Melihat masyarakat yang terjangkit virus COVID-19 semakin meningkat, pemerintah pun kembali menerapkan aturan ketat berupa pembatasan-pembatasan sejak awal Juli lalu. Masyarakat Indonesia pun kembali dianjurkan untuk mengurangi mobilitas dan tinggal di rumah saja alias stay at home.

Hal ini membuat perhatian pada lingkungan rumah yang lebih higienis dan udara yang lebih bersih pun, makin meningkat. Salah satu cara efektif untuk memurnikan udara di dalam rumah dari berbagai polutan adalah dengan memanfaatkan alat pembersih udara atau air purifier.

Akan tetapi, ada sejumlah mitos yang kurang tepat tentang air purifier. Nah, sebelum memilih air purifier yang tepat, ada baiknya kita ketahui dahulu fakta dan mitosnya:

#1: Udara indoor lebih bebas polusi daripada outdoor

Mitos – menurut sejumlah studi yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, level pencemaran udara di dalam ruangan (indoor) bisa mencapai dua sampai lima kali lebih tinggi ketimbang di luar ruangan (outdoor). Sumber pencemaran di dalam ruangan meliputi emisi pembakaran dari api kompor atau rokok, pestisida, masuknya polusi dari outdoor, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, keberadaan air purifier di rumah menjadi krusial untuk menyaring partikel polutan. Sebagai contoh, Samsung Air Purifier AX60 mampu menyaring berbagai polutan dengan sistem penyaringan berlapis. Pre-filter bekerja menyaring partikel debu besar, disusul filter karbon yang mengeliminasi gas berbahaya. Terakhir, High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter akan mempurifikasi hingga 99.97% debu, allergen, dan bakteri berukuran hingga 0.3μm. Ini membantu pengguna yang memiliki gangguan pernapasan atau alergi untuk bernapas dengan lebih baik di dalam ruangan, karena debu dan allergen pemicu alergi telah tersaring.

Samsung Air Purifier ini juga dilengkapi dengan Laser PM Sensor untuk mendeteksi debu dan partikel yang ukurannya kurang dari 1.0㎛ dan berbagai gas berbahaya. Ini semua membantu meningkatkan kualitas udara yang dihirup penghuni rumah.

#2 – Air purifier mampu mengeliminasi bebauan dan gas berbahaya

Fakta, bagi Samsung Air Purifier. Sejumlah bebauan dan gas yang bisa dihilangkan oleh Samsung Air Purifier antara lain: beberapa jenis gas berbahaya, asap rokok, aroma masakan, aroma satwa peliharaan, dan aroma sampah. Berdasarkan pengujian, Samsung Air Purifier mampu menghilangkan gas berbahaya seperti toluene, xylene, benzene, ethylbenzene, styrene, dan formaldehyde. Ini dimungkinkan oleh pemurnian berlapis di mana salah satu lapisannya adalah Activated Carbon Deodorization Filter.

#3 – Posisi dekat air purifier akan mendapat lebih banyak udara bersih

Mitos. Faktanya, di mana saja Anda berada di dalam ruangan akan mendapatkan manfaat yang sama dari kinerja air purifier. Perangkat air purifier memiliki angka laju suplai udara bersih atau dikenal dengan Clean Air Delivery Rate (CADR). CADR akan mengukur efektivitas air purifier berdasarkan luas ruangan dan volume udara bersih yang dihasilkan per satuan waktu. Semakin tinggi angka CADR, semakin baik kemampuan air purifier untuk membersihkan udara dalam ruangan.

Contohnya Samsung Air Purifier AX60 memiliki angka CADR 467 m3/jam. Kemampuan ini diperkuat oleh teknologi 3 Way Air Flow sehingga air purifier mampu membersihkan udara 2,5 kali lebih cepat hingga ke seluruh sudut ruangan. Udara masuk ke dalam air purifier dari depan, kemudian dengan kipas bertenaga secara cepat mendistribusikan udara bersih ke tiga arah berbeda sehingga membersihkan lebih cepat dan luas. Jangan lupa, pastikan ruangan dalam keadaan tertutup saat air purifier bekerja.

Selain itu, ketika memilih air purifier, pilih yang sesuai dengan ukuran ruangan supaya pengguna bisa merasakan manfaatnya secara maksimal. Samsung menyediakan tiga pilihan model berdasarkan kapasitas ruangan, yaitu model AX60 untuk ruangan seluas 60m2, model AX40 untuk ruangan seluas 40m2, dan model AX34 untuk ruangan seluas 34 m2.

#4 – Air purifier berisik sehingga mengganggu saat tidur

Faktanya, kipas pada air purifier dapat mengeluarkan suara pada tingkat kebisingan tertentu, terutama saat mendeteksi dan bekerja memfilter gas atau zat berbahaya. Tetapi Anda tak perlu khawatir sebab perangkat air purifier modern sudah dilengkapi dengan beberapa mode pengoperasian.

Contohnya adalah Samsung Air Purifier yang memiliki fitur Auto Mode dan Sleep Mode. Dengan auto mode, perangkat air purifier akan mendeteksi tingkat polusi udara di dalam ruangan dan secara otomatis mengatur kekuatan dan kecepatan kipas. Hal ini memudahkan pengaturan dan bahkan menghemat energi. Sementara itu, Sleep Mode membantu kenyamanan tidur sambil tetap menikmati udara bersih di mana perangkat akan menghasilkan aliran udara yang lebih pelan dan senyap serta tanpa cahaya apapun di layar monitor.

“Samsung menyadari pentingnya suplai udara bersih di rumah, terutama saat ini dimana kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk mengurangi mobilitas, work from home, ataupun menjalani PJJ. Samsung berkomitmen menghadirkan rangkaian air purifier sebagai real life solution bagi masyarakat Indonesia, memberikan keleluasaan untuk mengontrol kualitas udara yang baik dalam rumah. Sistem filtrasi mumpuni yang dilengkapi HEPA Filter, kapasitas purifikasi lebih besar serta sensor debu intuitif jadikan rangkaian Samsung Air Purifier memberi perlindungan terbaik bagi keluarga,” terang Bapak Hendry Wijaya, Senior Product Marketing Manager Home Appliances, Samsung Electronics Indonesia.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *