Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan terkemuka di dunia, Johnson & Johnson melalui anak perusahaannya yang beroperasi di Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia, turut mendukung upaya pengembangan filantropi (kepedulian) kesehatan di Indonesia. Melalui organisasi Johnson & Johnson Global Community Impact di Asia Pacific, Johnson & Johnson Foundation – didukung oleh PT Johnson & Johnson Indonesia – turut mendukung diselenggarakannya Forum Nasional I Filantropi Kesehatan yang diselenggarakan secara daring melalui web-seminar (webinar) oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Yogyakarta pada tanggal 21 – 22 Juli 2020.

Forum nasional yang pertama ini diadakan secara daring dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan. Adapun tujuan dari forum nasional ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang dunia filantropi di Indonesia, mengidentifikasi kiprah pelaku filantropi kesehatan di Indonesia, dan menginformasikan hasil penelitian filantropi kesehatan yang dilakukan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.

Hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi berbagai isu kesehatan yang sangat mendasar, misalnya stunting, sanitasi, higienitas, kematian ibu dan anak, dan lain sebagainya. Isu – isu ini sudah ada sejak dahulu hingga sekarang, dan dalam penyelesaian masalah ini selain peran pemerintah, dibutuhkan juga dukungan serta keterlibatan lintas sektor, termasuk masyarakat dan sektor swasta.

Mitra HOPE

Pada forum nasional ini, Johnson & Johnson hadir bersama salah satu mitranya, yaitu Project HOPE dan memberikan gambaran mengenai inisiatif yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Indonesia adalah negara ke-10 yang memiliki perekonomian terbesar, dalam hal kekuatan membeli, namun hingga saat ini kesehatan ibu dan anak masih merupakan salah satu tantangan terbesar di Indonesia. Berdasarkan, survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2015 menunjukan bahwa masih ada 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan angka kematian neonatal 15 per 1000 kelahiran hidup.

Berdasarkan data tahun 2017, triwulan 4 Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat terdapat 4.925 kematian ibu dan 27.875 kematian bayi yang terjadi di seluruh Indonesia, dimana Banten menduduki urutan ke 4 yang menyumbang kematian ibu sebanyak 227 kasus, dan kematian bayi sebanyak 12.46 kasus. Sementara di Serang sendiri, terdapat 58 kasus kematian ibu dan 246 kasus kematian anak.

Melihat tingginya angka kematian ibu dan anak, Johnson & Johnson sadar bahwa penting untuk melakukan edukasi dan menjalankan program baik untuk ibu, anak maupun tenaga kesehatan mengenai kesehatan ibu dan anak.

Ibu Devy Yheanne, Country Leaders of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan,”Dengan visi dan misi yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup dan layanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya ibu dan anak, Johnson & Johnson Foundation memberikan bantuan dana hibah (grant) yang disalurkan melalui Project HOPE selaku mitra LSM yang merupakan organisasi nirlaba yang memiliki komitmen untuk mencapai visi komunitas global agar tidak ada wanita dan bayi yang memiliki risiko kematian yang disebabkan oleh beberapa hal yang sebenarnya dapat dicegah. Program yang didanai Johnson & Johnson Foundation tersebut dikembangkan dalam sebuah program yang disebut Peningkatan Keselamatan Ibu dan Bayi baru lahir (Saving Lives at Birth).”

Selama enam tahun (2013 – 2018), program Saving Lives at Birth berjalan dengan tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak melalui tiga fokus yang telah dirancang sedemikian rupa, yaitu; peningkatan kapasitas penyedia layanan kesehatan; peningkatan akses ke layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas; dan peningkatan pengetahuan dan praktik hidup sehat di antara wanita usia reproduksi dan ibu dari anak-anak di bawah umur lima tahun di Serang, Indonesia.

Dalam pencapaian tujuan tersebut, berbagai kegiatan telah dilakukan di Kabupaten Serang selama kurang lebih enam tahun, meliputi: (1) pelatihan petugas kesehatan di Puskesmas dalam asuhan persalinan normal dan kegawatdarutan; (2) pelatihan Kader Posyandu, untuk dapat menjangkau masyarakat dan menyampaikan informasi edukasi terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan; pendampingan pelaksanaan Posyandu dan kelas ibu; (3) pembentukan komite kesehatan desa; pertemuan kemitraan bidan desa dan dukun bayi; (4) pendampingan Kader Desa, pertemuan evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak secara rutin; dan (5) lokakarya kepemimpinan strategis tingkat kabupaten dalam penyelamatan ibu dan anak di Kabupaten Serang.

Bapak Agus Soetianto, MIPH, MHM selaku Project HOPE Country Representative menjelaskan, Program Saving Lives at Birth ini diharapkan dapat mengedukasi, meningkatkan kesadaran, serta membentuk kebiasaan masyarakat umum, terutama di Serang agar terbiasa mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengecekan kesehatan. Dan sejalan dengan hal itu juga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga kedepannya fasilitas kesehatan mampu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan mandiri kepada masyarakat.”

“Dalam perjalanan meningkatkan akses pelayanan kesehatan, kami juga melakukan survei, dan model monitoring kepada beberapa dokter, bidan dan kader untuk mengetahui dampak, serta perubahan – perubahan yang terjadi setelah program ini berjalan. Dan berdasarkan pemantauan yang telah kami lakukan, program ini membantu para tenaga kesehatan, maupun kader di fasilitas kesehatan,” tambah Bapak Agus.

Program Saving Lives at Birth ini telah memberikan dampak secara langsung ke banyak pihak, termasuk dokter, bidan, maupun kader. Adapun dampak yang terlihat dengan adanya program ini adalah:

Dokter dan perawat. Meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Bidan. Mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak (Ante Neonatal Care (ANC), persalinan, pasca persalinan, asuhan bayi baru lahir dan resusitasi). Dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dukun bayi dan dukun ibu melahirkan, aparat desa dan kader posyandu. Kader. Menjadi lebih responsif dalam melakukan pendampingan ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang akan melahirkan serta ibu paska persalinan. Lebih terorganisir dalam melakukan kerjasama tim, promosi dan edukasi kesehatan pada masyarakat serta pengumpulan data KIA. Lebih aktif dalam memberikan layanan ANC bekerjasama dengan Bidan dan tenaga kesehatan lainnya.

Program Saving Lives at Birth telah membuat langkah besar dalam meningkatkan akses dan layanan kesehatan, khususnya di Serang. Dengan berjalannya program ini selama kurang lebih enam tahun, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 84.000 orang termasuk 1.588 kader terlatih; 1.959 tenaga kesehatan; 77 kepala desa menerima orientasi program kesehatan ibu dan anak; 362 sesi Posyandu; sembilan puskesmas dengan PONED; 340 dukun bayi dan dukun melahirkan diberikan orientasi dan berjejaring dengan bidan desa; para ibu yang mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan terlatih; dan sebanyak 794 kasus gawat darurat maternal neonatal.

Hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Serang dengan adanya program ini diantaranya adalah: (1) Posyandu menjadi lebih responsif; (2) kader lebih ramah kepada masyarakat dan kompeten dalam memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak pada masyarakat; (3) Kegiatan pelayanan gizi, pemantauan tumbuh kembang bayi, pendampingan ibu melahirkan, pemberian informasi promosi kesehatan dan edukasi kesehatan ibu dan anak menjadi lebih baik; dan (4) kader lebih aktif dalam mendampingi ibu hamil untuk mengunjungi puskesmas dan menemui bidan, serta membantu masyarakat untuk mendaftar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kami harap program yang didanai oleh Johnson & Johnson Foundation melalui Project HOPE ini dapat membantu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Selain itu, kami berharap melalui program ini, fasilitas kesehatan di Indonesia terutama di Serang dapat terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakatnya secara optimal, sehingga dapat membantu untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Serang,” tutup Ibu Devy.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *