“Aku ngantuk sekali! Ayo, kita tidur saja,” kata Pipi. “Jangan begitu! Sebagai peri pelukis bintang, kita harus bekerja dengan tanggung jawab!” kata Kiki, peri sahabat Pipi.(“I’m so sleepy! Come, let’s go to bed,” says Pipi. “Don’t be like that! As a star-painting fairy, we must work with utmost responsibility!” says Kiki, Pipi’s fellow fairy.)

Setiap malam, Pipi dan Kiki bersama teman-teman peri mereka, mengambil kuas ajaib dan melukis bintang di langit. Manusia kagum melihat keindahan bintang-bintang yang dilukis oleh para peri. (Every night, Pipi and Kiki along with their fairy friends, take the magic brush and paints the stars in the sky. The humans are amused by the beauty of the stars painted by the fairies.)

“Gawat sekali! Pipi tertidur!” seru Kiki. Kiki berusaha membangunkan  Pipi, tapi sia-sia. “Kok, mataku jadi berat?” kata Kiki. Melihat Pipi tertidur pulas, Kiki juga jadi mengantuk dan ikut tertidur! (“Oh no! Pipi is asleep!” says Kiki. Kiki tries to wake Pipi up, but it’s no use. “How come, my eyes are heavy?” says Kiki. Seeing Pipi fast asleep, Kiki also gets sleepy and falls asleep!)

Keesokan harinya, Ratu peri memanggil Pipi dan Kiki. “Kalian pasti mengantuk  lagi! Bintang yang kalian lukis, bentuknya seperti  adonan kue yang tidak matang!” keluh Ratu peri. “Maafkan kami Yang Mulia. Kami selalu mengantuk kalau melukis bintang,” kata Pipi dan Kiki sedih. “Besok malam, cobalah untuk tidak mengantuk!” kata Ratu peri. (The next day, the Fairy Queen summons Pipi and Kiki. “You two must be sleepy again! The stars that you painted looked like a raw cake dough!” the Queen complains. “We are sorry your majesty. We are always sleepy when painting the stars,” reply Pipi and Kiki sadly. “Tomorrow night, try not to be sleepy!” says the Fairy Queen.)

Malam berikutnya, giliran Kiki yang mengantuk! Kiki yang tertidur pulas, meluncur jatuh dari langit dan… BYUR! Jatuh ke kolam ikan di pekarangan rumah manusia. (The next night, it is Kiki’s turn to be sleepy! The sleeping Kiki falls from the sky and… PLUNGE! Fell into a fish pond by the lawn at a human’s house.)

“Kiki!” seru Pipi panik yang segera menyusul. “Siapa itu?!” teriak manusia pemilik rumah. “Ma..maafkan kami gadis manusia. Kami peri pelukis bintang. Sahabatku Kiki, jatuh di kolam ikanmu karena mengantuk!” jelas Pipi. (“Kiki!” cries Pipi in panic, quickly tending to Kiki. “Who is that?!” says the human who owns the house. “We… we are sorry o human girl. We are the fairies, star painters. My best friend Kiki was sleepy and fell into your fish pond!” Pipi explains.)

“Namaku Magda, aku akan menolong sahabatmu,” kata Magda lalu membawa Kiki ke rumahnya. Pipi mengikuti mereka. (“My name is Magda, I will help your friend,” says Magda who then carries Kiki into her house. Pipi follows them.)

“Hei Kiki, bangun! Kau  harus berterima kasih pada Magda yang sudah menolongmu!” ujar Pipi membangunkan Kiki. Kiki terbangun dan  mengucapkan terima kasih pada Magda. (“Hey, Kiki, wake up! You have to thank Magda for helping you!” says Pipi while trying to wake Kiki up. Kiki is awake and is thankful to Magda.)

Tiba-tiba, Pipi menunjuk sebuah lukisan bintang. “Indah sekali! Tidak kalah dari lukisan para peri!” serunya. “Itu lukisanku! Aku tinggal sendiri di rumah ini karena bertengkar dengan Bibiku yang tidak suka aku melukis. Alangkah senangnya kalau ada yang bisa menyukai karyaku!” kata Magda.  (Suddenly, Pipi points at a painting of stars. “That’s beautiful! Almost as good as the ones fairies made!” she says. “That’s my painting. I live alone in this house because my aunt hates it when I start painting. It would be nice if someone would love my work!” says Magda.)

Pipi dan Kiki punya ide. “Magda, bagaimana kalau lukisanmu kami sihir menjadi bintang di langit?” tanya Pipi. Magda melompat bahagia. “Oh, terima kasih! Aku senang sekali!” serunya. (Pipi and Kiki have an idea. “Magda, what do you say if we transform your painting into  the stars in the sky?” Pipi asks. Magda hops up and down happily. “Oh, thank you! I’m so excited!” she says.)

Akhirnya, Pipi dan Kiki bekerja sama dengan Magda. Magda melukis bintang, lalu Pipi dan Kiki menyihirnya. Ratu peri senang dengan ide pintar kedua peri itu dan membolehkan mereka tidur! (Finally, Pipi and Kiki cooperate with Magda. Magda does the star painting, and then Pipi and Kiki transform it. The Fairy Queen is pleased with the two fairies’ brilliant idea and allows them to sleep!)

Magda dan Bibinya berbaikan kembali. Bibi Magda sangat kagum melihat lukisan keponakannya yang menjadi bintang di langit! (Magda and her aunt then reconcile. Magda’s aunt is very amazed to see her niece’s painting transforms into the stars in the sky!)  (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Just For Kids/ Translator: Yos)

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *