Sejak masih muda, Ayah sudah menjadi penggemar motor tua dan klasik. Hingga saat ini, ada 6 motor tua yang menjadi koleksi Ayah. Semuanya terparkir di dalam garasi.

Hingga suatu sore di hari Sabtu,

Brruummm… Brruummm…

Terdengar suara mesin motor di depan rumah. “Coba lihat kelakuan Ayahmu, pasti membeli motor tua lagi,” ucap Ibu kepada Bryan sambil tersenyum kecut. Bryan yang sedang menonton televisi lalu menengok ke arah Ibu. Ia lantas beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu rumah.

Bryan membuka pintu perlahan. Persis di depan halaman rumah, Ayah duduk di atas motor sambil memainkan gas dari motor tua yang baru saja dibelinya. Saat tahu Bryan sedang melihatnya, Ayah langsung tersenyum bahagia. “Lihat, Ayah baru saja membeli motor tua klasik ini,” ujar Ayah sembari memamerkan motornya.

“Wah, motornya keren, Yah! Mirip motor tentara zaman dulu saat perang,” seru Bryan. Ya, kali ini motor tua Ayah berbeda dengan motor-motor yang sudah dimiliki sebelumnya. Hampir semua bodi motor berwarna hijau tua. Hanya ada satu jok di motor tersebut. Lampu bulat di depannya, benar-benar membuat motor itu nampak sangat tua. Ditambah lagi warna catnya yang memang sedikit memudar.

“Iya, ini memang motor yang dulunya digunakan saat perang dunia kedua. Ini dibuat tahun 1940, lho,” jelas Ayah dengan bangga. “Aku mau dibonceng pakai motor ini, dong, Yah,” pinta Bryan. “Tentu saja boleh, tapi nanti, ya. Motor ini harus ditambah jok belakang dulu,” timpal Ayah.

“Sekarang motor ini dimasukkan ke garasi dulu, besok baru kita ke bengkel,” ucap Ayah sambil mendorong motor tersebut ke dalam garasi.

Di dalam garasi, Ayah dan Bryan tak henti-hentinya mengagumi motor klasik peninggalan perang tersebut. Bahkan, Ayah memoles seluruh bagian bodi motor dengan menggunakan lap. “Kok, lama-lama motor ini nampak seram, ya?!” tanya Bryan. “Ahhh… Perasaan kamu saja. Mungkin karena peninggalan perang. Eits, tapi Ayah beruntung bisa membeli motor ini. Karena harganya jauh di bawah harga pasaran,” jelas Ayah.

Tak terasa, matahari mulai tenggelam. Suara adzan Maghrib samar-samar terdengar. “Ayah.. Bryan.. Ayo masuk, sudah Maghrib!” teriak Ibu dari dalam rumah. Ayah dan Bryan pun masuk ke dalam rumah bersama-sama.

Malam makin larut saat Bryan bersiap-siap tidur di kamarnya, di lantai dua. Tak butuh waktu banyak buat Bryan tertidur nyenyak. Cuma dalam hitungan menit, ia lelap dalam tidurnya.

Tiba-tiba,

Brruummm… Brruummm…

Terdengar suara motor di depan rumah. Bryan terkejut dan terbangun dari tidurnya. Jam di dinding menunjukkan pukul 12 malam. Bryan mengucek matanya, berusaha untuk sadar dari tidurnya. Ia lalu berjalan menuju jendela.

Alangkah kagetnya Bryan saat melihat motor tua yang baru saja dibeli Ayah, berada di luar garasi. Tak hanya itu, motor tua peninggalan perang dunia kedua tersebut dalam kondisi mesin menyala. Padahal, tak ada siapa pun yang duduk di motor.

“Kenapa motor itu bisa nyala sendiri?” Bryan bertanya-tanya penasaran. Anehnya lagi, motor itu lalu bergerak sendiri ke arah jalan raya. “Wah, motor itu jalan sendiri!” seru Bryan.

Bryan yang ketakutan, langsung naik ke atas tempat tidur. Ia berusaha untuk tidur kembali. “Jangan-jangan motor itu motor hantu!” bisik Bryan di balik selimut. (BERSAMBUNG)

 

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *