Kakek Uyung sedang menjalani medical check up (pemeriksaan kesehatan) di sebuah rumah sakit. Ia masuk ke dalam sebuah ruangan tertutup. Di ruangan tersebut, Kakek Uyung disuruh bertelanjang dada.

Ternyata, Kakek Uyung sedang di-rontgen. Dengan sinar X yang terpancar dari sebuah mesin, kondisi paru-paru Kakek Uyung dapat terlihat dengan jelas melalui selembar gambar yang mirip dengan foto. Sinar X atau rontgen memang sangat berguna di bidang kesehatan.

Penemu sinar X adalah seorang ilmuwan bernama Wilhelm Conrad Rontgen. Ilmuwan berkebangsaan Jerman ini lahir pada 27 Maret 1845 di kota Lennep, Jerman. Berkat kecerdasannya, Rontgen memperoleh gelar doktor pada tahun 1869 dari Universitas Zurich.

Rontgen aktif di berbagai universitas hingga pada tahun 1888, ia diangkat menjadi maha guru bidang fisika dan Direktur Lembaga Fisika Universitas Wurburg. Rontgen memang sering melakukan percobaan di kampus itu.

Pada 8 November 1895, Rontgen melakukan percobaan dengan menggunakan sinar katoda, yang terdiri dari arus elektron. Pada percobaan itu, ia baru menyadari bahwa sinar yang digunakannya, dapat menembus berbagai benda yang tak bisa ditembus oleh cahaya biasa.

Tangan Isterinya

Hasil percobaannya itu kemudian ditulis Rontgen di kertas kerja sebagai bukti hasil penemuannya. Dari kertas kerja itulah, penemuan Rontgen langsung menggegerkan dunia. Apalagi, Rontgen melakukan tes sinar X ke tangan istrinya. Hasilnya, ternyata sinar X mampu menembus kulit dan daging. Sehingga, yang terlihat hanyalah tulang tangan istrinya tersebut. Hebat, ya?!

Rontgen kemudian menamakan sinar X pada sinar yang ditemukannya. Huruf X dipilih karena pada awalnya, sinar tersebut merupakan jenis sinar tak dikenal. Dalam dunia fisika, X menggambarkan sesuatu yang belum dikenal.

Sinar X ciptaan Rontgen banyak digunakan di berbagai bidang. Sinar X atau radiasi rontgen ini dapat mengukur tebal suatu benda hanya dengan sinar yang ditembuskannya. Selain itu, radiasi rontgen juga dipakai untuk mengetahui kesehatan tubuh seseorang hanya dengan menyinari bagian tubuh orang tersebut.

Berkat penemuannya itu, Rontgen memperoleh Nobel untuk bidang fisika pada tahun 1901. Rontgen meninggal dunia di Munich, Jerman pada tahun 1923.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *