Sociolla Luncurkan Kampanye Waste Down Beauty Up

Seperti Moms ketahui, merawat diri sangat penting bagi seorang wanita. Itulah mengapa wanita rela menghabiskan uang untuk membelanjakan produk perawatan kulit dan kecantikan maupun rambut. Di tengah pandemi, alternatif berbelanja online masih menjadi primadona. Namun, fenomena berbelanja online tak luput dari adanya pengemasan. Tak jarang, untuk memastikan agar produk yang dibeli tidak rusak, konsumen maupun penjual menambahkan kemasan bubble wrap, yang tak lain adalah berbahan plastik. Dan biasanya, bubble wrap ini akan berujung pada bertambahnya sampah plastik.

Ya, sampah merupakan hal yang tak terhindarkan dalam industri kecantikan. Ditambah dengan meningkatnya konsumsi kecantikan yang mendorong pada tren belanja kecantikan yang impulsif sebagaimana berkembang di masyarakat,  permasalahan sampah pun menjadi kian mengkhawatirkan.

Hal ini juga ditegaskan oleh Silviana Chandra, Tim Kampanye Waste4Change. “Saat ini sampah dari industri kecantikan, paling banyak adalah dari kemasan plastik. Dari data kami sendiri ditemukan bahwa 6,8 juta ton sampah adalah sampah kemasan plastik dari industri kecantikan. Dan jumlah ini diprediksi akan terus bertambah atau semakin banyak bahkan 2 kali lipatnya di tahun 2040. Sementara yang baru terolah tidak sampai 30 persen nya. Jadi, 70 persen sisanya itu berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir), dibakar, dibuang ke laut atau dikubur. Dan ini tentunya merusak lingkungan, yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap kehidupan kita,” ujarnya pada acara konferensi pers virtual, Kamis (13/01/22).

Hal ini bukan tidak disadari oleh salah satu pelaku industri kecantikan terkemuka di Indonesia, yakni Sociolla. E-commerce ini menghadirkan inisiatif revolusioner bertajuk Waste Down Beauty Up yang bertujuan untuk membantu mengurangi limbah industri kecantikan, khususnya melalui upaya mendorong budaya kecantikan yang sustainable di kalangan pecinta kecantikan atau biasa disebut beauty enthusiasts di Indonesia.

Sebagai langkah awal menuju industri kecantikan yang lebih berkelanjutan, selain dari gerakan Waste Down Beauty Up, Sociolla juga menerapkan zero bubble wrap dan mengubah packaging pengiriman dengan kotak ramah lingkungan. Diperkirakan, peralihan dari bubble wrap ke kertas daur ulang akan mengurangi penggunaan plastik perusahaan sekitar 250.000 m2/tahun. Hingga saat ini, Sociolla adalah perusahaan e-commerce besar pertama di Indonesia yang berkomitmen pada kebijakan zero bubble wrap.

Chrisanti Indiana, Co-Founder & CMO Social Bella

Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana mengungkapkan alasan strategis perusahaan dibalik peluncuran inisiatif Waste Down Beauty Up. “Ini merupakan langkah yang sangat besar dan jelas tidak mudah untuk kami lakukan. Akan tetapi Waste Down Beauty Up sejalan dengan misi jangka panjang Sociolla dan alasan utama dibalik didirikannya Sociolla, yaitu untuk membantu masyarakat menemukan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa harus membeli secara berlebihan dan berakhir dengan banyak produk tak terpakai. Dan dengan gerakan ini, kami ingin membantu para pelanggan setia kami untuk tidak hanya merawat diri dengan sebaik-baiknya, namun juga sembari berkontribusi pada dunia. Cantik itu tidak harus wasteful. Kami sangat senang melihat semakin banyak pecinta kecantikan yang peduli dengan prinsip sustainable dan bersama-sama kita dapat membawa lebih banyak orang ke dalam gerakan positif ini.”

Adapun Gerakan Waste Down Beauty Up mencakup empat inisiatif utama yang mendorong perilaku pembelian produk kecantikan yang bijak, yaitu:

  • Look Up on Trusted Reviews (Membaca review terlebih dahulu): Menciptakan mindful shopping atau kesadaran dalam berbelanja produk kecantikan dengan mencari informasi review dan rating dari pelanggan lain melalui aplikasi SOCO sebelum melakukan pembelian. Dengan cara ini, pelanggan didorong untuk memilih secara bijak sebelum mengambil keputusan pembelian.
  • Try tester in Sociolla stores before buying (Mencoba tester di toko Sociolla sebelum membeli): Banyak pelanggan langsung terdorong melakukan pembelian impulsif yang berlandaskan pada FOMO ketika melihat influencer favorit tampil mempesona dengan tren make-up terbaru, Dengan mencoba tester sebelum membeli produk, pelanggan dapat membuat keputusan lebih bijak berdasarkan bagaimana produk tersebut terlihat atau terasa di wajah/kulit mereka sendiri.
  • Buy Minis/small size Before Full Size (Beli versi mini/kecil sebelum ukuran penuh): Sebuah upaya mendorong beauty enthusiast untuk mencoba produk kecantikan berukuran kecil/mini untuk menguji kesesuaian produk dengan kulit terlebih dahulu sebelum membeli produk normal/berukuran penuh.
  • Gift With Less Waste (Hadiah yang Less Waste):  Sociolla kini menghadirkan pilihan hadiah elektronik (e-gift) untuk para beauty enthusiast yang mengajak mereka agar tidak memberikan barang-barang yang tidak mereka gunakan kepada orang yang mereka cintai.

 

(kiri – kanan) Konferensi Pers Virtual peluncuran kampanye Waste Down Beauty Up, Kamis (13/01/22) turut dihadiri oleh Clara Devi – blogger kecantikan, fashion dan travel, Silviana Chandra – Tim Kampanye Waste4Change, Vania Herlambang – Puteri Indonesia Lingkungan 2018 / Duta SDGs Indonesia, dan Chrisanti Indiana – Co-Founder & CMO Social Bella. Gerakan ini menjadi komitmen Sociolla dalam menjaga kelestarian lingkungan yang mengajak 42 juta penggunanya menerapkan kebiasaan positif dengan produk-produk kecantikan

Langkah tersebut mendapat tanggapan positif dari Silviana Chandra, Tim Kampanye Waste4Change. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Sociolla sebagai pioneer dalam langkah berani ini. Sociolla memiliki peran signifikan dalam mendukung kelestarian lingkungan. Kami berharap gerakan ini dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi sampah kemasan pada industri kecantikan di Indonesia,” katanya.

Vania Herlambang dan Clara Devi juga berbagi cerita tentang hal-hal sederhana yang mereka lakukan untuk memulai hidup yang lebih ramah lingkungan. “Saya memulai dari kebiasaan yang paling sederhana. Contohnya, membeli produk yang betul-betul dibutuhkan dan menggunakan produk sampai habis. Saya benar-benar mengapresiasi melihat retailer seperti Sociolla yang berani mendorong pembeli untuk tidak membeli lebih dari yang kita butuhkan. Saya senang banget bisa terlibat dan turut menyebarkan pesan bahwa kita dapat terlihat lebih baik sambil menjaga planet kita dengan lebih baik. Ini adalah gerakan yang sangat penting di tengah tren kecantikan yang berubah dengan cepat yang berkecenderungan menormalisasi kebiasaan membeli yang berlebihan (overbuying),” jelas Vania Herlambang, Puteri Indonesia Lingkungan 2018 / Duta SDGs Indonesia.

Kampanye Sociolla Waste Down Beauty Up mengganti kemasan bubble wrap dengan kotak ramah lingkungan

Sependapat dengan Vania, Clara Devi, blogger kecantikan, fashion dan travel menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan memulainya dari hal yang sederhana. “Saya pribadi selalu berusaha untuk secermat mungkin dan menghindari pembelian impulsif, terutama di bidang pekerjaan saya di mana kami menerima banyak produk untuk diulas. Setelah belajar tentang kampanye dan membaca lebih lanjut tentang limbah industri kecantikan, saya sebenarnya merasa lebih bertanggung jawab untuk bekerja lebih keras dalam mengelola koleksi produk kecantikan saya dan mempromosikan mengenai kesadaran ini kepada orang lain,” imbuhnya.

Melalui gerakan Waste Down Beauty Up dan berbagai upaya yang dilakukan, Sociolla berharap semangat positif tersebut dapat menginspirasi lebih banyak beauty enthusiast untuk lebih peduli terhadap prinsip keberlanjutan. “Kedepannya, kami akan berupaya untuk terus berinovasi agar dapat mengintegrasikan pendekatan ramah lingkungan ke dalam operasional bisnis kami secara keseluruhan, untuk memastikan bahwa kami dapat terus menciptakan dampak yang konstan baik bagi konsumen kami maupun masyarakat Indonesia pada umumnya,” tutup Chrisanti.

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *