Ilustrasi: Just For Kids

Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi. Namun, tak seperti kalian, pada bayi baru lahir, walau tangisannya tak mau berhenti, tidak setitik pun ia meneteskan air mata, lho! Wah, kenapa, ya?

Ternyata, saat lahir kelenjar air mata bayi hanya memroduksi air mata dalam jumlah sangat sedikit yang tujuannya untuk melumasi dan melindungi mata bayi.

Menurut Dokter Spesialis Anak, Tanya Remer Altmann, editor The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones, saluran air mata bayi masih berkembang setelah lahir. “Jadi, adalah normal bagi bayi untuk tidak meneteskan air mata selama beberapabulan pertama,” katanya.

Ditambahkan oleh Jennifer Shu, salah satu penulis buku American Academy of Pediatric’s Heading Home With Your Newborn, air mata diproduksi ketika bayi berusia 1-3 bulan, Kids. “Nah, seiring perkembangan kelenjar air mata, produksinya juga akan meningkat,” katanya.

Selain itu, pada beberapa bayi yang baru lahir, bisa mengalami pula saluran air mata yang tersumbat. Artinya, mereka dapat membuat air mata tetapi air mata tersebut tidak mengalir dengan baik. Nanti, Dokter akan mengobati dengan memberikan obat mata tetes atau salep.

Kejadian saluran air mata yang tersumbat ini dapat datang dan pergi. Namun, biasanya akan hilang saat  bayi mencapai usia 1 tahun. Jika tidak hilang juga, dokter mata anak mungkin perlu melebarkan saluran air mata bayi sehingga tidak terus menyumbat.

Untuk diketahui, walau kasusnya sangat jarang, beberapa bayi dilahirkan tanpa kelenjar air mata. Nah, adik-adik bayi ini perlu penanganan khusus oleh dokter spesialis mata anak.

Sekarang, sudah mengerti kan, mengapa adik bayi yang baru lahir menangis tanpa mengeluarkan air mata? (Ilustrasi: Just For Kids)

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *