupanya ada rongga kosong di dalam dinding yang rubuh ini,” bisik Mira. Tak jauh dari runtuhan dinding, Mira menemukan sebuah buku. Buku itu aneh sekali. Tulisan di sampulnya tidak bisa dibaca dan halaman buku itu juga penuh dengan tulisan aneh. Mira tahu tentang bahasa asing dan penulisannya, dan tulisan di buku aneh itu tidak pernah dilihat Mira.

“Buku apa ini?” gumam Mira bingung. Mira lalu memfoto buku itu dengan gadget-nya, dan meng-upload foto itu di akun media sosial miliknya. Mira bertanya pada teman-temannya di media sosial.

Sehari kemudian, Mira melihat komentar teman-teman media sosialnya. Ada satu jawaban yang menarik perhatian Mira. “Coba baca buku itu dengan cermin,” kata Mira membaca jawaban seorang teman media sosialnya.

Mira membuka buku aneh itu dan berdiri di depan cermin. “Semua tulisan di buku ini terbaca!” seru Mira senang. Sampul buku itu yang tidak bisa dibaca Mira tadinya kini terbaca di cermin, tulisannya ‘Buku Kebahagiaan’.

Tapi, ketika Mira membuka dan membaca halaman-halaman buku itu, dia bingung. Semua halaman buku itu hanya bertuliskan satu kalimat, dan kalimat itu sama sekali bukan kebahagiaan.

Kalimat di halaman pertama adalah ‘Kehilangan uang’. Lalu halaman kedua ‘Mendapat luka gores’. Dan halaman ketika adalah ‘Kehilangan barang berharga’. “Dasar buku aneh!” Mira berseru kesal dan ketakutan. Dia meletakkan buku itu di tumpukan kain bekas yang akan dibuang nantinya.

Tapi seminggu kemudian sesuatu terjadi pada Mira. Ketika membereskan lemari pakaiannya dia menemukan uang, jumlahnya cukup banyak. Lalu ada kejadian aneh lagi. Tiga minggu yang lalu Mira mendapat luka di lututnya. Mira terkejut ketika mengganti plester lukanya. ”Lukaku sudah sembuh!” serunya senang. Dan kejadian yang ketiga membuat Mira bahagia juga. Dia menemukan buku kesayangannya yang  dia kira hilang dulu.

Tiba-tiba Mira teringat sesuatu. “Apa yang kualami adalah kebalikan dari yang tertulis di buku aneh itu!” seru Mira. Mira segera mencari buku tersebut. Tapi sayang sekali tumpukan kain bekas itu rupanya sudah dibuang oleh mbok Yun. Mulanya Mira kecewa, tapi setelah berpikir dengan tenang, dia lega. Dia merasa buku itu menakutkan.

“Tidak ada kebahagiaan yang terjadi tiba-tiba dan  terus menerus. Kita harus bekerja keras untuk meraih kebahagiaan. Aku akan mulai mengumpulkan kebahagiaan dengan bersyukur, bahkan dalam keadaan sulit seperti sekarang,” kata Mira.

 

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *