Apa yang kalian lakukan jika melihat teman kesulitan? Diam saja, pura-pura tidak tahu, atau segera membantunya? Nah, jika segera membantunya, berarti kalian memiliki rasa empati yang tinggi. Inilah yang melatarbelakangi Yayasan Waroeng Imaji untuk kedua kalinya menggelar Operet Aku Anak Rusun (AAR) berjudul “Selendang Arimbi”.

Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” bercerita tentang seorang anak rusun bernama Arimbi, yang bercita-cita menjadi penari. Tantangan yang datang silih berganti, tidak menggetarkan Arimbi untuk tetap meraih cita-citanya. Didukung oleh teman-teman rusunnya yang berasal dari berbagai latar belakang suku, Arimbi menghadapi segala tantangan dengan positif. Tidak hanya belajar untuk fokus pada cita-cita, Arimbi juga belajar banyak hal mengenai solidaritas dan toleransi. Wah, seru, ya!

Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” sendiri sebenarnya telah diselenggarakan pada tanggal 16 November 2019 lalu di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Operet Aku Anak Rusun merupakan drama musikal seputar kehidupan anak rusun di Jakarta, yang diadakan oleh Soundkestra dan Yayasan Waroeng Imaji, atas inisiasi Ibu Veronica Tan dan bertujuan untuk mengembangkan dan memfasilitasi talenta anak rusun di bidang seni musik dan pertunjukan.

Toleransi, Solidaritas, dan Pantang Menyerah

Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” mengangkat nilai toleransi, solidaritas, semangat mewujudkan mimpi yang disajikan dalam tari dan lagu Indonesia serta melibatkan talenta anak-anak Indonesia dari 3 rusun dan mengikutsertakan 130 sebagai penari, 12 anak sebagai pemeran inti, dan 40 anak sebagai penyanyi anak yang dikoordinasi oleh Yayasan Gerakan Kepedulian Indonesia. Anak-anak tersebut dilatih oleh para pekerja seni yang mumpuni di bidang drama musikal salah satunya adalah Kak Andre Lizt seorang pengarah musik yang sudah terkenal.

Andre Lizt, pengarah musik

“Konsep Operet Aku Anak Rusun bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak-anak rusun untuk berkreasi di bidang seni. Ternyata, banyak anak-anak rusun yang memiliki talenta luar biasa dan masih bisa dikembangkan lagi. Setelah keberhasilan Operet Aku Anak Rusun yang pertama di tahun 2017, kami melihat konsep ini dapat terus dilanjutkan, sehingga tahun ini hadir dengan Operet Aku Anak Rusun 2. Konten Operet Aku Anak Rusun 2 yang berjudul “Selendang Arimbi” mengangkat nilai positif yang relevan dengan anak-anak dan masyarakat umum, seperti nilai toleransi, solidaritas, dan semangat mewujudkan mimpi. Kami optimis nilai-nilai itu penting untuk anak-anak dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” terang Ibu Veronica Tan, Inisiator Operet Aku Anak Rusun dan Founder Yayasan Waroeng Imaji.

Veronica Tan, Inisiator Operet Aku Anak Rusun dan Founder Yayasan Waroeng Imaji

“Karena nilai positif tersebut, kami bekerja sama dengan  KompasTV agar lebih banyak anak dan masyarakat Indonesia mendapat manfaat positif dari nilai-nilai yang terkandung dalam Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi”. Kali ini, bahkan mengemban misi lebih besar lagi, yaitu mendukung warga rusun yang terdampak Covid-19 melalui donasi dan lagu “Together for The World” yang juga inspiratif. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu anak-anak rusun yang terdampak Covid-19 khususnya di bidang edukasi dan pemenuhan gizi anak.  Kami sangat mengapresiasi kerjasama ini,” tambah Ibu Vero.

Dovieke Angsana, Producer & Artistic Director

Menurut Kak Dovieke Angsana, Producer & Artistic Director, untuk konser kali ini, ada 3 rusun yang ikut serta yaitu dari Rawa Bebek, Daan Mogot, Pulo Gebang, dan mengikutsertakan 130 anak sebagai penari, 12 anak sebagai pemeran inti, dan 40 anak sebagai penyanyi. “Kami mendapatkan dukungan dari Gerakan Kepedulian Indonesia sebagai koordinator rusun dan tim dari Gloriamus yang melaksanakan pelatihan paduan suara. Akan ada sekitar 20 lagu-lagu Indonesia, yang berbeda dari musikal kami yang pertama, termasuk lagu anak-anak, tradisional, dan bahkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Chrisye ataupun Koes Plus. Lagu-lagu tersebut diaransemen ulang oleh Soundkestra dan dikemas dengan berbagai genre yang lebih modern. Lagu-lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Marilah Kemari, Padang Bulan, dan rangkaian medley lagu anak-anak seperti Anak Kambing Saya, Naik-naik ke Puncak Gunung, Semut-semut Kecil, dan banyak lagi, yang mungkin sudah tidak dikenal oleh anak-anak zaman sekarang,” papar wanita yang akrab disapa Kak Dodo.

Indahnya Jika Saling Menolong

Penulis naskah cerita Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” Kak Vanda Parengkuan, mengatakan, drama musikal AAR “Selendang Arimbi” ini dipersembahkan khususnya untuk dua kelompok anak-anak yaitu; anak-anak rusun yang memainkan drama musikal ini di panggung, dan anak-anak lainnya yang menonton pertunjukan ini. “Melalui dialog tokoh-tokoh cerita, alur cerita, lagu, dan tarian, diharapkan, baik anak-anak yang berperan di panggung, maupun anak-anak penonton, semuanya bisa belajar tentang berbagai karakter manusia, budaya, cara berpikir, dan cara mengatasi masalah. Melalui drama musikal ini, semoga anak-anak bisa belajar berempati, saling menolong pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan. Sejak usia dini, belajar tentang bersahabat dalam keragaman. Juga belajar untuk pantang putus asa dalam mencapai cita-cita. Nilai-nilai itu juga yang melatarbelakangi terciptanya lagu “Together For The World”. Kami mengajak semua masyarakat, melalui lagu, untuk tetap semangat dan pantang putus asa menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Vanda Parengkuan, penulis naskah cerita Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi”

Dari Anak Rusun, Oleh Anak Rusun, dan Untuk Anak Rusun

Pandemi Covid-19 telah memberi dampak di berbagai bidang, terutama ekonomi. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah warga yang tinggal di rusun. Berangkat dari empati kepada mereka yang terdampak Covid-19 secara ekonomi tersebut, maka pada saat penayangan Operet Aku Anak Rusun “Selendang Arimbi” di KompasTV pada Sabtu dan Minggu,  25 dan 26 Juli 2020 pukul 15.00-16.00 WIB, akan dibuka ruang bagi masyarakat untuk memberi donasi. “Donasi ini juga nantinya akan digunakan untuk pendidikan anak-anak rusun. Jadi, dari anak rusun, oleh anak rusun, dan untuk anak rusun,” ungkap Kak Dodo.

P. Arief Prihantoro, GM Programming KompasTV

“Karena durasi operet ini cukup panjang, kami menayangkannya dua kali yaitu pada Sabtu dan Minggu,  25 dan 26 Juli 2020 pukul 15.00 – 16.00 WIB. Masyarakat juga bisa mendukung warga rusun yang terdampak covid-19 secara ekonomi dengan donasi melalui Rekening Sumbangan BCA 012.302143.3 atas nama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dari tanggal 25 Juli – 1 Agustus 2020,” kata Bapak P. Arief Prihantoro, GM Programming KompasTV.

Oh iya, selain menayangkan operet di layar TV, akan dirilis juga lagu berjudul “Together for The World” yang merupakan kolaborasi antara Soundkestra dengan Ibu Veronica Tan & Nathania serta melibatkan beberapa talenta anak rusun dan sudah tersedia di YouTube mulai Senin, 20 Juli 2020.

Foto: Novi, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *