Misteri Pohon Kamboja

“Valena, lihat apa yang Ayah bawa!” panggil Ayah pada putrinya dengan gembira. “POHON KAMBOJA!!” teriak Valena bersuka cita. “Ayah, cantik sekali pohon kamboja ini,” ujar Valena.

Pohon kamboja setinggi orang dewasa itu pun kemudian ditanam di depan jendela kamar Valena.

Malam harinya, dalam tidur, sayup-sayup Valena mendengar suara wanita yang memanggil namanya. Suara tersebut datang dari arah jendela kamar. “Vaa… le… naa…” begitu suaranya. Valena yang kaget segera bangkit dan berjalan ke arah jendela kamar. Valena menyibakkan tirai jendela. Tapi sepi. Tidak ada orang. Valena pun kembali tidur.

Esok harinya, Valena dan Ayah pergi tamasya. Dalam perjalanan, Valena baru ingat kalau dia belum membereskan kamarnya yang berantakan. “Ayah, aku lupa merapikan kamar. Kamarku sudah kayak kapal pecah,” ucap Valena sambil tertawa. Ayah pun hanya tersenyum.

Saat pulang dari  tamasya, turun dari mobil, Valena yang kelelahan langsung menuju kamar tidurnya. Sambil menahan kantuk, Valena membuka pintu kamarnya. Dan.. “Ayah!!!” teriak Valena. Ayah Valena terkejut dan segera menghampiri putrinya itu. “Ada apa, Val?” tanya Ayah khawatir. “A.. a.. yah… i..tu….,” jawab Valena terbata-bata menunjuk kamarnya. “Apa sih, Val? Kamu kenapa?” tanya Ayah penasaran.

“Kamar aku, Ayah.. kamar aku.. kok jadi rapi…?” jawab Valena. “Oh.., kirain kamu kenapa… kamu lupa mungkin kalau sudah membereskan kamar sebelum pergi,” kata Ayah yang kemudian kembali lagi ke ruang TV.

Valena penasaran, siapa yang merapikan kamarnya. Sebab dia yakin sekali kalau kamarnya berantakan saat ditinggal. Di rumah pun tidak ada orang lain selain dia dan Ayahnya. “Aneh…,”  gumam Valena.

Saat malam tiba, Valena mendengar suara anak perempuan menangis di depan jendela kamarnya.  “Kembalikan aku ke rumah ku… kembalikan aku…,” ucap suara itu. Ketika Valena melihat ke arah luar jendela, dia seperti melihat bayangan putih di dekat pohon kamboja. “Valena, kamu belum tidur?” tanya Ayah. Valena terlonjak kaget mendengar suara Ayah yang tiba-tiba saja masuk ke kamarnya. Valena segera menarik Ayah mendekat ke jendela.

“Ayah, sini, lihat ke jendela, ada anak perempuan yang sedang menangis!” seru Valena. Ayah pun mendekat ke jendela. Namun ia tak melihat apa pun kecuali pohon kamboja itu. “Tidak ada siapa-siapa..,” kata Ayah dalam hati. “Sudah malam, kamu tidur, ya,” ujar Ayah kemudian.

Entah mengapa, semenjak ada pohon kamboja di dekat jendela kamarnya, Valena setiap malam selalu mendengar suara anak kecil menangis. Dan hampir setiap malam pula Valena bermimpi didatangi oleh seorang anak perempuan, yang memintanya untuk dikembalikan ke rumah.

Karena merasa terganggu, akhirnya Valena dan Ayah memutuskan mengembalikan pohon kamboja tersebut ke asalnya.

Sesampainya di rumah, Valena menemukan sebuah kertas di atas meja belajarnya yang bertuliskan, “Terima kasih Valena…” (Fika Nadja/Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *