AMERIKA SERIKAT, majalahjustforkids.com – Tahukah kalian, sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein, Rumah Sakit Anak di Montefiore (CHAM) dan Universitas Yale, Amerika Serikat, menunjukkan hasil bahwa ternyata sistem kekebalan anak-anak untuk melawan virus Corona atau COVID-19, lebih kuat dibandingkan dengan orang dewasa. Inilah yang membuat mengapa anak-anak cenderung mengalami gejala yang lebih ringan jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Did you know, a study done by scientists at the Medical Department of Albert Einstein, Children’s Hospital in Montefiore (CHAM) and Yale University, US, shows that children’s immune system against COVID-19 is stronger than that of adults. This is why children tend to have milder symptoms of COVID compared to adults.

Studi tersebut melibatkan 60 pasien COVID-19 dewasa dan 65 pasien COVID-19 anak di bawah usia 24 tahun yang dirawat di (CHAM) Montefiore Health System antara bulan Maret dan 17 Mei 2020.

The study involves 60 adult COVID-19 patients and 65 young COVID-19 patients under 24 years old, who were treated at (CHAM) Montefiore Health System between March to May 17, 2020.

Hasilnya, 22 pasien Corona dewasa atau 37 persen membutuhkan ventilasi mekanis dibandingkan dengan hanya lima atau 8 persen pasien anak. Selain itu, sekitar 17 orang dewasa atau 28 persen meninggal di rumah sakit dibandingkan dengan dua atau 3 persen pasien COVID-19 anak.

The result, 22 adult patients or 37 percent needed mechanical ventilators, while only 5 or 8 percent of the children needed them.

Dari studi itu dapat disimpulkan bahwa anak-anak dengan COVID-19 lebih baik daripada orang dewasa karena anak-anak memiliki kekebalan bawaan yang lebih kuat melindungi mereka dari COVID-19.

It can be concluded that children with COVID are stronger than adults because they have an innate immune system that protects them against the virus.

Dua Jenis Kekebalan Tubuh

Two Types of Immune System

Manusia sendiri memiliki dua jenis kekebalan, yaitu kekebalan bawaan dan kekebalan adaptif. Kekebalan bawaan adalah sel-sel kekebalan yang merespons dengan cepat segala jenis patogen yang menyerang, kekebalan ini lebih kuat selama masa kanak-kanak. Sementara, kekebalan adaptif adalah jenis respons imun kedua yang lebih spesifik dan menonjolkan antibodi serta sel imun yang menargetkan virus atau mikroba.

Humans have two types of immune system, innate and adaptive. Innate immune system is when immunity cells respond quickly to any pathogens that attack us. It is stronger during childhood. Meanwhile, adaptive immune system is a type of immunity response that is more specific and highlights the antibody as well as immune cells that target viruses or microba.

Alasan lain mengapa anak-anak lebih kuat melawan virus Corona karena anak-anak memiliki lebih sedikit reseptor ACE2 dalam tubuh mereka daripada orang dewasa. Hal itu membuat virus lebih sulit untuk menginfeksi.

Another reason why children are stronger against Coronavirus is because they have less ACE2 receptors in their bodies compared to adults, which makes it difficult for the virus to infect.

Menurut pakar penyakit menular Universitas Nasional Australia (ANU), Profesor Peter Collignon, virus COVID-19 mengikat reseptor ACE2 untuk menginfeksi sel manusia. “Salah satu reseptor utama yang dikunci oleh virus COVID-19 adalah ACE2 dan pada dasarnya anak-anak tampaknya memiliki lebih sedikit setidaknya sampai masa pubertas,” kata Profesor Collignon.

According to infectious disease expert from the Australian National University (ANU), Professor Peter Collignon, the COVID-19 virus binds ACE2 receptors to infect human cells. “One of the main receptors locked by COVID-19 virus is ACE2 and children have less of these, at least until puberty,” he said.

Profesor Kevan Herold, pakar imunobiologi di Universitas Yale, telah meneliti mengapa anak-anak lebih baik dalam menangani virus. Profesor Kevan melakukan swab tes atau menguji usap hidung dan tenggorokan dari 12 anak-anak dan 27 orang dewasa. Ia menemukan sampel dari anak-anak mengandung protein kekebalan yang disebut sitokin lebih tinggi daripada sampel dari orang dewasa.

Professor Kevan Herold, immunobiology expert from Yale University has researched why children are better in dealing with viruses. He did swab tests on nose and throat to 12 children and 27 adults. He found that the samples of the children called cytokine is higher than the adults’ samples.

Meski demikian, kalian harus tetap jaga prokes, ya. Olahraga, minum air putih dan istirahat yang cukup serta makan makanan bergizi.

Even so, you still have to follow the health protocols. Exercise, lots of water and plenty of rest as well as nutritious food.

Foto: Ist; Translator: Listya

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *