Masih kerap terjadi, asuransi dipandang sebagai kebutuhan terakhir bagi sebagian besar masyarakat. Termasuk ke dalam golongan ini, adalah generasi z dan milenial, yang memilih menghabiskan uang mereka pada hal lain. Keadaan ini juga didorong oleh banyaknya pemahaman yang keliru terkait asuransi di masyarakat.

Diuraikan oleh Bianto Surodjo, Business Director Allianz Life Indonesia, menurut data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), literasi keuangan masih relatif rendah di Indonesia, khususnya untuk produk asuransi. “Penetrasi asuransi sendiri baru mencapai angka 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Angka ini merupakan angka yang  rendah dibandingkan negara-negara tetangga kita seperti Singapura misalnya,” imbuhnya saat membuka acara tahunan media workshop bertajuk “Life & Health Insurance 101: Do’s & Don’ts Sebelum dan Saat Memiliki Asuransi” yang digelar oleh Allianz Indonesia secara daring, Rabu (16/11/22).

Bianto Surodjo, Business Director Allianz Life Indonesia

Tak tinggal diam, guna meningkatkan kesadaran dan penetrasi asuransi di Indonesia, Allianz Indonesia terus melakukan berbagai inisiatif, baik itu kegiatan literasi melalui program CSR, maupun edukasi secara rutin kepada nasabah dan masyarakat luas melalui media sosial serta aktivitas lainnya yang melibatkan media, termasuk media workshop.

4 Pemahaman Keliru

Dalam kesempatan itu, Himawan Purnama, Chief Product Officer Allianz Life Indonesia yang turut hadir sebagai pembicara menyatakan, bahwa ada beberapa pemahaman yang masih salah di kalangan masyarakat Indonesia terkait asuransi. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Asuransi dianggap sama dengan menabung

Ini pemahaman yang keliru Moms Dads. Asuransi itu adalah proteksi atau perlindungan, bukan tabungan. “Analoginya ibarat punya satpam di rumah. Kita perlu bayar gajinya setiap bulan untuk menjaga rumah agar tidak kemalingan misalnya. Tapi mungkin timbul pertanyaan,  jika rumah tidak kemalingan, untuk apa bayar satpam? Nah, cara berpikirnya bukan seperti ini. Justru, dengan membayar satpam, kita memiliki ketenangan karena satpam menjaga keamanan di rumah kita, kita merasa terlindungi,” imbuh Himawan.

Nah, asuransi juga begitu! Asuransi tidak gratis, ada biaya yang harus dikeluarkan untuk meraih perlindungan dan rasa aman tadi.

  1. Asuransi dianggap sebagai investasi

Tak jarang orang menganggap bahwa asuransi adalah investasi sehingga jika tidak melakukan klaim, maka seseorang itu akan rugi. Imbasnya, ia akan memikirkan atau melakukan aneka cara untuk bisa mendapatkan uangnya kembali. Perlu dicatat, asuransi tidak sama dengan investasi yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dalam bentuk uang.

  1. Membeli asuransi hanya sekadar “punya”tanpa mengetahui jenis produk dan cakupan polis

Eits, salah besar jika membeli asuransi hanya berdasarkan emosi atau ikut-ikutan belaka. Sebelum membeli asuransi, Himawan mengimbau ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sesuaikan dengan kebutuhan. “Pahami dulu kebutuhannya apa, karena hal ini bisa jadi berbeda pada tiap orang. Selain itu, ketahui juga jenis-jenis asuransinya. Ada banyak sekali asuransi misalnya saja asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.” terang Himawan.

Himawan Purnama, Chief Product Officer Allianz Life Indonesia

Dalam memilih asuransi, hendaknya calon nasabah mengerti betul jenis asuransi yang ia pilih. Untuk itu, Himawan menyarankan jangan ragu bertanya kepada agen asuransi dan meminta penjelasan. “Pahami jenis asuransi dan pahami juga kondisi finansial. Sebab, asuransi adalah jangka panjang. Jangan sampai semangat di awal-awal tetapi di tengah-tengah perjalanan mengganggu kondisi keuangan, jadi harus sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan,” imbuhnya.

  1. Membeli asuransi tanpa mengetahui apakah sudah sesuai kebutuhan

Dalam memilih asuransi, hendaknya berkaca dahulu pada posisi dalam tahap kehidupan kita. “Stage of life-nya sedang berada di mana. Misalnya nih, jika berada di tahap yang masih muda, single dan sehat, tidak ada tanggungan apapun selain diri sendiri, berarti kebutuhan biaya kesehatan yang mau kita lindungi. Jadi, sewaktu-waktu misalnya sakit, ia terlindungi dengan asuransi kesehatan,” terang Himawan.

Mengapa ini penting? Bayangkan saja, kita tak pernah tahu kapan musibah datang. Ketika masih muda dan mengumpulkan uang untuk membeli rumah atau biaya pernikahan misalnya, tiba-tiba terjadi keadaan tak terduga yakni jatuh sakit dan butuh biaya besar untuk rumah sakit, operasi dan pengobatan. Nah, dengan adanya perlindungan kesehatan, biaya yang sedang dikumpulkan  untuk membeli rumah atau persiapan pernikahan, tetap aman karena tidak dialokasikan untuk biaya rumah sakit atau pengobatan yang sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Namun, berbeda kasus lagi bagi kalangan yang sudah menikah, seperti Moms dan Dads. Ketika berumah tangga, apalagi memiliki anak, kebutuhan pun akan semakin banyak. Sebut saja, biaya cicilan rumah, biaya pendidikan anak, dan juga biaya kesehatan. Belum lagi kekhawatiran bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Ya, siapa bisa menebak kapan seseorang tutup usia?

“Misalnya seorang suami bekerja, istrinya tidak bekerja, lalu mereka sudah punya anak. Berarti di sini istri dan anak bergantung secara finansial terhadap si ayah. Bagaimana jika terjadi hal-hal tidak diinginkan terhadap ayah, bagaimana nasib istri dan anak yang ditinggalkan? Di sinilah perlu mempertimbangkan adanya asuransi jiwa,” imbuh Himawan.

Intinya, dalam memilih asuransi pahami apakah sudah sesuai dengan kebutuhan kita atau tidak. Perlu diingat, kebutuhan manusia itu selalu berkembang. “Asuransi bukanlah sebagai produk yang ketika kita beli sekali, maka itulah yang kita perlukan seumur hidup, tidak! Kita harus lihat apakah asuransi yang kita punya ini masih memadai atau tidak, masih sesuai atau tidak dengan kebutuhan kita. Sebab, kebutuhan asuransi ketika seseorang belum menikah dengan orang yang sudah menikah dan berkeluarga, atau orang yang memasuki masa pensiun, beda lagi,” pungkas Himawan.

Selanjutnya, Himawan juga menjelaskan tentang tahapan dan istilah yang harus diketahui dalam asuransi jiwa. Ia juga mengingatkan kembali hal penting yang harus dilakukan nasabah ketika menerima polis. Mulai dari memeriksa data pribadi, memahami manfaat asuransi yang tertera di dalam polis, apa saja yang menjadi pengecualian, serta masa pertanggungan asuransi.

Sebelum Memilih Asuransi, Lakukan Ini!

Setelah memahami pemahaman keliru di atas, diharapkan calon nasabah bisa memutuskan untuk membeli asuransi secara tepat guna. Ada beberapa hal penting  yang perlu diperhatikan saat memilih asuransi, antara lain:

– Sesuaikan asuransi yang dipilih dengan kebutuhan. “Pastikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, pahami kondisi apa yang bisa ditanggung oleh asuransi dan mana yang tidak. Lakukan review polis secara berkala dan sesuaikan kebutuhannya setiap tahun dengan kondisi kita. Lalu, bayarlah premi secara rutin dan teratur untuk menjaga agar polis asuransi terus aktif,” imbuh Himawan.

– Selain memahami mengenai produk asuransi, perhatikan pula layanan tambahannya. Ibarat Moms dan Dads pergi ke rumah makan, tidak hanya mencari makanan lezat dan harga murah saja, bukan? Pasti juga ingin mencari kenyamanan, tempat yang bersih, pelayanan yang bagus, dan sebagainya. Nah, layanan tambahan ini juga perlu diperhatikan ketika memilih produk asuransi.

Nah, di Allianz Indonesia sendiri, ada banyak layanan tambahan yang diberikan kepada nasabah dalam hal kemudahan-kemudahan. “Contohnya, untuk mempermudah nasabah melihat laporan transaksi atau  mengajukan klaim, Allianz memiliki layanan eAZy Connect yang bisa dilakukan secara digital lewat genggaman tangan,” terang Himawan.

Tentunya semua kemudahan ini sangat membantu nasabah dalam memenuhi kebutuhannya secara cepat dan mudah.

Sukarno, Product Marketing & Health Service Allianz Life

Terkait pengajuan klaim asuransi kesehatan, ditambahkan oleh Sukarno, Product Marketing & Health Service Allianz Life, nasabah harus memahami mengenai prosedur pengajuan klaim, serta apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan klaim ditolak, seperti dokumen tidak lengkap, polis dalam kondisi lapse, belum melalui masa tunggu, serta Pre-existing Condition dan Non-disclosure.

Jadi, pastikan semua prosedur dan syarat dipenuhi sehingga pengajuan klaim melalui eAZy Connect berjalan lancar dan mulus.

– Pilihlah perusahaan asuransi yang terpercaya

Ini sangat penting. Perhatikan latar belakang perusahaan asuransi sebelum membeli suatu produk asuransi. Apakah perusahaan asuransi tersebut terpercaya kredibilitasnya dan apakah akan stabil ke depannya.

Calon nasabah bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya. Pastikan perusahaan asuransi tersebut terdaftar di OJK, memiliki layanan yang baik terhadap nasabah, adanya review  yang positif, serta memiliki status keuangan yang meyakinkan.

Sebagai perusahaan asuransi terkemuka, Allianz Indonesia sudah berdiri lama sejak tahun 1989. Sementara Allianz global telah hadir sejak tahun 1890 di Jerman. Perjalanan panjang ini mengukuhkan bahwa Allianz adalah perusahaan yang stabil dan kuat.

Selain itu, Allianz telah menorehkan banyak sekali prestasi yang membanggakan. “Baik di Indonesia ataupun global, kita adalah market leader. Baru-baru ini Allianz meraih Best Brand 2022 sebagai asuransi nomor 1 secara global. Jadi, pastikan untuk melihat latar belakang perusahaan asuransi yang hendak dipilih,” tutup Himawan.

Nah, Moms dan Dads, sudahkah mempertimbangkan asuransi sebagai proteksi Anda dan keluarga? Pastikan asuransi yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda dan melindungi Anda serta keluarga.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *