Kalau tidak ada mesin fotokopi, mungkin sekarang kamu harus menulis ulang semua buku jika ingin membaca dan membagikannya. Lalu, siapakah penemu mesin fotokopi yang membantu kita memperbanyak lembaran-lembaran tulisan itu?

Dikisahkan pada 8 Februari 1906 di Seattle, Washington, lahirlah seorang anak yang diberi nama Chester Floyd Carlson. Siapa sangka, Chester ditinggal kedua orangtuanya saat masih muda. Namun hal itu tidak membuat Chester patah semangat dalam belajar. Buktinya, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di California Institute of Technology. Setelah lulus kuliah, Chester pun bekerja di perusahaan pembuat barang elektronik.

Mempermudah Pekerjaan

Di perusahaan elektronik tersebut, Chester bekerja menyalin semua dokumen dan gambar paten ke dalam beberapa file. Lama kelamaan, ia mulai merasa lelah dengan pekerjaannya itu. Chester lalu memikirkan berbagai cara untuk mempermudahnya. Ia pun menemukan konsep elektrofotografi yang terus dikembangkan hingga akhirnya melahirkan mesin fotokopi.

Terus Berkembang

Selama beberapa tahun, Chester terus berusaha menyempurnakan penemuannya dan menawarkan ke berbagai perusahaan. Namun, kala itu penemuan tersebut dianggap kurang berguna. Jadi, banyak perusahaan yang menolak. Hingga akhirnya, perusahaan bernama Haloid Company menerima dan membantu mengembangkan penemuan itu.

Haloid Company pun berubah nama dari elektrofotografi menjadi xerografi. Xerografi menjadi terkenal setelah diadopsi oleh Xerox Corporation. Dengan penemuan Chester ini, menggandakan dokumen jadi lebih mudah, ya, Kids. (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *