Panas dan Keringat Bukan Halangan 3 Remaja Putri Ini untuk Gapai Prestasi Olahraga

Saat anak-anak usia 5, 6, 7, atau 8 tahun masih senang-senangnya bermain, ketiga remaja perempuan bernama Bunga, Praisey dan Asha sudah memiliki minat yang besar terhadap olahraga. Bahkan, di usia 8 tahun, ada yang sudah memikirkan kelak harus bisa memiliki rumah sendiri. Wow!

Kini, pada usia yang bisa dikatakan remaja atau istilahnya ABG (anak baru gede), ketiganya semakin fokus menggeluti bidang olahraga yang dipilih. Di saat banyak remaja perempuan mulai memikirkan penampilan dan kehilangan ketertarikan terhadap olahraga, ketiganya justru berteman dengan panas matahari dan keringat, bahkan menaklukkannya demi meraih prestasi!

Liliyana Natsir, Juara Olimpiade Bulutangkis

Olahraga memang banyak manfaatnya. Tak hanya sebagai sarana rekreasi menyehatkan, olahraga juga ditekuni sebagian orang untuk mengejar impian. Namun sayang, studi mengatakan bahwa jumlah partisipasi perempuan dalam berolahraga masih di bawah rata-rata. Bahkan sejak usia 14 tahun, banyak remaja putri yang mulai kehilangan ketertarikan untuk berolahraga. Salah satu faktor pemicunya adalah kekhawatiran akan aktivitas yang mengharuskan berpanas-panasan dan berkeringat di bawah terik matahari, serta adanya pandangan bahwa perempuan yang berkeringat terlihat kurang menarik.

Hal ini tak berlaku bagi salah satu atlet bulutangkis terbaik Indonesia peraih medali emas Olimpiade, Liliyana Natsir. Justru dalam pandangannya, perempuan berkeringat itu justru sangat menarik dan berbeda dibandingkan yang lain. “Saat perempuan berkeringat dan mengenakan pakaian olahraga, menurut saya kecantikan alaminya akan keluar,” ujarnya dalam acara virtual roundtable discussion yang digelar oleh Dettol, Kamis (10/03).  

Wanita berkulit putih ini sejak kecil memang suka berolahraga. Ragam olahraga ia coba, seperti lari, berenang, basket. Namun pada usia 10 tahun, sang Mama yang memang senang menonton olahraga bulutangkis, mengarahkannya kepada olahraga tersebut. Mulailah Liliyana fokus di sana dan rajin latihan. Kerja kerasnya bertahun-tahun terbayar dan berhasil mengantarkannya sebagai salah satu atlet bulutangkis dunia yang cukup disegani.

“Menekuni bidang olahraga, khususnya bulutangkis, merupakan passion saya sejak kecil yang mendorong saya untuk menjadi atlet nasional yang dapat mengharumkan nama bangsa. Sebagai perempuan, saya tidak merasa bahwa berkeringat dan berpanas-panasan di lapangan adalah suatu halangan, melainkan bukti bahwa saya bangga dapat melakukan sesuatu yang saya sukai dan berhasil menjadi salah satu yang terbaik,” tegasnya.

Cerita 3 Atlet Remaja Putri

Apa yang rasakan Liliyana, juga turut dialami oleh 3 atlet remaja putri sarat prestasi. Mereka adalah Nyimas Bunga Cinta (skateboarder berusia 15 tahun), Praisey Blessed (pemain basket berusia 13 tahun) dan Ashaqila Leciashira K Sigar (pemain baseball berusia 12 tahun).

Nyimas Bunga Cinta dan Mama (kanan atas), Praisey Blessed dan Mama (kiri bawah) dan Ashaqila Leciashira K Sigar dan Mama (kanan bawah)

Bagi Bunga, olahraga skateboarding sangat menantang dan menyenangkan. Di Indonesia, skateboarder perempuan termasuk langka, beda dengan di luar negeri. Diawali dengan melihat video tentang skateboarder pada usia 7 tahun, Bunga kecil merasa tertarik. Akhirnya banyak video ia tonton. Dari sana ia tahu bahwa seorang skateboarder berprestasi bisa menghasilkan uang, bisa membeli mobil dan rumah. Termotivasi dari sana, ia pun melirik olahraga skateboarding. Umur 8 tahun, ia mulai bermain skateboard, bahkan sudah memikirkan bahwa kelak ia harus bisa punya rumah sendiri dari olahraga ini.

Berlatih di bawah teriknya matahari, sudah biasa ia jalani. Panas dan keringat, menjadi makanan sehari-harinya, belum lagi jatuh bangun serta cedera yang ia alami saat latihan. Tapi semua itu, tak menghalangi niat Bunga semakin mencintai olahraga pilihannya. “Aku kebetulan orangnya suka keringatan, jadi nggak masalah sama sekali harus berpanas-panasan,” ujar Nyimas Bunga Cinta yang berhasil meraih Juara Skateboard Asian Games 2018.

Hal senada diucapkan oleh Praisey Blessed. Gadis yang menyukai basket sejak usianya 8 tahun ini, tak keberatan bermain bola basket di bawah teriknya matahari. Bahkan ia sangat mencintai basket. “Aku waktu itu melihat, main basket itu bisa bergaul dengan banyak teman, ya, karena mainnya gak sendirian. Di mataku, keren banget,” katanya mengenang.

Itu pula yang membuat Praisey hingga saat ini belum merasakan kejenuhan sama sekali. “Olahraga ini kan bukan individual. Terus kalau latihan pasti ketemu dengan teman-teman. Jadi aku dapat mood booster kalau sama teman-teman,” senyum Praisey Blessed, peraih Juara Youth Basketball Tournament Singapore.

Kebosanan terhadap olahraga yang digeluti juga tidak menghampiri Ashaqila Leciashira K Sigar. Gadis manis ini menyukai olahraga baseball tanpa disengaja. Saat ia berusia 7 tahun, ia bersama dengan keluarga sedang berolahraga di seputaran Gelora Bung Karno (GBK). Saat itu, ia melihat sekelompok orang sedang bermain baseball di lapangan. Tak dinyana, ia langsung jatuh cinta.

Pemegang posisi pitcher (pelempar) ini punya kiat sendiri kalau merasa jenuh “Kalau misalnya lagi bosan, aku jeda latihan sehari. Tapi biasanya nih, kalau  sudah melihat teman-teman main baseball di lapangan, pasti langsung kepengin main juga,” ucap peraih Juara 1 Kejurnas Baseball U-12-2020.

Bentuk Karakter Positif

Ya, olahraga tidak hanya menjadi sarana rekreasi menyehatkan, tetapi juga aktivitas yang ditekuni sebagian orang untuk mengejar impian. Selain untuk kesehatan, banyak sekali manfaat dari berolahraga sejak usia muda, salah satunya untuk pembentukan karakter seperti menambah rasa percaya diri, mengasah kedisiplinan, sportivitas dan solidaritas.

Melalui olahraga skateboard yang ia tekuni, Bunga merasakan betul manfaatnya. “Aku bisa melatih mentalku lewat berkompetisi dan bertemu dengan orang baru, terus yang utama, bisa melatih kesabaran. Karena di skateboard pas latihan suka jatuh pas mau landing (mendarat), itu biasa ya, jadi harus ekstra sabar,” imbuh Bunga. Praisey merasakan hal sama. Lewat basket, ia terbentuk menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri Ia sangat anti membuang waktu sia-sia, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

#TaklukkanPanasmu

Tak hanya Bunga, Praisey dan Asha. Masih banyak perempuan-perempuan di luar sana yang bisa pula mengejar prestasi dan mimpinya. Reckitt Indonesia melalui merek Dettol turut menunjukkan dukungannya terhadap perempuan agar lebih berani menekuni bidang yang disukai dan mengejar impian mereka dengan  gerakan #TaklukkanPanasmu. Sejalan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 dengan tema #BreakTheBias, Dettol berharap Gerakan Indonesia #TaklukkanPanasmu dapat menginspirasi perempuan Indonesia agar lebih berani meraih impian mereka, salah satunya dalam olahraga, tanpa dihalangi rasa khawatir akan panas ataupun berkeringat.

Alvin Wiradarma, Senior Brand Manager Dettol Healthy Body

“Selain passion dan bakat, lingkungan yang mendukung juga merupakan salah satu faktor kunci yang dapat memotivasi seseorang untuk meraih impiannya. Sebagai bagian dari masyarakat sudah sepatutnya kita memberikan dukungan kepada generasi muda dan khususnya perempuan yang memiliki passion di bidangnya masing-masing, contohnya dalam berolahraga, dengan bersama-sama membangun perspektif bahwa setiap perempuan yang berani berjuang meraih mimpinya memiliki daya tarik masing-masing sekalipun saat Ia harus berpanas-panasan dan berkeringat,”  ujar Bapak Alvin Wiradarma, Senior Brand Manager Dettol Healthy Body .

Untuk menjaga kesegaran tubuh sebelum dan setelah berpanas-panasan dan berkeringat, baik Liliyana, Bunga, Praisey dan Asha menyatakan cara yang sama. Yakni, mandi setelahnya, tak lupa menggunakan perlengkapana mandi seperti sabun yang tepat, dan imbangi dengan produk perawatan tubuh lainnya.

Dan, kebutuhan tersebut dipenuhi oleh Dettol. Selain menggelar gerakan #TaklukkanPanasmu, Dettol juga mempersembahkan inovasi produk yang dapat mendukung masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kulitnya sehingga mereka dapat nyaman melakukan aktivitas berkeringat melalui Dettol Cool Body Wash, produk sabun cair antibakteri yang dapat memberi kesegaran pada kulit setelah beraktivitas dan berkeringat di bawah terik matahari dan melindungi tubuh dari kuman penyebab bau badan dan bakteri selama 12 jam serta memberikan sensasi dingin hingga 50C.

“Dengan adanya Gerakan Indonesia #TaklukkanPanasmu, kami harap dapat menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk berani mewujudkan mimpinya dalam bidang olahraga yang mereka sukai tanpa harus khawatir akan halangan panas dan berkeringat, untuk menjadi yang terbaik.  Karena banyak sekali potensi pada generasi muda Indonesia yang dapat dikembangkan, asalkan disertai dengan lingkungan yang kondusif,” tutup Bapak Alvin Wiradarma.

Nah, teman-teman, kamu jangan mau kalah ya dengan panas matahari dan keringat. Jangan sampai kamu menghindari olahraga yang kamu suka, hanya karena tak mau berurusan dengan panas dan keringat. Yuk bagi ceritamu dalam gerakan #TaklukkanPanasmu di sosial media, gapai mimpimu sekarang juga!

Foto: Efa, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *