Siswa IPEKA, Stanve Avrilium Widjaja Raih Medali Emas di Dua Olimpiade Matematika Internasional

Rasa bangga dan bahagia tersemat di hati remaja bernama Stanve Avrilium Widjaja. Bagaimana tidak, ia berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Tak hanya satu, melainkan dua. Wah!

Stanve, yang merupakan siswa kelas 12 SMA Sekolah Kristen IPEKA BSD, baru-baru ini sukses meraih medali emas masing-masing di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2020 dan di Tuymaada International Olympiad (Tuymaada) 2020.

Kabar tersebut bak angin segar di tengah pandemi. Ini membuktikan bahwa situasi sulit tidak menurunkan semangat anak bangsa untuk mengukir prestasi berkancah internasional dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Asal tahu saja, IMO 2020 diikuti oleh 616 orang peserta dari 105 negara, di antaranya yang menjadi kompetitor terberat yaitu Cina, Rusia, dan Amerika Serikat. Sedangkan Tuymaada 2020 diikuti oleh 151 peserta dari 7 negara diantaranya Rusia, Kazakhstan, dan Iran.

Pada IMO 2020 yang merupakan olimpiade matematika paling bergengsi di dunia, Stanve berhasil meraih Gold Medal sekaligus menempati peringkat 22 dunia atau yang terbaik dari seluruh peserta asal Indonesia. Sedangkan di Tuymaada 2020, dari 21 peserta Indonesia hanya Stanve yang berhasil meraih emas. Stanve juga mendapat predikat Perfect Scorer sekaligus Absolute Winner atau Champion (peringkat pertama).

Yang lebih membanggakan lagi, ini adalah kali pertama Stanve mengikuti ajang IMO dan Tuymaada, alias penampilan perdana! Untuk diketahui, umumnya bagi peserta di negara lainnya, mereka telah mengikuti perlombaan tersebut selama dua atau bahkan tiga kali sebelum berhasil mendapatkan Gold Medal, sehingga pengalaman dan mental mereka sudah terbentuk secara lebih matang. Wow, bukan?

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang IMO 2020 dan Tuymaada 2020. Meraih medali di IMO merupakan impian setiap penggemar matematika di dunia. Serta raihan Perfect Scorer sekaligus Absolute Winner dan Gold Medal di Tuymaada juga merupakan kebanggaan bagi saya. Apalagi dapat bersaing dengan negara-negara kuat seperti Cina, Amerika dan Rusia pada IMO dan Tuymaada,” ujar Stanve.

Stanve Avrilium Widjaja

Dilakukan Secara Daring

International Mathematical Olympiad (IMO) adalah ajang lomba matematika internasional tahunan bagi siswa setingkat SMA. IMO merupakan olimpiade sains internasional tertua yang pertama kali diadakan pada 1959. Pada tahun 2020 ini, perhelatan IMO diadakan dari 20 hingga 28 September 2020 secara daring. Mekanismenya, peserta akan diawasi oleh kamera secara daring dan didampingi oleh pengawas profesional dan berpengalaman.

Proses menuju IMO dimulai dari seleksi sekolah dan Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) 2019. Peserta-peserta terbaik dari setiap kabupaten/kota dapat mewakili daerahnya untuk mengikuti seleksi provinsi. Lalu terpilih 77 peserta terbaik se-Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Tahun 2019, OSN diadakan di Manado dan terpilih sekitar 31 anak peraih medali untuk dipanggil mengikuti pelatnas. Dari pelatnas tersebut dipilih 6 orang yang berhak mewakili Indonesia di ajang IMO 2020.

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang IMO sejak 1988 hingga 2020, baru 5 orang siswa yang berhasil meraih medali emas. Pada awal keikutsertaan, tidak ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal pun secara sempurna. Butuh waktu empat tahun hingga ada peserta Indonesia yang berhasil menjawab satu soal secara sempurna dan butuh delapan tahun untuk Indonesia berhasil mendapatkan medali perunggu (bronze) pertama. Barulah setelah 25 tahun, Indonesia berhasil meraih medali emas pertama di IMO pada 2013.

Sedangkan Tuymaada International Olympiad (Tuymaada) adalah kompetisi internasional tahunan yang diadakan di Rusia untuk siswa berusia di bawah 18 tahun. Pada tahun ini, Tuymaada diadakan secara daring dari 1 hingga 6 Oktober 2020 yang difasilitasi oleh kamera super sensitif untuk mengawasi para peserta.

Kerja Keras Membuahkan Hasil

Kepala Sekolah SMA Kristen IPEKA BSD, Kristhianto Nathanael Kainama mengungkap rasa syukur atas torehan prestasi membanggakan ini. “Prestasi Stanve tentunya tidak lepas dari doa, bimbingan, dan dukungan banyak pihak. Stanve telah membuktikan bahwa dengan semangat juang yang tinggi, kegigihan, kerja keras dan ketekunan pada bidang yang diminati akan mampu membuahkan hasil yang manis,” ujar Kristhianto.

Koordinator Lokasi Sekolah Kristen IPEKA BSD, Andriani Winoto menyatakan komitmen sekolah dalam mendukung prestasi siswa. “Kami memiliki komitmen untuk mendorong setiap murid mengembangkan diri sepenuhnya sesuai dengan bakat, talenta, minat dan kemampuan yang dimiliki. Siswa diberikan kesempatan yang luas untuk meng-eksplorasi minat dan kemampuan dengan ikut serta dalam berbagai ajang perlombaan, baik di bidang sains, bahasa, olahraga dan bidang lainnya,” ujarnya.

Semoga prestasi Stanve ini dapat menginspirasi banyak siswa lain di seluruh Indonesia, ya? Sifat tidak mudah menyerah yang ia miliki, gigih dan tekun mengembangkan diri di bidang yang diminati, baik sekali untuk ditiru.

Sekali lagi, selamat untuk Stanve dan Sekolah IPEKA.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *