Fajri, murid kelas 5 SD, dikenal sebagai murid yang nakal di sekolahnya. Ia selalu membuat keributan dan membuat orang di sekitarnya kesal. Contohnya hari ini. Fajri bersama beberapa temannya, berencana untuk mengambil buah rambutan di kebun milik orang lain yang berada di samping sekolah.

“Teman-teman, jam istirahat nanti, kita main ke luar, yuk!” ajak Fajri pada teman-temannya. “Memangnya mau kemana, Jri?” tanya Doni salah satu temannya. “Kita ke kebun sebelah yuk, kita ambil rambutan di sana. Tadi aku lihat banyak sekali buahnya,” tambah Fajri. “Ah, aku takut diomelin, Jri. Lagipula itu kan tidak baik, sama saja kita mencuri,” ujar temannya yang lain.

Meski sudah sering dimarahi oleh para guru di sekolahnya, namun Fajri tidak pernah takut ataupun kapok. Ia tetap saja membujuk teman-temannya untuk ikut.

Seperti yang direncanakan, saat jam istirahat tiba, Fajri dan teman-temannya mengendap-endap pergi ke kebun untuk mengambil buah rambutan. Sebelum masuk ke kebun, Fajri dan teman-temannya celingak celinguk takut kalau-kalau ada pemilik kebun. “Sepertinya, yang punya kebun sedang tidak ada,” bisik Fajri pada teman-temannya.

“Ayo teman-teman, kita serbu. Tapi, pelan-pelan ya, biar tidak ada yang melihat kita,” ucap Fajri. Meski agak takut-takut, namun teman-teman Fajri tetap mengikuti langkah Fajri. Setelah kondisi dirasakan aman, satu per satu mereka mulai memanjat pohon rambutan.

Saking asyiknya memetiki buah rambutan, tak sengaja tangan Fajri menyenggol sarang lebah. Lebah-lebah itu pun keluar dari sarangnya dan menyerang Fajri dan teman-temannya. Fajri dan teman-temannya yang ketakutan, segera berhamburan turun dari pohon. Fajri yang buru-buru turun dari pohon, terpeleset jatuh. “Aduuuh… dasar lebah sialan, kita jadi celaka gini,” gumam Fajri.

Suara berisik Fajri dan teman-temannya pun terdengar oleh pemilik kebun. “Hei! Siapa itu yang di sana?” teriak Pak Trisno si pemilik kebun sambil menghampiri Fajri dan teman-temannya. “Kalian ini sedang apa?” tanya Pak Trisno. “Kalian dari sekolah mana, biar nanti saya laporkan ke Kepala Sekolah-nya!” marah Pak Trisno. “Ki..ki..kita dari sekolah sebelah, Pak,” jawab Fajri ketakutan sambil menahan sakit karena jatuh dari pohon dan disengat lebah.

“Kalian tahu apa yang kalian perbuat ini? Ini sama saja mencuri,” ucap Pak Trisno. “Baiklah, sebelum kalian Bapak laporkan pada Kepala Sekolah kalian, terlebih dahulu kalian akan Bapak hukum!” kata Pak Trisno. “Kalian harus membersihkan kebun ini. Bersihkan daun-daun yang jatuh dengan tangan kalian!” seru Pak Trisno.

“Seluas ini kita yang bersihkan, Pak?” ujar Fajri dan teman-temannya. “Iya benar, kalian harus tanggung jawab dengan perbuatan kalian, agar kalian tidak mengulanginya lagi,” jelas Pak Trisno.

Fajri dan teman-temannya pun mulai membersihkan kebun itu. Setelah selesai membersihkan kebun, Pak Trisno langsung mengantarkan Fajri dan teman-temannya ke sekolah.

Sampai di sekolah, Pak Trisno segera menemui Pak Robby sang Kepala Sekolah. Pak Trisno pun segera menceritakan apa yang telah diperbuat oleh Fajri dan teman-temannya. “Aduuh! Fajri! Kamu lagi kamu lagi. Kenapa tidak ada kapoknya sih kamu?” ucap Pak Robby. “Iya, Pak, saya minta maaf,” sesal Fajri yang masih kesakitan karena sengatan lebah.

“Kami minta maaf, Pak, atas perbuatan murid kami,” ucap Pak Robby pada Pak Trisno. “Iya, sudah saya maafkan, tetapi lain kali jangan sampai saya melihat kejadian seperti ini lagi,” kata Pak Trisno. “Baik, Pak, kami akan jaga anak-anak kami lebih baik lagi,” ucap Pak Robby.

Meski Fajri dan teman-temannya sudah menyesal, namun masih ada satu hukuman lagi dari Kepala Sekolah yang harus mereka jalani. “Kalian semua harus membersihkan lapangan sekolah dengan kedua tangan kalian sampai bersih. Bagaimanapun caranya,” ujar Pak Robby memberi hukuman.

Fajri dan teman-temannya pun harus menjalani hukuman membersihkan lapangan. “Aku sekarang benar-benar kapok. Aku janji tidak akan pernah mengulangi kesalahan seperti ini lagi. Sudah jatuh ketiban tangga, aku benar-benar kapok,” sesal Fajri.

(Cerita: Just For Kids/ Ilustrasi: Just For Kids)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *