Garnier Green Beauty Menuju Bumi Lebih Hijau

Sampah plastik masih menjadi isu besar di Indonesia. Bahkan setiap tahunnya, terdapat sekitar 6,8 juta ton sampah plastik yang berakhir di laut. Kenyataan yang sungguh menggenaskan, ya, Moms. Seperti yang disampaikan oleh Dr. Ir. Novrizal Tahar IPM, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. “Di tahun 2030, diprediksi akan jauh lebih banyak lagi sampah yang berakhir di laut. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi,” katanya pada acara diskusi virtual yang digelar oleh Garnier.

Hal senada diungkapkan oleh Manashi Guha, General Manager Consumer Product Division, L’Oreal Indonesia. “Hingga tahun 2025, diperkirakan akan ada pertambahan sebanyak 0.8 juta ton sampah plastik per tahunnya,” ujarnya prihatin.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kecantikan dan tentu saja banyak memproduksi kemasan plastik, mereka tak lantas lepas tangan. Melalui Garnier, salah satu merek kecantikan terkemuka di Indonesia, menjadi pembuka program L’Oréal for the Future.

“Alam adalah inti dari Garnier dan kami merasa bahwa ini ialah sebuah tanggung jawab besar untuk mempercepat transformasi guna membantu menciptakan masa depan kecantikan  yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Manashi menjelaskan bahwa Garnier Green Beauty merupakan komitmen dan tanggung jawab untuk mempercepat transformasi di setiap aspek rantai nilai perusahaan, yaitu: menghadirkan Green science untuk formula dan kemasan yang didesain ramah lingkungan, memastikan sumber dan produksi yang berkelanjutan, serta memungkinkan konsumen untuk berkontribusi secara positif menuju bumi yang lebih hijau.

Untuk itu, dijabarkan oleh Melanie Masriel, Communications, Public Affairs and Sustainability Director, L’Oréal Indonesia, Garnier telah melakukan kerja sama dengan eRecycle dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. “Kami ingin mengajak konsumen untuk memulai kesadaran akan solusi daur ulang dan pengelolaan sampah secara offline dan online; yang sesuai dengan kebutuhan para remaja, di dalam kehidupan mereka yang sibuk sambil tetap menjaga jarak di masa pandemi ini,” katanya.

(kiri – kanan) Melanie Masriel, Communications, Public Affairs and Sustainability Director, L’Oréal Indonesia dan Manashi Guha, General Manager Consumer Product Division, L’Oreal Indonesia menjelaskan mengenai upaya Garnier Green Beauty pada konferensi pers, 30 September 2020

eRecycle sendiri adalah aplikasi seluler yang memungkinkan konsumen Garnier Indonesia untuk menyerahkan sampah plastik yang telah mereka pilah di rumah untuk ditimbang secara digital, akurat dan real-time agar nantinya dapat didaur ulang. “Kami memiliki semangat yang sama dengan Garnier untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang serta mendorong ekonomi sirkular dengan menyediakan pengelolaan plastik kemasan bekas pakai konsumen berbasis digital,” ujar Dicky Wiratama selaku Co-Founder dan Business Head of eRecycle.

Dijelaskan oleh Manashi, upaya digital ini diharapkan bisa membantu dan mengedukasi masyarakat akan nilai ekonomis sampah plastik. “Sampah plastik masih punya nilai, asalkan diperlakukan dengan baik, kualitas baik dan jumlah yang baik. Masyarakat banyak yang nggak tahu akan hal ini, mereka banyak yang mau bergabung untuk berpartisipasi mendaur ulang sampah dan mengambilnilai ekonomisnya, tapi nggak tahu caranya. Informasi juga minim. Nah, di aplikasi eRecycle, kami jelaskan material apa saja yang bisa didaur ulang, jenisnya apa, dan sebagainya. Mereka cukup scan saja lewat gadget, maka informasi akan tersedia. Kami juga berusaha menampilkan informasi dengan bahasa yang umum agar lebih mudah dipahami,” terang Manashi panjang lebar.

Selain cara online, Garnier juga menghadirkan upaya pengumpulan sampah offline dengan menghadirkan 19 drop box sampah yang terdapat di Hero Supermarket.

Chelsea Islan, berbagi kegembiraannya bergabung dengan komitmen Garnier Green Beauty. Ia mengakui, selama masa pandemi, sampah rumah tangga menjadi lebih banyak. “Namanya di rumah saja, sering juga pesan makanan secara online, dan itu juga pasti ada kemasan plastiknya. Nah, sekarang aku bisa mengandalkan sistem pengelolaan sampah digital dari Garnier Green Beauty dan eRecycle sehingga bikin lebih mudah pengelolaan sampah di rumah. Aku juga jadi bisa mulai recycling sambil social distancing,” ujarnya gembira.

Hal serupa diungkapkan oleh Joe Taslim, aktor sekaligus pegiat olahraga. Memulai mengurangi beban sampah plastik di bumi, harus dilakukan dari diri sendiri. “Dulu kalau ke-gym, baju kotor selalu aku bawa pakai plastik sekali pakai. Terus, air minum juga yang kemasan botol sekali pakai.Sekarang aku biasakan bawa tas untuk baju kotor, bawa tumbler minum sendiri. Terlihat simpel, tapi kalau itu dilakukan oleh banyak orang, maka akan sangat berdampak,” tutupnya.

Yuk, bersama-sama  hijaukan bumi! Mulailah dari mengumpulkan sampah di rumah dan sekitarmu untuk didaur ulang. Bersama, kita bisa!

Photo Capture: Efa

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *