Merkurius adalah planet terkecil di dalam sistem tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari. Letaknya yang sangat dekat dengan Matahari membuat Merkurius bergerak lebih cepat mengelilingi Matahari daripada planet mana pun. Satu hari di Merkurius setara dengan tiga bulan di Bumi.

Pengembaraannya yang amat cepat inilah yang membuat planet ini dinamai Merkurius. Itu adalah nama seorang dewa dalam mitologi Roma kuno. Merkurius, putra Zeus, adalah dewa pembawa pesan yang bisa berlari sangat cepat dan memakai sepatu bersayap.

Memiliki Dua Nama
Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius dengan nama Stilbon dan Hermaon. Mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda. Yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang, dan Vietnam, Merkurius dinamakan “bintang air”. Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah, “bintang dari yang panas” (“yang panas” maksudnya Matahari).

Jarak Merkurius dari Matahari adalah sekitar 57,9 juta kilometer. Suhu di Merkurius sangat panas karena terdekat dengan Matahari. Pada siang hari suhunya mencapai sekitar 430°C. Sebaliknya pada malam hari suhunya menjadi sangat dingin yakni mencapai sekitar minus 170°C.

Jarak Merkurius dengan Bumi sekitar 92 juta kilometer. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat Shubuh (sekitar pukul 04.30 pagi) atau Maghrib (sekitar pukul 06.00 sore) saja dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Suhu Amat Tinggi
Merkurius merupakan planet yang kurang ramah bagi manusia. Selain memiliki atmosfer (lapisan pelindung) yang amat tipis, suhu atau temperaturnya teramat panas dan mampu melelehkan panci logam sehingga tak ada manusia yang bisa hidup di sana.    Selain itu, Merkurius merupakan planet yang tandus. Permukaannya berbatu-batu dan terdapat banyak kawah. Juga ada banyak benjolan karena sering dihantam oleh meteor.

Penemu Merkurius
Orang yang pertama kali mengamati Merkurius bernama Johann Hieronymus Schroeter. Schroeter yang hidup pada 1745-1816 itu mencatat gambar permukaan planet itu dengan detail. Namun, di kemudian hari diketahui sketsa yang dibuatnya itu tidak akurat.
Peta Merkurius yang lebih akurat kemudian dibuat astronom bernama Eugenios Antoniadi (1870-1944) menggunakan teleskop yang lebih kuat.

 

 

Teks : JFK    Ilustrasi: Agung

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *