Linda punya kebiasaan menuliskan perasaan dan kegiatan sehari-harinya di aplikasi gadget. “Hari ini, Vera dan Wendi menjauhiku, sepertinya mereka marah padaku. Padahal, aku tidak berbuat jahat pada mereka. Mengapa mereka jadi seperti itu?” gumam Linda  sambil mengetik di gadget-nya. Vera dan Wendi adalah teman baik Linda di sekolah. Mereka selalu pergi bersama ke mana pun. Sekarang, mereka tak mau bicara dengan Linda, dan tak mau mengatakan alasannya.

Di sekolah, Vera dan Wendi masih tetap tak mau menegur Linda, walaupun Linda menyapa mereka. Linda pun merasa sedih, hingga lama-lama ia menjadi marah. “Baiklah, kalau mereka seperti itu, aku juga tak peduli! Aku bisa sendirian!” seru Linda. Tapi, ternyata sendirian itu tidak enak. Sepulang sekolah, biasanya Linda, Vera, dan Wendi mampir ke minimarket depan sekolah dan jajan sepuasnya. Melihat minimarket itu, Linda jadi murung.

Malamnya, Linda bermimpi dirinya, Vera, dan Wendi  pergi bermain di taman hiburan. Mereka terlihat gembira bersama-sama. Linda terbangun dengan air mata berlinang. “Aku ingin berbaikan dengan Vera dan Wendi,” tangisnya.

Keesokan harinya, Kak Helen, kakak Linda, melihat mata Linda yang merah karena menangis semalaman. “Linda, kamu menangis?” tanya Kak Helen. “Iya, Kak. Aku sedih karena Vera dan Wendi marah sama aku,” jawab Linda. “Apa sebabnya?” Kak Helen bertanya lagi. “Aku juga nggak tahu, Kak. Vera dan Wendi nggak bilang padaku,” jawab Linda lesu. “Kalau begitu, kau yang harus bertanya pada mereka. Tapi, sepertinya Kakak tahu penyebab mereka marah padamu. Kamu payah kalau meminjam barang,” timpal Kak Helen. “Payah apanya?” tanya Linda cemberut. “Kamu itu kalau pinjam barang orang lain pasti tak bisa menjaganya. Akhirnya, barangnya jadi rusak,” jelas Kak Helen.

Wajah Linda memerah, dia ingat sekarang! Waktu itu, dia meminjam buku  dari Vera dan Wendi. Buku-buku itu masih baru dan bagus ketika mereka meminjamkannya. Tapi, Linda mengembalikan buku itu dalam keadaan rusak. Buku itu basah terkena air dan sobek di sana-sini. Wajah Vera dan Wendi sangat kecewa ketika melihat keadaan buku-buku mereka yang dikembalikan Linda. Ya, buku adalah sesuatu yang berharga bagi dua teman Linda. Sekarang Linda tahu apa yang harus dilakukannya.

Hari Senin di sekolah, Linda mendatangi Vera dan Wendi yang sedang duduk berdua. “Vera, Wendi, maafkan aku yang sudah merusak buku kesayangan kalian. Ini gantinya,” tutur Linda sambil menyerahkan dua bungkusan pada mereka. Setelah melihat isi bungkusan itu, Vera dan Wendi memeluk Linda. “Terima kasih, Linda! Maaf, ya, kami marah padamu gara-gara buku,” ucap mereka menyesal. “Tidak apa-apa. Aku bisa belajar dari kesalahanku. Mulai sekarang aku akan menjaga barang yang kupinjam dengan baik,” janji Linda.

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *