Seperti apa, ya, Kids perjalanan sejarah kuliner di Jepang? Hoshino Resorts mengangkat kembali nilai-nilai pada bahan makanan dengan menyampaikan daya tarik budaya makanan Jepang melalui menu yang terinspirasi dari sejarah.

Hoshinoya Tokyo adalah ryokan (penginapan dengan fasilitas dan bangunan berarsitektur Jepang), menggabungkan gaya Jepang otentik dan kenyamanan modern yang cocok untuk masyarakat saat ini. Nah, Nippon Cuisine adalah hidangan lengkap yang menggabungkan bahan-bahan yang diperoleh dari kekayaan alam Jepang dengan teknik kuliner Prancis. Berfokus pada bahan dasar ikan, -tulang punggung budaya makanan Jepang-. Mulai dari jenis ikan yang jarang terpakai dalam masakan Prancis hingga bagian-bagian yang sering dibuang pun diolah menjadi hidangan Nippon Cuisine.

Executive Chef Noriyuki Hamada

Executive Chef Noriyuki Hamada mengemukakan gagasan bahwa bahan-bahan alami yang telah ada di Jepang sejak zaman kuno, kemudian ia menciptakan konsep masakan berpusat pada ikan dan sayuran, yang merupakan bahan alami di Jepang. Chef Hamada juga menambahkan unsur waktu dalam Nippon Cuisine, karena Jepang baru saja mengubah nama era dan memasuki era baru pada bulan Mei lalu. Masakan ini terinspirasi oleh bahan-bahan dan metode kuliner yang digunakan di setiap era, dan Chef Hamada berharap dapat menyampaikan sejarah dan keunikan budaya makanan Jepang serta memberikan dorongan kepada para tamu untuk mengingat kembali nilai-nilai penting dalam makanan Jepang.

Masakan keong berbentuk fosil Ammonoid

Berikut adalah 3 elemen dalam hidangan Nippon Cuisine:

  1. Menelusuri sejarah budaya makanan Jepang. Menu spesial musim gugur yang mengikuti perubahan budaya makanan Jepang dengan setiap hidangan akan ditawarkan. Mulai dari zaman prasejarah, berbagai makanan muncul di Jepang seiring perjalanan waktu. Bermula dari masakan yang berpusat pada nasi, ikan, dan alat tembikar, hingga terjadinya westernisasi di zaman modern. Dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup, menu ini disusun oleh koki Hamada, menggunakan bahan dan teknik unik untuk setiap era dari masa lalu hingga masa sekarang, seperti Ammonite fossil-style conch, masakan keong berbentuk fosil Ammonoid yang mencerminkan zaman Paleolitik, dan Clay-styled splendid afonsino, ikan panggang yang terinspirasi oleh teknik memanggang di dalam tanah liat dari zaman Yayoi.
  2. Penghubung dan penerus ke generasi mendatang. Di pasar Tokyo, di mana barang-barang kelas atas dikumpulkan dari seluruh dunia, ikan kelas tinggi yang langka dijual dengan harga tinggi, sementara ikan kecil dianggap tidak berharga bahkan ada yang sampai dibuang. Ratusan jenis sayuran yang unik di Jepang menghilang setiap tahunnya karena masalah spesies dan kurangnya penerus kebun. Melalui pekerjaanya sebagai koki, Chef Hamada menemukan begitu banyaknya bahan makanan dan ia sadar bahwa pentingnya menemukan nilai baru dalam hal-hal yang tampaknya tidak berharga agar dapat dilestarikan untuk generasi mendatang. Dengan menyediakan bahan-bahan yang dipilih oleh Hamada sendiri, Hoshino Resorts ingin memperkenalkan bahan makanan yang belum diketahui masyarakat ke seluruh dunia.
  3. Ruang makan dan peralatan makan. Ruang makan di lantai B1 HOSHINOYA Tokyo memiliki desain dinding yang mengesankan, mengingatkan pada struktur lapisan bumi. Tidak hanya hidangannya saja, tetapi peralatan makannya pun terinspirasi dari masing-masing era juga, sehingga para tamu akan merasakan pengalaman kuliner dari masa lampau hingga sekarang. Menarik ya Kids, sejarah kuliner di Jepang…

(Photo Courtesy: ©Hoshino Resorts)

 

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *