Pepsodent Active Defense Mouthwash dengan Teknologi CPC Terbukti Bantu Kurangi Jumlah Virus Corona

Indonesia masih berjuang melawan Covid-19. Total kejadian kasus positif COVID-19 di negara kita telah menembus angka 592.000 dengan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara, yaitu lebih dari 18.000 orang.

Dijelaskan oleh drg. Tritarayati, SH, MHKes. selaku Ketua Komite Kesehatan Gigi dan Mulut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masih banyak masyarakat yang salah paham mengenai risiko penularan COVID-19. Hal ini didukung oleh hasil riset yang dilakukan Nielsen dan UNICEF, 71% responden mengira penularan hanya melalui batuk atau bersin karena virus SARS-CoV-2 bersarang di saluran pernapasan. “Padahal selain di saluran pernapasan, banyak riset menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 juga terdapat di rongga mulut orang yang terinfeksi, terutama di air liur. Hal ini harus kita waspadai karena di dalam 1 ml air liur terdapat lebih dari 1 juta partikel virus. Sementara, data terbaru dari CDC menunjukkan bahwa lebih dari 50% penyebaran virus SARS-CoV-2 berasal dari kasus konfirmasi tanpa gejala yang berada di sekitar kita,” katanya.

Menanggapi fakta ini, Unilever memprakarsai sebuah studi secara in vitro yang dilakukan di Laboratorium Microbac di Amerika Serikat untuk mengukur efektivitas beberapa jenis obat kumur (mouthwash), termasuk Pepsodent Active Defense Mouthwash dengan teknologi cetylpyridinium chloride (CPC). Hasilnya, berkumur selama 30 detik menggunakan produk ini mampu mengurangi ≥99.9% jumlah virus SARS-CoV-2. Dibandingkan yang lainnya, dalam studi ini hanya teknologi CPC yang menunjukkan hasil yang konsisten dan positif.

(kiri – kanan) Para pembicara dalam diskusi Pepsodent Active Defense, drg. Tritarayati, SH, MHKes. – Ketua Komite Kesehatan Gigi dan Mulut Kementerian Kesehatan RI, dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. – Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Dr. drg. Armelia Sari Widyarman, M.Kes. – Dokter gigi dan Peneliti, dan Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. – Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation (UIF)

Selain itu, teknologi CPC telah dikenal oleh industri perawatan gigi dan mulut karena kemampuannya dalam mengurangi bakteri, mencegah plak gigi dan peradangan gusi tanpa mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam rongga mulut.

“Sebagai brand yang selalu berupaya melindungi senyum sehat keluarga Indonesia melalui berbagai inovasi, kami berharap keunggulan dari Pepsodent Active Defense Mouthwash yang mengandung CPC dapat merawat kesehatan gigi dan mulut sekaligus menjadi cara tambahan yang potensial untuk membantu mengurangi transmisi COVID-19,” ujar Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation.

Ia menambahkan, Pepsodent Active Defense Mouthwash bisa digunakan mulai usia 12 tahun ke atas. “Mengurangi jumlah virus di mulut dipercaya dapat membantu mengurangi penularan. Berbagai temuan menunjukkan bahwa mouthwash berpotensi menjadi tambahan penting untuk tindakan perlindungan 3M, seperti mencuci tangan, menjaga jarak secara fisik, dan mengenakan masker,” imbuh Drg. Mirah.

Unilever telah mempublikasikan hasil penelitian sebelumnya tentang efek mouthwash yang mengandung CPC pada pengganti virus corona di platform riset biologi Biorxiv, yang juga memperlihatkan bahwa Pepsodent Active Defense Mouthwash yang mengandung 0,07% CPC bekerja efektif mengurangi jumlah virus SARS-CoV-2 hingga 99,9% dengan menargetkan dan menghancurkan selubung lipid dari virus tersebut. Dalam studi yang membandingkan produk ini dengan produk mouthwash yang mengandung etanol, campuran enzim, dan zinc sulfat ini, hanya teknologi CPC yang hingga saat ini menunjukkan hasil yang konsisten dan positif.

Dr. drg. Armelia Sari Widyarman, M.Kes. selaku Dokter Gigi dan Peneliti berkomentar, “Kami mengapresiasi studi yang dilakukan oleh Pepsodent sebagai bentuk kepedulian untuk membantu melindungi masyarakat di tengah pandemi ini. Hasil studi ini didukung oleh sebuah uji klinis dari sekelompok peneliti independen di Singapura yang melibatkan sejumlah penderita COVID-19. Uji klinis tersebut memperlihatkan bahwa berkumur dengan mouthwash yang mengandung CPC dapat mengurangi jumlah virus SARS-CoV-2 secara signifkan setelah berkumur selama 30 detik, dan efeknya bertahan selama 6 jam.”

Studi awal ini menginspirasi Pepsodent untuk mendonasikan 50.000 produk Pepsodent Active Defense guna memberikan perlindungan tambahan kepada para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam upaya menekan laju transmisi COVID-19. Donasi ini akan diberikan ke Rumah Sakit rujukan di wilayah Jabodetabek dan Wisma Atlet Kemayoran.

Foto: Ist

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *