Tahukah kamu, bulan Oktober ini diperingati sebagai Bulan Peduli Sindrom Down (Down Syndrome Awareness Month), lho, Kids. Untuk menyambut bulan istimewa ini, Carys Cares bersama POTADS (Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome) menggelar acara webinar untuk memperkenalkan karya-karya unik dan luar biasa yang dihasilkan oleh teman-teman penyandang Down Syndrome (DS) pada Rabu, 30 September 2020 secara virtual di Jakarta.

Acara yang juga didukung oleh Alleira Batik tersebut dihadiri oleh Carys Mihardja (Founder of Carys Cares), Ibu Olivia Maya Shitaresmi (Ketua Umum Yayasan POTADS), Bapak Zakaria Hamzah (Chief Operations Officer/COO Alleira Batik) dan Ibu Asteria Erlanda (Public Relations & Business Communications Manager MRA Media). Juga diikuti oleh sejumlah anak-anak penyandang Down Syndrome bersama orangtuanya, serta awak media.

Wadah Kreativitas

Pada kesempatan itu, Carys Mihardja, remaja belia yang masih berusia 16 tahun namun memiliki visi jauh ke depan, menyayangkan stigma negatif yang masih ditemui di masyarakat akan keberadaan anak-anak Down Syndrome. Mereka sering dipandang sebelah mata, dianggap berbeda, dan tak mampu berkarya.

Carys Mihardja (Founder of Carys Cares)

Down syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi akibat kelainan kromosom. Anak-anak yang terlahir dengan kondisi ini memiliki raut wajah dan ekspresi yang khas, sehingga dapat dengan mudah dikenali. Anak dengan DS pada umumnya memiliki keterlambatan secara intelektual. Mereka juga memiliki peningkatan risiko untuk kondisi medis tertentu seperti kelainan jantung bawaan, masalah pernapasan dan pendengaran. Namun, banyak dari kondisi tersebut sekarang ini dapat diobati sehingga penyandang DS mampu menjalani kehidupan yang sehat.

Terlepas dari fakta di atas, satu hal yang tak berbeda adalah hati mereka. Sama dengan kita, mereka juga punya perasaan. Mereka punya hak yang sama dengan individu normal lainnya.

Punya Talenta dan Hak yang Sama

Inilah yang coba digaungkan oleh Carys dengan membentuk Carys Cares pada tahun 2019 lalu. Sebagai organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan kreativitas anak-anak dengan Down Syndrome, ia ingin menciptakan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan keberadaan anak-anak istimewa ini.

Andeo, salah satu anak dengan Down Syndrome sedang memperagakan pakaian yang didesain oleh Zeina

“Banyak orang punya persepsi salah. Anak DS dianggap memiliki banyak kelainan, itu yang harus diubah. Teman-teman dengan Down Syndrome itu sangat istimewa, punya bakat, perasaan, punya hak yang sama dengan kita semua. Untuk itu, Carys Cares ingin menunjukkan dan menampilkan bakat dan talenta mereka dengan menjual merchandise hasil desain teman-teman dengan Down Syndrome. Kami berharap, para penyandang disabilitas bisa diterima dengan baik oleh lingkungan,mengakui karya mereka, dan turut berpartisipasi mendukung mereka dengan cara membeli,” ujar putri kedua dari Ibu Lisa Kurniawaty Mihardja yang juga merupakan Founder dan CEO (Chief Executive Officer) Alleira Batik.

Merchandise Cantik dengan Motif Ceria

Ada berbagai pernak-pernik yang diperlihatkan oleh Carys Cares mulai dari tas (tas selempang hingga totebag, pakaian (kaus/kemeja), payung, masker, boneka, pouch, dan lainnya. Harganya mulai berkisar dari Rp. 39.000 (masker) hingga Rp. 495.000 (totebag besar).

Zeina, penyandang Down Syndrome yang merancang desain pakaian yang diproduksi Carys Cares dan Alleira Batik

Zeina, remaja penyandang Down Syndrome merupakan salah satu yang terlibat dalam desain merchandise tadi, yakni kaus. Hasil karyanya sangat ceria, penuh warna-warni dan menyegarkan mata. Didampingi sang ibu, Zeina mengatakan bahwa ia banyak mendapatkan inspirasi menggambar baju dari majalah ataupun televisi. “Senang sekali…” tanggap Zeina ketika ditanya perasaannya melihat hasil desainnya tertuang di atas kaus.

Dituturkan oleh Carys, ada sekitar 6-7 orang anak penyandang DS yang dilibatkan dalam desain merchandise tadi. “Motifnya rata-rata merupakan hasil lukisan beberapa anak dari lomba melukis dan mewarnai yang kita adakan tahun lalu. Kita pilih yang terbaik,” ujar Carys.

Hasil Keuntungan Akan Didonasikan

Semua keuntungan dari penjualan merchandise di atas akan didonasikan seluruhnya untuk membantu keluarga-keluarga dengan anak Down Syndrome di POTADS.

Olivia Maya Shitaresmi (Ketua Umum Yayasan POTADS)

Inisiatif dari Carys Cares ini sangat disambut positif oleh POTADS. “Ini merupakan pintu awal yang baik. Carys Care dan Alleira membuka jalan bagi anak-anak dengan Down Syndrome untuk mengaktualisasikan diri mereka. Anak-anak itu juga diberikan kesempatan untuk menjadi model dan ikut fashion show. Saya jujur sangat terharu,” ucap Ibu Olivia.

Diungkapkan oleh Bapak Zakaria, sebenarnya agenda fashion show bersama anak-anak dengan DS rencananya digelar pada bulan Maret 2020 lalu. “Namun sayang, 2 hari sebelum acara digelar, pemerintah memberlakukan PSBB pertama, sehingga ditunda. Sebagai gantinya, anak-anak tersebut tetap dilibatkan menjadi model untuk baju-baju karya desain Zeina tadi, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pemotretan juga dilakukan di rumah masing-masing,” ungkap COO Alleira Batik yang akrab disapa Zaka.

Zakaria Hamzah (Chief Operations Officer Alleira Batik)

Baik Carys maupun Bapak Zaka berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat akan semakin peduli dan tergerak mendukung segala karya para penyandang DS.

Adapun merchandise hasil karya teman-teman Down Syndrome sudah mulai dijual sejak Maret lalu. “Payung dan masker Carys Cares sangat banyak peminatnya loh. Bahkan sudah produksi ulang,” katanya. Selain itu, Totebag juga termasuk dalam daftar barang terlaris.

Masker dan Totebag

Carys mengatakan ke depannya, mereka berencana juga untuk memproduksi merchandise-merchandise baru. “Lewat kreativitas dan pemberdayaan, kami berharap masyarakat akan semakin peduli. Anak-anak dengan Down Syndrome itu banyak yang berbakat, mereka mampu melakukan hal-hal yang mungkin kita tidak bisa, contohnya dalam hal berkesenian, melukis atau mendesain baju. Semua orang punya talenta, termasuk mereka. Down Syndrome bukan penyakit menular, justru yang berbahaya adalah ignorance (ketidakpedulian) kita. Jadi mari kita sama-sama tularkan kepedulian tentang mereka,” tutupnya sambil tersenyum.

Bila kamu, Mama dan Papa mau membantu mendukung hasil karya teman-teman dengan Down Syndrome, bisa membeli merchandise mereka dengan mengunjungi Instagram @carys.cares dan @alleira_batik.

Photo Capture: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *