Coca Cola Peduli Sampah Plastik Lewat Gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah

Tahukah kalian, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan sampah lautan terbanyak ke-2 setelah Cina? Duh! Fakta yang jelas tidak membanggakan, ya?

Sampah sudah lama menjadi permasalahan serius. Tak hanya di Indonesia, namun juga dunia. Di antara berbagai jenis sampah, sampah plastik termasuk yang paling susah  untuk diurai bumi, butuh ratusan tahun. Semakin ironis karena masih banyak penduduk Indonesia yang membuang sampah plastik sembarangan, mulai dari kantong kresek, kemasan plastik, dan sebagainya.

Bahkan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  jumlah komposisi sampah plastik khususnya di wilayah DKI Jakarta periode 2016 – 2017 menempati posisi kedua setelah sampah sisa makanan dengan jumlah sebesar 12.40%. Walah!

Dampak Sampah Plastik

Professor Enri Damanhuri, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah, Institut Teknologi Bandung, menuturkan bahwa kita tidak bisa memusuhi plastik, karena plastik banyak kegunaannya. Ya, coba, deh lihat sekeliling kita. Banyak sekali benda bermanfaat yang terbuat dari plastik. Misalnya, tong sampah plastik, botol air minum kemasan, tempat bolpen, tas, dan banyak lagi. Bahkan baju (kaus) yang kita pakai, juga mengandung bahan dari plastik, lho!

(ki-ka) Public Affairs and Communication Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung (ITB) Professor Enri Damanhuri dan Regional Technical Director Coca-Cola Indonesia Gunawan Mangunsukarjo berbincang bersama dalam rangka menyerukan gerakan PLASTIC REBORN #BERANIMENGUBAH mengajak masyarakat untuk menjadi agen-agen perubahan dengan mulai berkontribusi dalam menangani sampah plastik di Indonesia pada Kamis (13/06/19) di kawasan Sudirman, Jakarta

“Tapi di sisi lain, kalau plastik tidak dikelola dengan baik, juga akan berdampak buruk. Contoh, dari segi estetika, sampah-sampah plastik yang dibuang sembarangan di jalan-jalan atau menumpuk di suatu tempat, tentu akan merusak keindahan lingkungan. Kedua, kalau sudah berakhir di sungai, tentu akan merusak saluran sehingga mengakibatkan bencana alam seperti banjir, dan sebagainya. Nah, kalau sudah masuk ke laut, selain tentunya merusak laut dan bumi, sebagian sampah plastik itu juga kemungkinan dimakan oleh hewan laut atau ikan-ikan besar seperti paus. Yang berarti juga membahayakan makhluk laut,” terang Prof. Enri pada acara diskusi edukasi “Gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah” yang diselenggarakan oleh Coca Cola Indonesia.

Itulah mengapa, sangat penting bagi kita untuk mengerti bagaimana mengelola sampah plastik dengan baik. “Permasalahan sampah memang merupakan tugas dari seluruh pihak. Namun, penanganannya dapat dimulai dari individu masing-masing. Artinya semua orang Indonesia harus dapat mengelola sampahnya di sumber mereka sendiri, di rumah, sekolah atau kantor,” sarannya.

Plastic Reborn #BeraniMengubah

Nah, sejalan dengan komitmen untuk turut aktif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia dan demi mewujudkan World Without Waste, Coca-Cola Indonesia menyerukan gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah. Ini adalah sebuah inisiatif peduli lingkungan untuk berperan nyata mengatasi sampah plastik di dalam kehidupan sehari-hari.

Sampah plastik di sekeliling kita seperti botol air minum kemasan, kaleng minum kemasan, kantong plastik (kresek), dan sebagainya bisa diubah menjadi barang-barang lain yang bermanfaat seperti tas, kipas, name tag, tatakan gelas, keranjang pakaian, dan sebagainya

“Kami mulai dengan membangun pemahaman bahwa kemasan makanan dan minuman adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat modern, namun juga tidak melupakan bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi sampah kemasan secara global,” ujar Bapak Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia.

Lewat gerakan Plastic Reborn #BeraniMengubah, Coca Cola menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama peduli lingkungan, mau memilah sampah plastik, dan turut aktif mengelola sampah lewat gerakan daur ulang sampah botol plastik agar menjadi barang yang memiliki nilai baru.

“Plastik ada 7 jenisnya, masing-masing punya sifat berbeda. Misalnya, bahan plastik yang kami gunakan untuk botol minuman air kemasan Ades maupun botol kemasan Coca Cola, berasal dari PETE (Polyethylene Terephthalate) dengan kode nomor 1, serta tutup botolnmya dari bahan PP (Polypropylene) dengan kode nomor 5, yang semuanya aman untuk digunakan sebagai tempat makanan/minuman.  Nah, semua material plastik untuk produk kami, seluruhnya bisa didaur ulang,” pungkas Bapak Gunawan Mangunsukarjo, Regional Technical Director Coca-Cola Indonesia.

Kita, juga bisa lho berperan dalam gerakan Program Plastic Reborn #BeraniMengubah yang digagas oleh Coca Cola Indonesia. Mulailah dengan memilah sampah plastik yang benar. Pisah dan kumpulkan sampah kemasan plastik, berikan kepada pemulung atau dibawa ke bank sampah agar bisa diproses menjadi produk daur ulang. Dengan begitu, sampah kemasan plastik akan memiliki nilai hidup yang lebih panjang, alias lebih dari sekali pakai.

Kalian juga bisa kreatif mengubah sampah botol kemasan plastik maupun kantong plastik menjadi barang-barang bermanfaat, misalnya tempat bolpen, kipas tangan, dompet, atau tas.

Nah, kamu siap menjadi agen perubahan lingkungan? Yuk, mulai dari sekarang!

Foto: Efa & dok. Coca Cola Indonesia

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *