Rumah Kati besar dan luas, dan dia sering mengajak teman-temannya untuk belajar bersama, termasuk Dina. Walaupun rumah Dina dan Kati ada di satu kompleks perumahan, tapi rumah Kati berbeda. Untuk pergi ke rumah Kati tidaklah mudah, harus melewati pos penjaga yang diberi portal dulu, dan melapor pada pak satpam, rumah mana yang akan dikunjungi. “Berarti rumah Kati sangat aman dari pencurian!” kata Dina. “Kami setuju!” kata teman-temannya yang lain. “Tapi kalau malam, suasana di rumahku sepi. Seram, kan? Lebih enak rumah kalian, banyak tukang jualan yang lewat, jadi bisa jajan,” kata Kati.         Tapi kemudian pandemi datang, tukang jualan tidak lagi lewat di rumah Dina.  Walaupun sekarang sudah masuk masa New Normal, tapi tukang jualan tidak ada  juga. “Sedih ya, Dina…,” kata Kati. “Iya, tapi sekarang aku bisa main lagi ke rumahmu. Nah, apa yang kau takuti? Katanya kau mau cerita?” tanya Dina.

“Dua minggu yang lalu, ada kejadian aneh di rumahku. Uangku, uang Papa dan Mama, juga uang mbak Minah hilang. Dan hilangnya aneh. Aku, Papa dan Mama, lalu mbak Minah hanya kehilangan satu lembar uang saja. Mbak Minah bilang, itu bukan perbuatan manusia, tapi makhluk alam lain! Mau tidak mau aku jadi percaya, karena semua uang yang hilang tersimpan di tempat terkunci dan aman! Aku takut, Dina!” kata Kati. “Setidaknya sekarang keadaan aman tak ada lagi kehilangan,” ujar Dina berusaha menghibur dan menenangkan temannya itu.

Sepulang dari rumah Kati, Dina membuka dompetnya dan dia terkejut. Lembaran uangnya yang nilainya paling besar hilang! “Aku tidak mengeluarkan dompet sama sekali dan aku yakin aku memasukkan uang itu ke dompet sebelum pergi ke rumah Kati!” kata Dina bingung.

Keesokan harinya, Dina mencari uang itu di kamarnya. Dia mencari perlahan dan teliti, tapi tetap saja dia tidak menemukannya. Dina benar-benar tidak mengerti bagaimana uangnya bisa hilang. Tiba-tiba, gadget Dina berbunyi. Rupanya, ada telepon dari Kati. “Dina, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu, apa kamu bisa ke sini?” tanya Kati. “Bisa Kati, aku juga punya cerita untukmu,” jawab Dina.

Ketika Dina sampai di rumah Kati, temannya itu melambai padanya dari pos penjaga yang ada di rumahnya. Rumah Kati dipasangi dengan CCTV dan rekamannya bisa dilihat dari pos penjaga yang dijaga oleh Pak Her. “Aku kehilangan uang juga Kati, sepulang dari rumahmu,” cerita Dina. Wajah Kati pucat dan dia berkata, “Dina, setelah kamu lihat ini, jangan takut ya,” bisik Kati. Pak Her lalu memutar ulang rekaman CCTV atas permintaan Kati. Di monitor, Dina bisa melihat dirinya sendiri yang keluar dari rumah Kati. Tapi ada yang berbeda. Di layar itu, Dina bisa melihat ada bayangan putih kecil mengikutinya. Sampai di pintu pagar, bayangan itu memegang tas Dina, lalu menghilang ketika Dina keluar pagar rumah Kati.

Dina terdiam, sejenak dia berusaha mencerna apa yang dilihatnya. Lalu dia mulai ketakutan. “Sepertinya makhluk ini yang mencuri uang, tapi sepertinya dia sudah pergi, jadi tenang saja!” kata Pak Her. “Untung saja!” kata Kati lega. Dina mengangguk, dia lega Kati tidak perlu takut lagi. Tapi dia masih berharap kalau uang yang hilang akan ditemukan dan yang terpenting, ada kesalahan di rekaman CCTV itu.

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *