Batuk dan bersin berulang merupakan salah satu gejala alergi yang juga kerap muncul. Nah, di masa pandemi Covid-19 ini, muncul kekhawatiran, apakah gejala tersebut karena alergi, ataukah karena infeksi virus?

Dalam sesi webinar “Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju” yang digelar PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) lewat brand SGM Eksplor Advance+ Soya pada Senin, 29 Juni 2020 lalu, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak menerangkan beberapa gejala yang muncul akibat alergi susu sapi.

“Gejala yang muncul biasanya menyerang kulit seperti ruam-ruam merah, sistem pernapasan seperti batuk dan bersin yang berulang, atau sistem pencernaan misalnya sakit perut yang membuat anak menjadi rewel. Alergi susu sapi pada anak diakibatkan oleh respons sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein). Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Di sini, peran orang tua khususnya Bunda sangat penting untuk menangani kondisi anak yang alergi protein susu sapi dengan memberikan asupan nutrisi alternatif yang tepat,” papar Prof. Budi.

“Gejala alergi susu sapi bisa muncul pada kulit seperti eksim (35%) dan kaligata atau kulit merah-merah (18%). Gejala pada saluran napas yaitu asma (21%) dan rhinitis/radang pada rongga hidung (20%). Gejala pada saluran cerna seperti diare (53%) ataupun kolik/mules (27%). Ada pula gejala sistemik yaitu anafilaksis (11%) yang menyebabkan pingsan bahkan hingga kematian,” tambahnya.

Beda Alergi dan Infeksi

Prof. Budi pun memberikan tips bagaimana cara kita membedakan antara alergi dan infeksi virus. “Jika infeksi biasanya disertai demam, sedangkan alergi tidak ada demam. Jika batuk pileknya terjadi sepanjang hari, berarti itu infeksi. Karena kalau alergi, umumnya batuk pilek terjadi hanya pada malam hari saja. Nah, jika dahak atau ingusnya kental dan berwarna, itu tandanya infeksi. Sedangkan jika dahak atau ingusnya encer dan bening, itu hanya alergi saja,” jelasnya.

Meski demikian, di masa pandemi ini, Ibu Anggi Morika Septie, Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, mengajak para Bunda untuk ekstra tanggap alergi dengan Gerakan 3K (Kenali, Konsultasikan, Kendalikan) dalam menjaga kesehatan si Kecil yang alergi susu sapi.

Mediana Herwijayanti, Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya (kiri)

“Untuk itu kami hadirkan rangkaian kegiatan berupa konten-konten edukasi digital yang bisa diakses dengan mudah dan dijangkau oleh puluhan juta Bunda di Indonesia melalui akun Instagram @soya_generasimaju dan Facebook Page Soya untuk Generasi Maju.  Bisa interaksi langsung bersama para ahli, kelas Zumba Tanggap Alergi dengan gerakan olahraga ringan untuk Bunda dan si Kecil, kreasi resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya bersama para celebrity chef serta tips-tips praktis untuk  mendukung si Kecil yang alergi susu sapi agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas selama di rumah,” tambah Ibu Mediana Herwijayanti, Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya.

Foto: Novi

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *