Pemberian vaksinasi booster akan melindungi infeksi virus dan risiko infeksi parah, maupun komplikasi jika tertular. Tingkat reinfeksi varian Omicron dibandingkan Delta adalah 5,41 kali lebih besar terhadap orang yang terinfeksi maupun yang sudah menjalani vaksin, hal ini disebabkan karena adanya kemampuan “menghindar” dari sistem kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya (immune evasion).

  • Berikut adalah perbandingan efektivitas pemberian vaksin primer dan booster.

Data dari studi yang dilakukan di Chile dan disampaikan pada pertemuan WHO menyatakan efektivitas vaksin ketiga (booster) pada kelompok yang mendapat vaksin Sinovac sebanyak dua kali. Kelompok yang mendapat booster Astra Zeneca mengalami penurunan kejadian infeksi COVID-19 sebanyak 56-93% dibandingkan kelompok yang tidak divaksinasi.

Kelompok yang mendapat booster Pfizer mengalami penurunan kejadian infeksi COVID-19 sebanyak 56-90% dibandingkan kelompok yang tidak divaksinasi. Kelompok yang mendapat booster Sinovac mengalami penurunan kejadian infeksi COVID-19 sebanyak 56-80% dibandingkan kelompok yang tidak divaksinasi. Studi ini mengukur pada 14 hari setelah vaksinasi dosis penguat diberikan.

Data cakupan vaksin nasional di Indonesia per tanggal 17 Februari 2022 untuk dosis pertama adalah 90,78% atau 189.067.416 jiwa, dosis kedua sebesar 66,40% atau 138.280.959 jiwa. Sementara untuk vaksin booster sebesar 3,71% atau sebesar 7.730.486. Indonesia masih berpotensi terjadi ledakan kasus COVID-19 karena capaian vaksin lengkap (dosis 1 dan 2) yang belum mencapai herd immunity threshold.

Herd immunity threshold adalah keadaan saat persentase kelompok masyakarat yang perlu memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi sehingga orang yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi tersebut tidak terkena. Umumnya kekebalan komunitas ini tercapai saat 70-90% kelompok masyarakat sudah memiliki kekebalan tubuh (imunitas) terhadap penyakit infeksi dan dapat dicapai lebih cepat melalui vaksinasi.

Percepatan cakupan vaksin ke-1 dan ke-2 bahkan booster perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity threshold) secepatnya. Sehingga, penyebaran virus menurun dan angka kesakitan, perawatan rumah sakit, dan kematian semakin rendah.

TINDAKAN APA YANG PERLU TERUS DILAKUKAN?

Berikut adalah imbauan dari WHO untuk mengurangi penyebaran dan risiko COVID-19, termasuk Omicron:

  • Vaksinasi lengkap dan vaksin booster. Penderita yang belum divaksinasi kemungkinan besar dapat menginfeksi orang lain, daripada mereka yang sudah divaksinasi. Dosis booster semakin menurunkan risiko terhadap penyakit simtomatik (dengan gejala) dan infeksi, sehingga mengurangi risiko rawat inap.
  • Tindakan protokol kesehatan yang disarankan WHO. Rajin mencuci tangan, Kenakan masker, Jaga jarak fisik, Pastikan ventilasi di dalam ruangan, dan Segera divaksin jika memang giliran kamu.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *