Penyanyi Raisa Andriana tak hanya cantik, namun juga banyak menorehkan prestasi. Suara merdu dan paras ayunya banyak digilai para penggemar musik tanah air. Baru-baru ini di ajang penghargaan bergengsi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2021, ia sukses memborong tiga piala sekaligus, yakni Artis Solo Wanita Pop Terbaik, Album Terbaik, dan Karya Produksi Terbaik.

Pencapaian tersebut tentu sangat membanggakan, ya, Moms. Sebagai seorang wanita karir sekaligus ibu, patut jika Raisa dijadikan sebagai role model atau panutan kesuksesan bagi perempuan-perempuan muda Indonesia di manapun berada.

Ya, meski zaman sudah semakin modern, namun ada saja suara sumbang atau stigma negatif yang masih dilekatkan sebagian orang pada sosok perempuan. Hal ini, disadari atau tidak, bisa memberikan pengaruh. Sehingga tak jarang, beberapa perempuan yang ada di tengah masyarakat tidak terpikir untuk memiliki mimpi, apalagi mewujudkannya. Misalnya saja, anggapan bahwa wanita juga nanti ujung-ujungnya akan ke dapur alias mengurus rumah tangga, jadi tidak perlu sekolah terlalu tinggi atau sibuk meniti karir, dan sebagainya.

Ternyata Raisa juga tak luput dari suara sumbang. Misalnya saja nih, sepele. Ada yang kerap bertanya soal anaknya saat ia bekerja, “Oh kamu kerja, terus anak kamu sama siapa dong? Aduh, aku kan seorang ibu, ya. Jadi, sebelum pergi kerja, tentu udah aku pastikan anakku akan terawat dengan baik,” ujar Raisa Andriana dalam acara talk show peluncuran kampanye #TakTerhentikanTukBerkilau yang digelar oleh Sunsilk secara virtual, Senin (22/11).

Raisa Andriana, Penyanyi dan Brand Ambassador Sunsilk

Di luar sana, ujar Raisa, banyak perempuan yang menghadapi stigma negatif yang jauh lebih berat. Bahkan, tak jarang, stigma negatif itu diucapkan oleh seorang perempuan juga. Terkait hal ini, ia berpendapat, terkadang perempuan terlalu memberi tekanan berat pada dirinya sendiri. “Cewek-cewek kadang suka under pressure sama dirinya sendiri. Misalnya, aduh kalau aku nggak nurutin apa kemauan orang, nanti aku dihujat. Tapi kalau kita melakukan, ada lagi yang menghujat, dan sebagainya,” katanya.

Untuk itu, Raisa berpesan untuk tidak terlalu memikirkan apa kata orang lain. “Cintai dirimu sendiri, berikan yang terbaik demi diri sendiri, bukan untuk orang lain,” katanya. Lebih lanjut, ia berbagi kiat cara meraih mimpi dan mewujudkannya. “Langkah pertama adalah jangan takut bermimpi,bermimpilah setinggi mungkin. Jangan menyerah di awal, kalau bermimpi saja nggak berani, itu sudah merupakan kunci kegagalan,” katanya.

Dalam meraih dan mewujudkan mimpinya, Brand Ambassador Sunsilk ini membagi 3 tips:

  1. Temukan Jati Dirimu

Bagi Raisa, hal ini sangat penting. “Cari tahu apa yang benar-benar mau kita lakukan dan apa yang tidak. Jadi, misalnya kita mau mengambil satu jalan, mungkin banyak orang sekitar kita tak setuju.Tapi kita melakukannya karena kita tahu benar bahwa itu jalan yang kita mau, jadi kita melakukannya dengan lebih pasti. Jadi, temukan jati dirimu. Selain itu, jadilah diri sendiri, kenali diri sendiri, apa kekurangan dan kelebihan, apa batasan yang kita buat, dan sebagainya,” katanya.

  1. Miliki Passion

Passion merupakan gairah serta semangat menggebu untuk mencapai sebuah tujuan. Hal ini sangat penting dimiliki dalam mewujudkan mimpi. “Kalau kita punya passion, maka apapun halangan di depan kita, akan terasa lebih ringan dilewati. Bayangkan kalau kita mengerjakan sesuatu tanpa passion dan tidak dari hati, maka jika ada rintangan, kita jadi lebih mudah menyerah,” ujar Raisa.

  1. Ambil Kekuatan dari Dukungan Orang Terdekatmu

Dukungan atau support system bagi Raisa tak kalah penting. Ini sangat besar artinya bagi seseorang yang berjuang untuk meraih mimpi. “Aku tipikal orang yang butuh disupport sama sekeliling. Jadi kalau aku hampir menyerah, aku ‘diangkat’ lagi, didukung lagi, disuntikkan lagi semangatnya. Miliki atau cari support system yang solid, itu akan sangat membantu kamu untuk meraih tujuan dan mimpi-mu,” katanya.

Inez Kristanti, M.Psi, psikolog klinis

Pada kesempatan yang sama, Inez Kristanti, M.Psi, seorang psikolog klinis yang memiliki kepedulian terhadap isu gender, mendukung pernyataan Raisa tadi. Perempuan, ujar Inez, bisa tetap berkilau terlepas dari segala stigma negatif yang mengepung.

Ia pun berpesan kepada perempuan-perempuan muda di Indonesia, untuk menerapkan KILAU dalam meraih mimpi dan mewujudkannya. Apa saja?

K = Kenali potensi diri dan jati diri. “Supaya kita nggak mudah terombang-ambing saat ada rintangan menghadang. Tingkatkan pula potensi diri dengan keterampilan atau kemampuan lebih, bisa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,” katanya.

I = Ikuti passion. Lakukan sesuatu hal itu dari hati, jadi bukan untuk sekedar menyenangkan kemauan orang lain. “Kalau kita tidak happy melakukannya, nggak baik juga buat diri kita sendiri,” imbuh Inez.

L =  Lakukan secara konsisten. Jika pernah jatuh atau gagal saat mencoba, itu hal wajar dan lumrah.Semua orang pernah mengalaminya. Jadi, jangan gampang menyerah.

A = Ajarkan pada generasi setelahmu apa ilmu positif yang kamu dapat

U = Ucapkan pada diri sendiri setiap hari, bahwa kamu bisa meraih mimpimu

Sebagai salah satu produk yang lekat dengan perempuan, Sunsilk menyatakan dukungannya kepada perempuan Indonesia dengan meluncurkan kampanye ##TakTerhentikanTukBerkilau. Salah satu rangkaian programnya adalah bekerja sama dengan NGO global dan Girl Rising menyelenggarakan workshop ‘Kilaukan Mimpimu’ yang menjangkau 15.000 perempuan di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Umum, dan pesantren.

Sunsilk juga bekerjasama dengan Skill Academy dari Ruangguru membekali perempuan Indonesia dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih mimpi melalui https://sunsilk.skillacademy.com/. Kerja sama ini hadir dalam bentuk kelas soft skill berupa rangkaian kelas online gratis dari para expert agar perempuan Indonesia berani bermimpi dan mewujudkannya.

Foto: Ist

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *