Seperti biasanya, kalau ada ulangan, anak-anak dari masing-masing kelas akan memilih tempat untuk belajar dengan tenang. “Wah, tempatku sudah diambil,” kata Ema melihat empat murid duduk di dekat taman sekolah. Ema lalu masuk ke kelasnya. “Tumben sepi! Nah, aku belajar di pojok kiri belakang kelas saja!” katanya. Waktunya pelajaran terakhir tiba, dan ulangan dimulai. Ema bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar. “Ema, gimana ulangannya?” tanya Lina teman sekelas Ema sepulang sekolah. “Oke!” jawab Ema senang. “Tadi aku melihatmu belajar sendirian di kelas dan duduk di pojok kiri belakang, kamu berani sekali!” kata Lina. “Lho, memangnya kenapa?’ tanya Ema bingung dengan kata-kata Lina. “Oh iya…minggu lalu kamu tidak masuk, jadi tidak tahu kabar seram dari kelas kita!” kata Lina sambil mengajak Ema duduk. Lina lalu mengeluarkan gadgetnya. “Dengarkan baik-baik,” minta Lina. Itu rekaman Lina yang duduk di pojok kiri belakang ruang kelas sambil menyanyi. Ema tersenyum mendengarnya. Tapi senyum Ema hilang ketika dari rekaman itu terdengar suara tawa nyaring yang mengerikan. “Kenapa tidak dihapus?” tanya Ema pada Lina. Tapi Ema tahu jawabannya, Lina sudah mengupload rekaman itu di akun media sosial miliknya dan jadi terkenal!

Malam harinya di rumah, sekitar pukul 2 malam Ema terbangun. Entah kenapa perasaannya tidak enak. Rasanya seperti ada orang lain di dalam kamarnya! Ema segera bangun dan menyalakan lampu kamar. Dia terkejut ketika melihat gelas berisi air putih di mejanya. Karena suka haus malam hari, Ema suka membawa air putih untuk minum. “Aku tidak minum, kenapa air di gelas bisa berkurang?” bisik Ema. PRANG! Ema menjerit ketika mendengar suara barang pecah dari dalam kamar mandi. Ketakutan, Ema berlari keluar kamarnya dan tidur di kursi sofa ruang tamu. Paginya Ema pergi ke kamar mandi kamarnya. Yang pecah adalah pajangan pecah belah. “Kecuali ada yang mendorong, tidak mungkin pajangan ini bisa jatuh!” kata Ema.

Di sekolah, Ema menemui Lina. “Lina apa kamu mengalami hal aneh setelah duduk di pojok ruang kelas?” tanya Ema. “Tidak. Ada apa Ema?”  kata Lina ingin tahu. Ema lalu bercerita tentang kejadian seram yang dialaminya. Lina terkejut dan dia jadi takut. “Ema, ayo kita cari tahu tentang hal ini,” ajak Lina. Ema setuju.

Lina dan Ema mendapatkan informasi dari penjaga sekolah. “Dulu, ruangan kelas kalian itu kosong. Dan di pojok sebelah kiri ruangan  ada sebuah kursi. Tak ada yang berani memindahkan kursi itu karena akan kena sial, katanya kursi itu khusus untuk makhluk penjaga ruangan. Tapi waktu berlalu dan murid semakin banyak, ruangan kosong lalu jadi kelas kalian,” cerita pak penjaga sekolah. Dan pak penjaga juga pernah mengalami hal yang sama dengan Ema. “Berikan saja kelopak bunga yang wangi di pojok ruang kelas,” nasihat si Bapak. Lina dan Ema menaruh kelopak bunga mawar di tempat itu. Dan anehnya, setelah itu Ema tak lagi mengalami kejadian seram. Dan karena takut, Lina menghapus upload video rekamannya dari media sosial miliknya. Ema dan Lina berharap tidak ada kejadian seram lagi di dalam kelas!

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Novi Chrisna

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *