Noni sangat menyukai gadget. Dia bercita-cita untuk menyiptakan gadget sendiri suatu saat. Noni pun menceritakan cita-citanya pada Papa dan Mama. “Aku harus beli setiap gadget keluaran terbaru untuk membandingkan kekurangan dan kelebihannya,” kata Noni. “Boleh, tapi ada syaratnya. Semua tugas dan ulangan kamu harus dapat nilai 8 ke atas,” jawab Papa dan Mama sambil tersenyum puas.

Saat ini, Noni sedang sedih. Tugas mengarangnya hanya mendapat nilai 6. “Pasti aku nggak dibeliin gadget baru,” keluhnya. Aha! Tiba-tiba, ia mendapat ide supaya Mama dan Papa mau membelikan gadget terbaru. Sepulang sekolah, ia pun langsung menjalankan rencananya.

Pada hari Minggu siang, ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah mall, Noni melihat anak-anak yang unik. Ada tiga anak berjalan sambil membawa tongkat kayu. Mereka memakai sarung tangan plastik dan masker penutup hidung dan mulut. Anak yang paling belakang membawa bendera bertuliskan ‘Pasukan S.G’. Jika dilihat, sepertinya mereka seumuran dengan Noni.

Noni melihat ketiganya mengaduk-aduk tempat sampah dengan tongkat kayu. Sayang sekali, mereka tak terlihat lagi oleh Noni ketika Pak Supir menjalankan mobil. “Siapa, ya, mereka? Apa yang sedang mereka lakukan?” gumamnya bingung.

Sorenya, Noni mendengar suara ribut dari luar rumahnya. “Kalian!” seru Noni terkejut ketika melihat ke luar rumah. Anak-anak yang dilihatnya tadi siang sedang berkerumun di tempat sampah rumahnya. “Halo! Namaku Ben, ini Nadia, dan Ton,” si anak yang membawa bendera memperkenalkan diri dan kedua temannya ketika melihat Noni. “Kami pasukan S.G, singkatan dari Sampah Gadget. Kami mengumpulkan sampah gadget dan membawanya ke pusat daur ulang,” jelas Nadia dan Ton.

“Aku menemukan gadget yang masih baru di tempat sampahmu, bagaimana bisa?” tanya Ben bingung. Noni menunduk malu. “Aku yang membuangnya supaya dikira hilang dan dibelikan yang baru lagi,” jawab Noni pelan. Ben, Nadia, dan Ton terbelalak. “Itu jahat sekali..,” tutur ketiganya. Noni sangat menyesal.

Noni berbincang-bincang dengan Ben, Nadia, dan Ton. Dari mereka, Noni tahu kalau banyak yang belum tahu cara membuang sampah gadget dengan benar. “Kau mau jadi pencipta gadget, tapi tak tahu cara membuang gadget? Cari tahu, dong!” seru Ben, Nadia, dan Ton. “Iya, untung saja aku bertemu kalian,” ucap Noni sambil menyalakan gadget yang dibuangnya.

Noni pun berterus terang dan minta maaf kepada Papa dan Mama. Noni tidak mau gadget baru sebelum gadget-nya benar-benar rusak dan tahu cara mengelola sampah gadget-nya. Dia janji untuk terus belajar dan menjadi pengguna serta pencipta gadget yang bertanggung jawab. Ia pun memutuskan akan bergabung dengan pasukan S.G.

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *