Agar tubuhmu sehat, kamu harus aktif bergerak, Kids. Menurut World Health Organization (WHO), waktu yang harus digunakan untuk aktivitas fisik anak adalah 1 (satu) jam setiap harinya. Tuh, nggak sulit, kan?

Aktivitas fisik ini, menurut dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH selaku Dokter Konsultan Tumbuh Kembang Anak, bukan harus selalu olahraga selama satu jam, kok.

Tapi,  yang dimaksud aktivitas fisik adalah banyak bergerak. “Misalnya, nih, anak-anak sekarang kan kalau ke sekolah suka naik ojek online atau diantar jemput. Kalau ternyata rumahnya dekat, kenapa nggak jalan kaki? 15 menit misalnya, udah bagus. Kalau pulang-pergi, kan udah setengah jam.” katanya saat ditemui di acara bincang media bertajuk “The Importance of Physical Development for Kids” yang diselenggarakan oleh Early Learning Centre (ELC) beberapa waktu lalu.

Lalu, setelah di rumah, kalian juga sebaiknya aktif. Jangan maunya dilayani terus, nih,  sama Mama atau Embak di rumah.  Mau makan, ambil makan sendiri ke dapur. Naik turun-tangga di rumah. Atau, kalian bisa bermain aktif di luar rumah, main basket, sepak bola, skuter, trampolin, rumah-rumahan, dan sebagainya.

Baca juga Ini Lho Manfaat Bermain di Luar Rumah

Jadi, yang dimaksud aktivitas fisik minimal sejam itu, adalah total keseluruhan kalian bergerak aktif selama satu hari. “Anak-anak Indonesia sih harusnya sudah memenuhi ketentuan minimal itu, ya? Bahkan kalau bisa, angkanya jauh melebihi satu jam,” ujar dr. Bernie.

Dr. Bernie juga mengingatkan, agar kita menghindari pola hidup sedentari atau sedentary lifestyle. Bahasa gampangnya, ini adalah kebiasaan sehari-hari yang kurang melakukan aktivitas gerak.

Misalnya, pulang sekolah, kita duduk di depan TV atau gadget selama berjam-jam. “Terus, ada iklan makanan atau minuman berwarna. Anak kepengen. Jadi, ngemil, deh,  di depan TV. Itulah contoh pola hidup sedentari, tidak banyak bergerak,” katanya.

Perlu kamu ketahui, Kids. Kalori yang kita konsumsi harus sesuai dengan yang kita keluarkan, supaya tidak terjadi dampak seperti kelebihan berat badan atau obesitas yang memicu penyakit lain. Duh, jangan sampai, deh. Makanya, mulai sekarang, yuk banyak bergerak! (Efa)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *