Nani dan Lina kakak beradik yang akrab dan ingin memelihara binatang. Tapi sayang orangtua mereka tak mengizinkan. Suatu hari, rumah kosong di seberang rumah mereka ditempati wanita muda pecinta binatang bernama Kak Dini. Nani dan Lina yang senang melihat  burung, kucing, dan anjing peliharaan Kak Dini, membantunya pindahan.  Sejak itu, mereka jadi akrab. Nani dan Lina suka pergi ke rumah Kak Dini kalau ingin main dengan anjing, kucing, dan burung yang lucu.

Ternyata, Kak Dini seorang pelukis.  “Aku ingin melukis bunga, tepatnya rangkaian bunga,” kata Kak Dini.  “Rangkaian bunga! Rangkaian bunga!” sebuah suara mengejutkan Nani dan Lina. Itu suara Bebe, burung beo peliharaan Kak Dini. “Gara-gara aku sering bicara tentang rangkaian bunga, Bebe jadi ikut menirukan suaraku,” kata Kak Dini tertawa geli.

Nani dan Lina punya ide. “Kita berikan rangkaian bunga untuk Kak Dini!” kata Nani. “Ayo, beli yang bagus!” tambah Lina kompak. Tapi ternyata, membeli rangkaian bunga yang bagus sulit. “Harganya mahal sekali!” keluh Nani dan Lina. Mereka hampir putus asa, sampai suatu sore sepulang sekolah, kakak adik itu melihat sebuah toko bunga kecil di daerah kompleks perumahan mereka. Toko itu dijaga oleh seorang Nenek berwajah ramah tapi pucat bernama Mawar. Harga rangkaian bunga di toko Nenek Mawar murah! Nani dan Lina membeli rangkaian bunga mawar untuk Kak Dini.

Kak Dini sangat menyukai rangkaian bunga mawar pemberian Nani dan Lina. “Syukurlah Kak Dini suka!” kata Nani dan Lina senang. Malamnya, Nani dan Lina bermimpi. Mereka berdiri  di tengah kuburan, ingin lari tapi tak bisa. Tiba-tiba, ada yang menyentuh pundak mereka. Itu Nenek Mawar. Rambutnya tergerai panjang, wajahnya pucat dan sedih. Matanya hanya berwarna putih. Nani dan Lina terbangun dan menjerit ngeri.

Untuk mengusir ketakutan, Nani dan Lina main ke rumah Kak Dini. “Nenek Mawar! Nenek Mawar!” Nani dan Lina memekik ketakutan. Kenapa Bebe bisa bicara tentang Nenek Mawar? “Sejak ada rangkaian mawar dari kalian, Bebe jadi bicara seperti itu. Lalu ada anjing Kakak yang marah dan menggonggongi rangkaian bunga itu,” kata Kak Dini bingung.

Nani dan Lina memutuskan untuk minta penjelasan pada Nenek Mawar. Mereka pergi ke toko bunga si Nenek, tapi tidak menemukannya. Toko bunga itu sudah jadi rumah kosong yang menyeramkan. Nani dan Lina berlari menjauhi rumah itu sambil menjerit ketakutan. Seorang penjaga keamanan menenangkan mereka dan bercerita. “Deretan perumahan tempat kalian menemukan toko Nenek Mawar dulunya tanah milik Nenek Mawar dan kuburan. Semua keluarga si Nenek dikuburkan di situ. Lalu tanah dan kuburan itu dijadikan perumahan dan Nenek Mawar diusir. Si Nenek yang sedih menghilang, entah dia masih hidup atau sudah meninggal…,” urai sang penjaga keamanan.

“Kurasa, Nenek Mawar ingin kita tahu kesedihannya,” kata Kak Dini ketika diceritakan oleh Nani dan Lina. “Kalau dewasa nanti, kita tak akan jadi orang jahat seperti yang mengusir Nenek Mawar,” janji Nani dan Lina.  Tak lama kemudian, karangan bunga mawar layu, tapi lukisan Kak Dini sudah jadi. Lukisan itu indah sekali, dan setiap melihatnya, Nani dan Lina selalu ingat janji mereka. Mereka tak bermimpi seram lagi. Dan Bebe si beo sudah kembali seperti semula, begitu juga dengan anjing Kak Dini.

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *