Jenius untuk Bisnis

Moms dan Dads punya usaha bisnis, entah itu usaha tetap atau sampingan? Sudahkah terkelola dengan baik dan terperinci?  Ya, meskipun pandemi menghantam banyak UMKM, namun di sisi lain melahirkan banyak wirausahawan baru, sebut saja di bidang kuliner, fashion, tanaman, dan sebagainya. Sayangnya, banyak pengusaha baru itu belum mengerti cara mengatur keuangan atau mengelola bisnisnya dengan terstruktur, hingga tak jarang mencampur-adukkan antara keuangan pribadi dengan usaha.

“Ada seorang Bapak, dia tanpa sadar mencampurkan pengeluaran uang pribadi dengan bisnis. Jadi, tiap kali anaknya meminta uang jajan, ia ambil dari uang usaha. Terus-terusan begitu, hingga tak sadar bahwa arus keluar masuk keuangan bisnis-nya jadi tercampur-campur,” ungkap Waasi Sumintardja, Digital Banking Business Product Head BTPN.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Nah, guna membantu para pengusaha muda yang akan memulai usaha baru atau mereka yang sedang mengembangkan sayap bisnisnya, Jenius dari Bank BTPN, memperkenalkan Jenius untuk Bisnis. Diungkapkan oleh Wassi, berdasarkan Isntagram Polling terhadap pengusaha digital savvy yang mereka lakukan, 26 persen responden memiliki bisnis sebagai penghasilan utama, sementara 74 persen lainnya memiliki bisnis sebagai usaha sampingan. “Dari jumlah itu, 37% sudah memisahkan rekening dan cash flow pribadi dan bisnis, dan 63% lainnya masih belum,” ungkapnya.

Jenius untuk Bisnis terdiri dari dua layanan yaitu Akun Bisnis dan Bisniskit yang membantu masyarakat digital savvy memulai dan mengelola usaha dengan lebih simpel, cerdas, dan aman

Para pelaku bisnis mikro, lanjutnya, kerap mengalami kendala baik secara operasional maupun kendala finansial. Misalnya, dalam hal manajemen pengeluaran bisnis, akses ke rantai pasokan, catatan transaksi, laporan bisnis, dan sebagainya. Sementara dari sisi finansial, kerap kali tabungan personal dan bisnis masih tercampur, tidak mudah memonitor cashflow, riwayat transaksi yang tidak jelas atau detail, dan sebagainya.

“Agar bisnis semakin terarah, mereka perlu antara lain transaksi finansial yang lebih mudah dan operasional bisnis yang lebih simpel, dan tentunya memisahkan antara keuangan pribadi dan bisnis,” imbuh Wassi.

Aktivasi Mudah Tanpa ke Bank

Itulah mengapa Jenius untuk Bisnis dihadirkan. Jenius untuk Bisnis memiliki dua layanan yaitu Akun bisnis Jenius dan Bisniskit dari Jenius. Layanan Akun bisnis Jenius tersedia secara otomatis pada aplikasi Jenius. Ini diciptakan untuk pelaku bisnis mikro dan kecil untuk mengelola finansial bisnis mereka dengan mudah.  Para digital savvy yang sudah menjadi pengguna Jenius dapat melakukan aktivasi Akun bisnis Jenius tanpa harus ke bank, melakukan verifikasi ulang, menyerahkan dokumen atau syarat tambahan maupun setoran minimum.

Diterangkan oleh Adriant Prabani Yogidanarinto, Digital Banking Product Specialist Bank BTPN, seluruh proses bisa dilakukan melalui satu aplikasi yang sama dengan proses aktivasi yang mudah. Pilih menu di kiri atas aplikasi Jenius dan pilih “Bisnis”. Pilih izinkan dan aktifkan Akun Bisnis. Lalu, tentukan $Cashtag baru untuk Akun Bisnis. Memasukkan kata kunci (password), dan  Akun bisnis Jenius telah aktif dan bisa digunakan.

“Ada banyak fitur-fitur seperti Send It yang memudahkan untuk kirim uang, In & Out untuk mencatat dan menelusuri histori transaksi, dan m-Card merupakan kartu debit virtual untuk transaksi online. Selain itu para pengguna juga mendapatkan $Cashtag dan nomor rekening baru untuk kirim dan terima uang serta Jenius Contacts yang berfungsi untuk menyimpan nomor telepon dan email untuk keperluan bisnis,” katanya.

[kiri – kanan] Waasi B. Sumintardja, Digital Banking Business Product Head Bank BTPN dan Adriant Prabani Yogidanarinto, Digital Banking Product Specialist Bank BTPN dalam peluncuran Jenius untuk Bisnis pada Rabu, 16 September 2020
Aplikasi Pendukung Bebas Biaya

Sementara untuk membantu operasional bisnis agar lebih simpel, Jenius memperkenalkan juga aplikasi pendukung yang dapat diunduh terpisah yaitu layanan Bisniskit dari Jenius. Aplikasi ini bebas biaya dan dapat diunduh di App Store dan Google Playstore. Ada 2 menu utama, yaitu Toko dan Kasir. Lewat menu-menu ini, pengguna bisa memanfaatkan fitur unik dengan ragam fungsi, misal mengetahui kondisi terkini bisnis atau toko, mencatat produk dan stok; mencatat, membuat jadwal, dan melihat histori pengeluaran, melihat data pelanggan, serta mengelola toko dan memberikan akses kepada karyawan.

Lantas di menu Kasir, pengguna dapat mengakses mesin kasir sederhana untuk memproses transaksi dengan empat metode pembayaran, yaitu uang tunai, kartu debit, kartu kredit, dan transfer ke Akun bisnis Jenius yang bisa langsung dihubungkan dengan Akun bisnis Jenius. Menariknya, mesin kasir sederhana ini dapat dihubungkan langsung ke mesin cetak (printer) untuk mencetak struk serta dapat digunakan untuk mengirimkan struk tersebut dalam bentuk PDF kepada pelanggan melalui email dan aplikasi chat. Wah!

Danny Aguswahyudi, salah satu entrepreneur muda Indonesia yang merupakan pemilik restoran HoJiak Lai Lai merasa terbantu dengan Akun bisnis Jenius ini. “Proses pembukaan rekening bisnis sangat mudah dan membantu saya dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Jenius untuk Bisnis juga memudahkan saya untuk mencatat transaksi dengan simpel melalui fitur In & Out sehingga memudahkan saya untuk mengecek cashflow bisnis,” ungkapnya.

Sementara Fellysya Fabian, seorang fashion designer yang memilih beralih profesi di tengah pandemi untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan kembali menekuni bisnis kuliner yang sempat ia mulai pada 2016 yaitu Alegre’s Kitchen. “Hadirnya Bisniskit dari Jenius, memudahkan saya dalam mengelola stok produk sehingga kami tidak perlu lagi mencatat secara manual. Dan, dengan menu Kasir, kami dapat mengirimkan struk secara lebih profesional dalam bentuk PDF melalui email ataupun aplikasi chat kepada pelanggan. Saya juga menghubungkan Bisniskit dengan Akun bisnis Jenius, sehingga setiap transaksi yang masuk dapat langsung tercatat dan terverifikasi dengan lebih mudah dan cepat,” katanya.

Walau baru diluncurkan resmi secara virtual pada hari Rabu, 16 September 2020, Jenius untuk Bisnis sudah mulai diperkenalkan perlahan sejak Maret 2020 kepada pengguna Jenius. “Hingga hari ini, sudah ada sekitar 90 ribu pengguna Jenius untuk Bisnis. Kami belum luncurkan resmi, tapi animonya sudah luar biasa. Kami berharap setiap inovasi yang dihadirkan bisa membantu agar masyarakat lebih melek digital dan Jenius semakin menjadi urat nadi bagi masyarakat digital savvy Indonesia,” tutup Wassi.

Foto: Ist

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *