Kalian pasti sering mendengar peristiwa gunung meletus di Indonesia. Sebenarnya, bagaimana proses terjadinya gunung meletus ini, ya, Kids? Yuk, kita lihat!

Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat adanya endapan magma di dalam perut Bumi. Endapan magma tersebut didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi sehingga terjadilah letusan. Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan Bumi. Magma memiliki suhu yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 1.000°C (derajat celcius). Cairan magma yang keluar dari dalam Bumi biasa disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200°C. Panas sekali, bukan?

Penyebab

Secara geografis (wilayah) dan geologis (tanah), pulau-pulau Indonesia membentang di sepanjang garis katulistiwa Bumi. Pulau-pulau tersebut merupakan tempat pertemuan tiga lempeng tektonik utama yang aktif dan bergerak terus.

Indonesia juga dikelilingi oleh sabuk vulkanik (ring of fire) karena banyak gunung berapinya. Ini juga yang dapat memicu banyak bencana. Sebut saja gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, badai, dan letusan gunung berapi.

Prosesnya

Jika dibayangkan. Di kedalaman bawah tanah. Bumi kita yang terus bergerak ini terdiri atas lapisan-lapisan yang membentuk lempengan. Lempengan-lempengan itu juga terus bergerak. Bergerak menjauh ataupun mendekat. Gerakan-gerakan ini bisa menimbulkan tabrakan, patahan, ataupun persinggungan. Inilah yang menyebabkan guncangan di atas Bumi hingga terjadilah gempa, gunung meletus, tsunami, maupun tanah longsor.

Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih. Sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.

Material Lain

Selain lava, letusan gunung berapi juga mengeluarkan material gas vulkanik, lahar (lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya), abu letusan (material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan).

Material lainnya adalah awan panas atau yang dikenal dengan sebutan wedhus gembel, yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600-1000°C.

Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

Tanda-Tanda

Adapun tanda-tanda gunung berapi akan meletus, antara lain:

  • Suhu di sekitar gunung naik
  • Mata air menjadi kering
  • Suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
  • Tumbuhan di sekitar gunung layu
  • Binatang di sekitar gunung bermigrasi

(JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

1 Comment

  1. terima kasih sudah berbagi ilmuu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *