Hari Senin, Ani dan sahabatnya Meta tertegun ketika masuk ke kelas. Di dekat papan majalah dinding kelas, ada tambahan meja, kursi, dan ada anak baru yang duduk di sana!

“Eh, halo! Kamu murid baru, ya? Namanya siapa?” tanya Ani antusias. “Halo juga, namaku Indi, kita jadi teman, yaa!” jawab si murid baru, senang. “Iya Indi, namaku Meta, temannya Ani, ayo kita berteman!” tambah Meta semangat.

Ketika jam pelajaran pertama dimulai, Ibu Dina guru wali kelas Ani, Meta, dan Indi memperkenalkan Indi secara resmi. Rupanya, Indi adalah murid pindahan dari suatu daerah yang pernah didengar Ani sebelumnya.

Istirahat siang tiba. Ani dan Meta makan bekal bawaan mereka, bersama di ruang kelas. “Dimana ya aku pernah mendengar tempat Indi sekolah dulu?” tanya Ani. “Kan pernah ada di berita baru-baru ini. Yang terkena bencana alam,” jawab Meta. “Oh iya!” seru Ani.

“Eh ngomong-ngomong Indi dimana ya? Katanya janji mau makan bareng kita…” kata Ani. Tapi, sampai bel istirahat siang berakhir, Indi belum terlihat.

Indi baru masuk, saat jam pelajaran hampir dimulai. “Indi, kamu dari mana?” tanya Meta. Rupanya, Indi berbincang terlebih dahulu dengan Ibu Dina, wali kelas mereka.

Ibu Dina mengajar geografi. “Ngomongin apa?” tanya Ani ingin tahu. “Geologi,” jawab Indi. Meta dan Ani berpandangan, bingung. Mereka belum pernah mendengar kata itu!

Setiap akan makan siang atau pulang bersama, Meta dan Ani selalu mengajak Indi. Tapi, Indi selalu saja bilang dia tidak bisa. Indi selalu menggunakan kesempatan-kesempatan itu  untuk berbincang dengan Ibu Dina.

“Ah, menyebalkan! Katanya Indi mau akrab dengan kita?! Tapi kok dia selalu menolak ajakan kita?” kata Meta kesal. Ani yang tadinya bersabar, juga jadi tidak suka dengan kelakuan Indi.

Suatu sore di sekolah, Indi mendatangi Meta dan Ani yang sedang berada di perpustakaan lantai 3 sekolah. Dia mengajak mereka pulang bersama. Tapi, Meta dan Ani menolak ajakan Indi. Mereka ingin Indi merasakan sedihnya ditolak.

Tiba-tiba, Meta dan Ani merasakan sesuatu yang aneh. Lantai yang mereka pijak seperti oleng. Pikiran Meta dan Ani langsung memegang kepalanya. Goncangan semakin keras, dan mereka berdua terjatuh.

“GEMPA!” teriak Indi. Kemudian dengan kekuatan yang mencengangkan, Indi menarik Meta dan Ani berlindung di bawah meja baca perpustakaan. BRAK! Tepat setelah itu, sebuah lemari buku besar, jatuh tepat di tempat Meta dan Ani tadi berdiri.

Entah berapa lama goncangan gempa terjadi. Meta dan Ani tidak bisa berpikir karena panik ketakutan. Tak lama setelah goncangan berhenti, Meta dan Ani mendengar suara Ibu Dina memanggil-manggil nama mereka.

“Kami di perpustakaan, Bu!” seru Indi lantang. Ibu Dina datang dengan para petugas keamanan sekolah. Mereka membantu mengeluarkan Meta, Ani, dan Indi dari perpustakaan yang penuh dengan buku berserakan dan rak-rak buku yang berjatuhan.

Setelah berhasil keluar perpustakaan, Meta, Ani, dan Indi saling berpelukan sambil menangis. “Indi, maafkan kami ya… kalau tidak kamu tolong, kita sudah celaka…” kata Meta dan Ani. “Aku juga minta maaf… aku akan cerita semua tentang diriku,” kata Indi.

Ternyata, Indi pernah mengalami gempa besar di tempatnya tinggal dan bersekolah dulu. Karena itulah, dia bertekad untuk mengetahui semua pengetahuan tentang gempa dari Ibu Dina.

Mendengar ini, Meta dan Ani jadi tergugah. Sekarang, mereka juga ikut dengan Indi kalau dia ingin berbincang dengan Ibu Dina.

“Indonesia negara kita adalah negara yang rawan dengan gempa. Hal ini bukan untuk ditakuti tapi untuk dihadapi. Semakin banyak kita mengetahui apa yang menyebabkan gempa terjadi dan bagaimana cara menghadapinya, kehidupan kita di masa depan akan jadi lebih aman dan baik,” kata Ibu Dina.

Meta, Ani, dan Indi mengangguk setuju. “Aku ingin belajar lebih banyak lagi tentang geografi dan geologi, itu ilmu yang mempelajari bumi, dan sangat berkaitan dengan bencana,” kata Indi. “Kami juga mau!” seru Meta dan Ani bersemangat.

Akhirnya, dengan cara inilah persahabatan Indi dengan Meta dan Ani terjalin erat!

 

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *