Hela si burung elang dari Kerajaan Gunda bertengger di sebuah pohon dengan santai. Hari ini cuaca cerah tapi tidak terlalu panas. “Menyenangkan sekali!” kata Hela. Tiba-tiba, dia mendengar suara gemuruh derap kaki binatang berkaki empat yang banyak. “Ah, pasti rombongan serigala penakluk api,” kata Hela melihat ke bawah. Di Kerajaan Gunda sering terjadi kebakaran hutan. Dan yang bisa menghadapinya hanyalah serigala-serigala penakluk api. “Beri jalan untuk kami!” seru pemimpin mereka yang bernama Gala. Semua binatang di jalanan cepat-cepat menepi. Seekor kelinci yang kakinya terluka berusaha menghindar, tapi dia terjatuh. “Minggir!” seru Gala. Gala berniat menginjaknya, dan binatang-binatang lain berteriak ketakutan. Tepat pada saat itu, Hela terbang dan menyelamatkan si kelinci. “Terima kasih,” kata si kelinci. “Tidak perlu, karena yang kulakukan memang sudah  seharusnya,” kata Hela. “Tidak tahukah kau kalau kami terburu-buru? Ada kebakaran dan tugas kamilah menyelamatkan kalian semua!” seru Gala marah. “Tapi bukan berarti kau bisa menyepelekan yang terluka,” kata Hela. “Lancang sekali! Memangnya kau bisa menggantikan kami melakukan tugas berbahaya memadamkan api? Hati-hati dengan ucapanmu, kali ini kau kuampuni!” kata Gala sambil berjalan pergi dengan angkuh, diikuti oleh serigala-serigala yang lain.

Si kelinci yang diselamatkan Hela datang mengunjunginya membawa makanan sebagai tanda terima kasih. “Aku kagum dengan keberanianmu. Tidak ada yang berani melawan Gala dan teman-temannya. Namaku Kin,” kata si kelinci. “Terima kasih, Kin. Hari ini aku terbang mengelilingi hutan, dan tidak ada kebakaran sama sekali. Gala dan teman-temannya berbohong. Karena dihormati semua binatang, mereka jadi suka bertindak semena-mena,” kata Hela. “Bagaimana cara membuat mereka berubah?” tanya Kin. “Jujur, aku tidak tahu,” jawab Hela.

Keesokan harinya, Hela terbang berkeliling hutan lagi.  Tiba-tiba, dia melihat asap dan api. Rupanya terjadi kebakaran! Hela melihat Gala dan teman-teman serigalanya berusaha memadamkan api. Tapi ada yang aneh dengan apinya. Api yang mengepung Gala dan teman-temannya tidak merambat di tanah, tapi melompat ke atas, ke pohon-pohon. “Astaga! Itu api sihir!” seru Hela. Gala dan teman-temannya kewalahan. Hela mendengar suara gemuruh. Di langit seberang, awan hitam mulai berkumpul! “Hei, api sihir! Coba lawan aku!” seru Hela. Api-api sihir yang mengepung Gala dan teman-temannya mengejar Hela. Dengan cekatan, Hela terbang menuju awan hitam. Tiba-tiba, hujan deras turun dan api-api sihir itu menghilang terkena air hujan. Gala dan teman-teman serigalanya yang melihat itu bersorak gembira.

Sejak itu, Gala dan teman-temannya tidak lagi bersikap angkuh dan semena-mena. Mereka meminta maaf pada Kin dan semua binatang yang pernah mereka rugikan. Hela menyadari bahwa walaupun angkuh, Gala dan teman-temannya tidak pernah lari dan meninggalkan tugas mereka yang berbahaya. Mereka hanya mengusahakan keselamatan untuk semua binatang. Saling pengertian terjalin di antara Hela dan Gala, dan mereka bekerja sama menjadi penakluk api terhebat yang diakui bukan hanya di Kerajaan Gunda tapi juga di kerajaan-kerajaan lain.

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *