Tak hanya terus berinovasi, Ruangguru, tempat belajar online nomor satu, juga sangat peduli akan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Buktinya, melihat ketimpangan pendidikan di Indonesia, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini, mereka pun segera berinisiatif untuk meluncurkan ruangpeduli.

“Ada sekitar 45-50 juta pelajar di Indonesia, belum ditambah mereka yang di Perguruan Tinggi dan juga guru-gurunya. Itulah mengapa sistem pendidikan Indonesia menempati urutan terbesar ke- 4 di dunia. Namun sayang, kondisi pendidikan kita masih termasuk salah satu yang tertinggal. Data tahun 2018 menunjukkan kemampuan membaca, berhitung, dan sains berada di urutan ke-74 dari 79 negara. Menurut survey, untuk mengejar ketinggalan ini, butuh waktu 128 tahun,” ungkap Kak Belva Devara, Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru.

“Untuk mengejar 128 tahun inilah maka kami bangun Ruangguru. Siapa lagi kalau bukan kami, anak muda yang mengerti teknologi dan merasakan langsung pendidikan di Indonesia. Kita tahu saat ini lebih dari 120 ribu ruang kelas rusak berat dan tidak layak, ketimpangan teknologi di bagian Timur Indonesia, itu semua tantangan sebelum pandemi, kini saat pandemi, tantangannya menjadi berlipat ganda. Kita dipaksa belajar jarak jauh. Banyak yang belum siap. Bahayanya, di perkotaan bisa tapi di desa tidak, orang mampu bisa, dan yang kurang mampu tidak bisa, membuat ketimpangan semakin besar. Sementara pendidikan merupakan pondasi jangka panjang. Kalau tahun ini tidak bisa, tidak hanya tahun ini saja, tapi tahun depan dan tahun depannya lagi juga tidak bisa. Untuk itulah Ruangguru berkontribusi dengan membuat ruangpeduli, konsep kolaborasi dengan banyak mitra seperti organisasi, yayasan, perusahaan, maupun individu. Bekerja bersama apa yang bisa kita lakukan untuk pendidikan. Bukan hanya pemerintah, tapi semua pihak. Banyak anak belum bisa belajar karena tidak punya gadget, tidak ada internet, dan lain sebagainya. Ini butuh kerjasama dari semua,” papar Kak Belva.

Ya, ruangpeduli hadir sebagai platform yang menghubungkan pemberi dan penerima bantuan sosial pendidikan, untuk menjawab berbagai masalah pendidikan yang dihadapi kala pandemi ini. Mengusung semangat kolaborasi terhadap kepedulian pendidikan Indonesia, Ruangguru memusatkan dan melaksanakan seluruh kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini sudah berjalan dan yang akan datang, di dalam ruangpeduli.

Melalui situs web ruangpeduli.org, Ruangguru mengajak mitra individu dan lembaga untuk ikut serta berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan. Para mitra dapat menyalurkan bantuan akses, dukungan fasilitas belajar, serta konten pendidikan yang berkualitas. Masyarakat juga dapat mengajukan penggalangan bantuan pendidikan bagi pihak yang berhak menerimanya. Keabsahan informasi pihak yang menggalang donasi dan penerima bantuan pendidikan menjadi prioritas.

Ruangpeduli memiliki manajemen platform yang tersentralisasi, terkurasi, dan terverifikasi, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi setiap donatur yang peduli. “Kondisi pandemi yang kita hadapi saat ini makin memperbesar berbagai tantangan pendidikan. Kami meluncurkan ruangpeduli karena kami percaya bahwa gerakan peduli pendidikan bisa dibuat lebih terstruktur dan kolaboratif. Harapannya, lewat ruangpeduli, akan ada lebih banyak individu dan lembaga yang terpanggil untuk berkontribusi bagi pendidikan Indonesia,” tambah Kak Belva.

Melalui ruangpeduli.org, individu maupun lembaga dapat mengajukan program sosial pendidikan yang membutuhkan bantuan. Masyarakat dapat membantu berbagai program misalnya, membantu perbaikan atap SMPN 1 Amurang, penyediaan gawai internet bagi guru dan pelajar di SMPN 1 Sambeng Lamongan, memberikan beasiswa bagi anak putus sekolah, dan lainnya. “Seluruh biaya tata kelola platform menjadi bagian dari CSR Ruangguru. Di dalam platform ini, kami juga tidak menerima dana sepeser pun dan tidak mengambil komisi dalam bentuk apapun. Ruangguru juga akan turut membantu beberapa program terpilih,” jelas Kak Belva.

Beberapa program pendidikan telah berlangsung melalui kerjasama dengan para mitra, seperti program beasiswa pelatihan guru, beasiswa pendampingan siswa, pembelajaran intensif untuk siswa putus sekolah, dan akses gratis ke konten pendidikan. Ribuan guru, siswa, dan pelaku pendidikan lainnya berpartisipasi dalam program-program ini termasuk yang berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). “Adaro Foundation telah menjalin kerja sama dengan Ruangguru beberapa tahun terakhir. Visi dan misi kami beriringan, yakni meningkatkan kualitas pendidikan melalui sumber daya manusia yang mumpuni. Pelatihan guru dan beasiswa bagi pelajar telah kami berikan dan juga turut menyasar daerah 3T di Indonesia,” terang Ibu Okty Dayamanti, Ketua Umum Adaro Foundation. “Kami sendiri punya lima pilar untuk nyalakan perubahan. Pertama pendidikan untuk ilmu, kedua raga untuk kesehatan, ketiga sejahtera untuk ekonomi, keempat lestari untuk lingkungan, dan kelima budaya. Dari lima   pilar tersebut, nyalakan ilmu lewat pendidikan merupakan kunci dan prioritas. Kami sangat percaya pendidikan bisa mengubah nasib seseorang,” tambah Ibu Okty.

Tak hanya perusahaan pertambangan Adaro, gerakan kemanusiaan Kitabisa.com dan Benih Baik pun mengaku memiliki semangat yang sama dengan Ruangguru.  “Kitabisa memiliki semangat yang sama dengan Ruangguru untuk menghubungkan jutaan kebaikan termasuk kebaikan di dunia pendidikan. Kemitraan ini menjadi awal yang baik dalam memudahkan para Orang Baik menyalurkan bantuan bagi para guru, siswa, dan pihak lain yang membutuhkan bantuan pendidikan,” tandas Bapak Muhammad Alfatih Timur, CEO and Founder Kitabisa.com. “Di luar sana banyak siswa ataupun guru yang menggunakan gadget secara bergantian karena hanya punya satu. Dari awal pandemi, kami sudah mulai galang dana untuk beli hp dan juga laptop untuk siswa dan guru kurang mampu. Ruangguru punya jaringan di daerah yang bisa memverifikasi. Dengan verifikasi, bisa banyak guru-guru di daerah yang terjaring. Mereka punya aspirasi dan informasi sehingga bisa difasilitasi dengan lebih baik,” ucap pria yang akrab disapa Timmy.

Begitupula dengan Benih Baik. Bapak Firdaus Juli, Co-founder Benih Baik menyambut positif kerja sama dengan Ruangguru. “Kerja sama ini untuk memperluas akses bantuan di sektor pendidikan. Kita harus menggandeng banyak mitra dalam menjangkau pihak-pihak yang berhak memperoleh bantuan pendidikan, agar dampak yang dihasilkan semakin luas,” ujarnya. “Seperti halnya perusahaan, kalau mau maju, produk harus bagus. Begitu juga dengan negara, jika ingin maju, SDM (Sumber Daya Manusia)-nya juga harus bagus. Satu anak bisa membawa keluarganya keluar dari kemiskinan karena pendidikan, itu namanya mukjizat. Benih Baik, salah satu kekuatannya yaitu banyak dekat dengan korporasi/perusahaan dan dipercaya untuk menyalurkan CSR-CSR mereka. Ruangguru jadi sahabat Benih Baik, amanah dan tepat untuk menyalurkan bantuan tersebut. Kita mau bermitra dengan siapapun pejuang kebaikan. Karena berada dalam satu perjuangan yang sama, yaitu bikin Indonesia lebih baik, dan Belva punya kapasitasnya,” tutup Bapak Firdaus.

Foto: Novi, Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *