Suku Badui yang berada di provinsi Banten ini sengaja mengasingkan diri dan hidup secara mandiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang luar.

Terbagi Dua

Pernah dengar Suku Badui? Suku Badui terdiri atas Badui Dalam dan Badui Luar. Badui Dalam masih menjalankan seluruh tradisi suku, seperti tidak menggunakan kendaraan, alat elektronik, dan tidak menikah dengan orang dari luar Suku Badui. Sedangkan, Badui Luar masih menjalankan tradisi suku, tapi tidak semuanya.

Biasanya, masyarakat Badui Luar sudah menggunakan alat-alat elektronik, menikah dengan orang di luar Suku Badui, dan tinggal di daerah yang berbeda dengan Badui Dalam, serta orang luar bisa mendatangi daerah mereka.

Kehidupan Unik Suku Badui

Hal unik pertama yang bisa kita temui di masyarakat Suku Badui adalah pakaian mereka yang khas. Suku Badui Dalam identik menggunakan pakaian berwarna putih polos. Para pria mengenakan pakaian lengan panjang ditambah ikat kepala berwarna putih juga. Semua pakaian tersebut dijahit secara tradisional. Warna putih melambangkan kesucian budaya mereka yang masih terjaga dan belum bercampur dengan budaya luar. Sedangkan, untuk Suku Badui Luar biasanya menggunakan pakaian berwarna hitam atau biru tua.

Kepercayaan

Suku Badui terkenal dengan kepercayaan animisme atau pemujaan kepada nenek moyang. Kepercayaan ini biasa disebut juga dengan istilah Sunda Wiwitan. Objek kepercayaan yang paling penting bagi Suku Badui sendiri adalah Arca Domas yang merupakan tempat paling sakral dan paling dirahasiakan. Biasanya, setahun sekali diadakan upacara pemujaan di Arca Domas yang dihadiri oleh ketua adat tertinggi (puun) dan orang-orang yang terpilih saja. (ETG/Just For Kids, Foto: Istimewa)

===

Yang Khas Dari Suku Badui
Provinsi: Banten
Bahasa: Dialek Badui dari Sunda 
Kelompok Etnik Terdekat: Sunda

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *