Hari Minggu, Lisa membawa anjingnya berjalan-jalan dan dia menyempatkan diri melewati rumah temannya, Ami. Lisa melihat Ami sedang menyiram pot bunga yang ada di halaman rumahnya. “Hei Ami, wah kamu punya tanaman baru lagi!” sapa Lisa. “Iya, Papa baru saja beli kemarin! Ayo dong Lisa, ikutan memelihara tanaman seperti aku. Kamu bisa ikut membantu menyegarkan udara sekitar, lho!” kata Ami. “Iya juga ya…aku mau, deh!” ujar Lisa bersemangat.

Kebetulan sekali seminggu setelah itu Lisa pergi mengunjungi Neneknya di desa. Di sana dia menemukan tanaman sirih gading. Tanaman itu tumbuh di dekat rumah kayu yang sudah tak ditempati. “Wah, tanaman ini juga sedang disukai dan Ami belum punya!” kata Lisa memutuskan untuk minta izin Neneknya membawa tanaman sirih gading yang ditemukannya. “Boleh, ambil saja. Nenek suka kalau kamu dan temanmu mau memelihara tanaman!” kata Nenek. “Terima kasih, Nenek!” ujar Lisa melompat gembira.

Sehari setelah Lisa kembali dari desa, dia memberikan tanaman sirih gading yang diambilnya. “Mudah-mudahan kamu suka, Ami,” kata Lisa. “Wah, terima kasih ya, Lisa! Sirih gading ini cantik sekali!” ucap Ami sangat gembira. “Ayo, kita berusaha menumbuhkan tanaman ini sama-sama!” ajak Lisa.  Lisa menaruh tanaman sirih gading itu di teras kamarnya, sedangkan Ami menaruh sirih gading di halaman belakang rumahnya, bersama dengan koleksi tanamannya yang lain.

Suatu malam, Lisa bermimpi. Dia bermimpi tentang desa Nenek. Tapi dia tidak berada di rumah Nenek. Lisa berada di rumah kayu, dan dia melihat tanaman sirih gading di dekat rumah kayu itu. Lisa hendak mengambil sirih gading, tapi tiba-tiba sebuah tangan putih pucat menggenggam pergelangan tangan Lisa, mencegahnya meraih sirih gading. BRAK! Sebuah suara keras membangunkan Lisa dari tidurnya. Dia melihat ke arah suara itu. Rupanya pintu teras kamarnya terbuka dan pot berisi sirih gading sudah berada dalam kamarnya. Anehnya, tanaman sirih gading yang ada di pot seperti tercabut, entah oleh siapa. Lalu Lisa ingat mimpinya. Dan terdengar gonggongan dari luar kamar. Rupanya itu anjing Lisa! Lisa segera membuka pintu dan anjingnya masuk. Anjing Lisa menggonggongi sirih gading di lantai kamar Lisa. Mendadak Lisa sangat ketakutan. Dia tidak bisa tidur lagi.

Keesokan harinya, Ami menelepon Lisa. “Lisa, aku mimpi buruk. Di mimpiku aku melihat sirih gading darimu membuat layu tanamanku yang lain dan, ternyata ketika kulihat, benar! Walaupun tidak semua layu…,” kata Ami. Lisa memutuskan untuk berbuat sesuatu. Entah kenapa dia merasa bahwa rumah kayu di desa Nenek itu bukan rumah biasa, dan tanaman sirih gading yang diambilnya dari sana harus dikembalikan.

Lisa lalu berbicara pada tanaman sirih gadingnya. “Maaf ya aku membawamu kesini, kau pasti akan dikembalikan ke rumahmu kalau ada kesempatan,” kata Lisa. Lisa juga melakukan hal yang sama dengan sirih gading Ami. “Maaf ya, Ami,” kata Lisa. “Enggak apa-apa Lisa, mungkin kita memang tidak boleh mengambil sirih gading ini,” kata Ami mengerti. Sebulan kemudian, Papa Lisa pergi ke desa Nenek dan dia membawa tanaman sirih gading itu. Lisa dan Ami tidak pernah bermimpi lagi dan tanaman Ami kembali seperti semula.

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: Novi Chrisna

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *