JAKARTA, majalahjustforkids.com Stunting atau tubuh pendek masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang harus segera diatasi di Indonesia.

Menurut Direktur HMS (Humanity Medical Services) ACT (Aksi Cepat Tanggap), dokter Arini Retno Palupi, stunting merupakan salah satu masalah pada anak akibat kekurangan gizi dalam tubuhnya sehingga membuat ukuran tubuh anak kerdil/pendek daripada anak seusianya. “Kekurangan gizi diakibatkan anak tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang, baik saat di dalam kandungan maupun di awal kehidupannya,” ucap dokter Arini.

Menurut dokter Arini, dalam mengatasi stunting, perlu upaya yang menyeluruh dan berkesinambungan, dari hulu hingga ke hilir. “Sehingga hasilnya maksimal dan stunting dapat diatasi hingga ke akar permasalahannya,” tandasnya.

“Langkah pertama adalah memberikan edukasi kepada perempuan, calon ibu, ibu hamil, dan anak-anak akan pentingnya asupan gizi seimbang. Ibu dan ibu hamil memiliki peran yang strategis dalam mengatasi stunting dan mewujudkan anak-anak bebas stunting,” jelas dokter Arini.

“Langkah selanjutnya adalah melakukan penyaringan status gizi anak. Dari hasil penyaringan gizi,  akan diketahui anak dengan stunting, gizi seimbang, buruk, normal, atau berlebih. Nantinya, tim HMS-ACT akan melakukan tindakan pendampingan dan pemantauan status gizi anak yang stunting secara berkala,” papar dokter Arini.

“Jadi, setiap dua pekan atau sepekan sekali akan kita berikan bahan pangan, makanan gizi seimbang, edukasi, serta monitoring gizi seperti penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi badan. Ini jangka panjang, minimal tiga bulan,” tambahnya.

5,33 Juta Balita Alami Stunting

Untuk diketahui, berdasarkan Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen atau sekitar 5,33 juta balita. Angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20 persen.

Pemerintah sendiri menargetkan pada tahun 2024 angka stunting di Indonesia akan turun menjadi 14 persen atau di bawah standar WHO dan tahun 2030 Indonesia bebas stunting.

Tentu saja, agar bisa terwujud, harus ada kerja sama dari berbagai pihak. Untuk mewujudkan tujuan ini, berbagai elemen bangsa perlu bergotong-royong sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang maju, terwujud.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menjelaskan, melalui Humanity Medical Services (HMS), ACT berkomitmen bersama pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kota Jakarta Timur, untuk menangani stunting di Indonesia.

Stunting dapat memberikan dampak panjang terhadap kualitas SDM di masa yang akan datang,” kata Bapak Ibnu. “Jika kualitas SDM buruk akibat stunting, masa depan Indonesia menjadi taruhan. Cita-cita mewujudkan Indonesia Emas di 100 tahun kemerdekaan dan menjadi bangsa yang maju, bisa terhambat,” tandasnya.

Walikota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan, membebaskan suatu daerah dari stunting merupakan tantangan besar. “Meski sulit, namun tetap dapat dilakukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur telah melakukan upaya pencegahan meluasnya stunting selama bertahun-tahun lewat berbagai program seperti; kampanye perubahan perilaku manusia untuk hidup bersih dan sehat, kampanye isi piringku, kampanye makan sayur dan buah, dan bentuk-bentuk edukasi lainnya yang dilakukan mulai tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan,” jelas Bapak Anwar.

Bapak Anwar pun sangat mengapresiasi hadirnya program Gerakan Generasi Merdeka Stunting yang digaungkan ACT. Ia berharap, program ini dapat membantu percepatan mengentaskan masalah stunting di Jakarta Timur.

“Warga Jakarta Timur ada sekitar 3,2 juta orang. Bayi dan anak-anak usia sekolah itu paling banyak di Jakarta Timur dibanding wilayah Jakarta lainnya. Melalui Gerakan Generasi Merdeka Stunting dari ACT yang akan diselenggarakan di Indonesia, Jakarta Timur menjadi kota pertama dilaksanakannya program ini. Kami berharap, program dari ACT ini akan sejalan dengan program pemerintah yang sudah ada, untuk berkomitmen menurunkan angka stunting di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bapak Anwar menjelaskan ada 19 daerah di Jakarta Timur yang menjadi pusat penanganan stunting sehingga program Gerakan Generasi Merdeka Stunting di Jakarta Timur akan difokuskan pada wilayah-wilayah tersebut.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *