Bulan Mei 2021, Bank Indonesia (BI) mengumumkan ketertarikannya untuk meluncurkan Central Bank Digital Currency (CDBC) yang nantinya akan dikenal sebagai Rupiah Digital. Ada beberapa alasan yang membuatnya menjadi menarik. Pertama, ledakan transaksi digital selama pandemi, kebutuhan untuk menghindarkan ancaman cryptocurrencies, dan kebutuhan untuk memodernisasi sistem finansial serta mempercepat pembayaran domestik dan internasional.

Dalam penyampaiannya di berbagai kanal media, BI menjelaskan bagaimana Rupiah Digital akan membantu dan menyelesaikan tujuan terkait kebijakan moneter dan sistem pembayaran, serta mengukur kesiapan dari infrastruktur finansialnya. Rupiah digital dipercaya akan memberikan angin segar terhadap pergerakan nilai tukarnya jika dihadapkan dengan mata uang lainnya. Hal Ini karena konsep peredarannya akan disesuaikan dengan sistem pengembangan mata uang digital lainnya.

White Paper

Sekitar satu setengah tahun kemudian, pada 30 November 2022, BI merilis sebuah white paper yang menjelaskan desain terkait CBDC di Indonesia. White paper tersebut menjelaskan desain dari Rupiah Digital serta menginisiasi pembahasan terkait pengembangannya. Adapun beberapa poin yang dibahas pada white paper tersebut:

CBDC sebagai solusi berkelanjutan. CBDC adalah mekanisme untuk menjembatani kebutuhan publik dengan sistem lama bank sentral dalam membangun sistem finansial yang berfungsi dengan baik. CBDC berperan sebagai mekanisme fundamental bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di lingkungan digital.

Penerbitan CBDC tidaklah mudah. Hal ini karena CBDC harus dipersiapkan secara matang untuk menghasilkan manfaat secara ekonomi. Tentu, CBDC tidak boleh merusak mandat kebijakan bank sentral dalam hal keuangan dan makroprudensial (konsep “do not harm”). Selain itu, CBDC pun harus hadir bersama bentuk lain dari mata uang (konsep “coexistence”) dan mampu menstimulasi inovasi dan efisiensi yang lebih baik.

Proyek Rupiah Digital ini dinamakan Proyek Garuda

Proyek Garuda yang dibuat oleh BI mengandung rencana dan desain dari CBDC di Indonesia, yaitu Rupiah Digital. Proyek ini merefleksikan hal-hal yang harus dilakukan BI yaitu:

  1. Mengendalikan perubahan cepat dalam ekonomi dan finansial digital sebagai otoritas khusus untuk menerbitkan mata uang legal di Indonesia;
  2. Mendorong posisinya di mata dunia;
  3. Mempercepat integrasi ekonomi dan finansial digital.

Proyek ini berpusat untuk membangun Rupiah Digital sebagai:

  1. Alat pembayaran digital yang sah di Indonesia,
  2. Instrumen utama BI untuk membawa mandat sahnya di era digital
  3. Cara untuk mendorong inklusi finansial, inovasi, dan efisiensi hulu ke hilir.

Rupiah digital sudah terintegrasi dari hulu ke hilir

BI akan menerbitkan Rupiah Digital dalam dua bentuk: wholesale Rupiah Digital dengan akses terbatas pada transaksi besar (w-CDBC) dan retail Rupiah Digital dengan akses luas yang mendukung transaksi ritel (r-CDBC). Desain Rupiah Digital yang fleksibel akan memudahkan model bisnis baru yang inovatif dan inklusif untuk berkembang diatasnya. Rupiah Digital akan memiliki karakteristik yang dapat memastikan keamanan dan ketersediaannya, seperti kemampuan luar jaringannya yang mampu meningkatkan akses dan dan inklusi finansial di daerah yang tertinggal. Rupiah Digital dapat diprogram (smart contract) yang memungkinkan untuk meningkatkan pertumbuhan keuangan. Rupiah Digital ini akan membuat token keamanan perdagangan untuk memperkaya pasar.

Arsitektur teknologi Rupiah Digital akan memiliki tiga lapis

Dalam penerapannya, Rupiah Digital akan terdiri dari platform teknologi, aset digital, dan interaksi pengguna. Lapisan platform akan mengandung smart contract, identitas, regulator, kriptografi, API, serta sandbox. Kedua, BI akan mengatur Rupiah Digital dan keamanan digital dalam layer aset digital. Serta, Interaksinya akan menggunakan kemampuan lapisan aset digital dan pelayanannya, lapis ini terdiri dari interaksi pengguna dari bank dan pihak ketiga.

Efektivitas implementasi Rupiah Digital membutuhkan legislasi serta kebijakan terkait

Sebagai sebuah langkah inovatif, tentu pengimplementasian Rupiah Digital dibarengi oleh kebijakan terkait. Aturan dan kebijakan terkait akan diperiksa secara berulang dari sisi moneter, makroprudensial, pendalaman pasar dan perspektif hukum. Hal ini mencakup beberapa aspek termasuk penggunaan Rupiah Digital sebagai aset penyelesaian untuk aktivitas keuangan atau pasar uang, perantara, prosiklikalitas, manajemen risiko operasional, proteksi konsumen, proteksi data dan privasi, serta kepatuhan terhadap AML/CFT.

Dalam perencanaannya, di masa depan Rupiah Digital akan diimplementasikan terus menerus. Dengan begitu, pengembangan Rupiah Digital akan melalui 3 tahap. Tahap pertama (tahap awal) dari w-CDBC Rupiah akan mencakup penerbitan, penukaran, serta pemindahan. Lalu, penggunaan w-CDBC akan berkembang ke tahap selanjutnya (tahap menengah). Sedangkan, untuk tahap akhir akan menguji coba kombinasi w-CDBC dan r-CDBC dari hulu ke hilir. Metode ini akan menguji beberapa desain yang memiliki kemungkinan untuk menjadi desain yang sesuai.

Dalam prosesnya, desain Rupiah Digital dari Proyek Garuda akan menyempurnakan inisiasi BI sebelumnya, seperti blueprint sistem pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dan program cetak biru pengembangan pasar uang 2025 untuk menstimulasi transformasi digital berskala nasional. Keduanya akan membantu mengembangkan ekonomi digital dari hulu ke hilir. Sehingga, cakupan Proyek Garuda ini menjadi program berskala nasional yang harus diimplementasikan secara beriringan. Kolaborasi antara pihak terkait seperti otoritas finansial, kementerian, dan industri merupakan hal yang vital untuk kesuksesan proyek tersebut.

IBF Net Group sebagai salah satu pihak yang ada dalam dunia digital di Indonesia akan berkontribusi melalui rangkaian seminar, publikasi, dan diskusi yang melibatkan berbagai kalangan dalam lingkup CBDC dan kerjasama bersama Universitas, dan asosiasi profesi. Untuk membangun kepedulian publik, IBF Net berencana untuk menghadirkan berbagai kelas dan pelatihan terkait keuangan digital dan CBDC. Sebagai respons awal, IBF Net akan mempublikasikan berbagai artikel, video, dan podcast secara berkala untuk menciptakan diskusi sehat terkait kebijakan ini.

Referensi: Proyek Garuda, Menavigasi Arsitektur Digital Rupiah

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *