Lula dan Kila adalah kakak beradik yang tinggal di Negeri Loka. Mereka pandai membuat musik dan memainkan seruling. Lula selalu meremehkan Kila dan menganggap dirinya paling hebat.

Pada suatu hari, hujan turun terus menerus, membuat penduduk panik. Pemimpin Negeri Loka mencari tahu penyebab bencana yang aneh itu.

“Penduduk Negeri Loka, Dewi Langit menangis karena bermusuhan dengan sahabatnya, Dewi Bunga. Inilah sebab hujan turun terus menerus,” cerita pemimpin Negeri Loka. ”Aku akan membuat hujan berhenti. Semua tahu, aku bisa membuat dan memainkan musik yang indah. Pasti aku bisa membuat Dewi Langit gembira dan hujan berhenti,” ujar Lula angkuh.

Tak lama, Lula selesai membuat musik. Dia meminta penduduk Loka berkumpul dan mulai memainkan nada-nada riang dengan serulingnya. Ketika selesai, semua orang bertepuk tangan. Tapi, hujan malah semakin deras. Musik Lula gagal membuat Dewi Langit ceria.

Kemudian, giliran Kila yang mencoba membuat musik. Sebelumnya, ia menemui Dewi Langit dan Dewi Bunga. “Aku ingin berbaikan dengan Dewi Bunga, tapi harus dia yang meminta maaf,” ucap Dewi Langit. Namun, Dewi Bunga tidak mau minta maaf lebih dulu.

Kila pun memutuskan untuk membuat musik syahdu yang mengingatkan kedua dewi itu akan persahabatan mereka. Dengan seruling, Kila memainkan musik untuk Dewi Langit dan Dewi Bunga. Kedua dewi itu terharu dan segera berbaikan.

Dewi Langit pun berhenti menangis. Penduduk Negeri Loka bergembira. “Aku selalu menganggap musikku yang terindah. Tapi, musik yang indah adalah musik yang mampu menggerakkan hati pendengarnya,” tutur Lula pada Kila. “Mulai sekarang, mari menciptakan musik indah bersama, Kak!” seru Kila.(Seruni/Ares/Ilustrasi: Putri)

, ,
You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *