Beberapa waktu lalu, Just For Kids menghadiri Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja di Auditorium Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Jakarta.  Acara ini diadakan oleh Nutrition International – organisasi global yang berdedikasi memberikan intervensi gizi bagi mereka yang membutuhkan – bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.  Serta didukung pula oleh pemerintah Australia dan Kanada.

Mengusung tema ‘Pendidikan Kesehatan & Gizi: Sebuah Kampanye untuk Meraih Generasi Tinggi, Cerdas, dan Berprestasi’, seminar ini diikuti sekitar 250 peserta yang sebagian besar terdiri dari perwakilan pelajar SMP dan SMA dari berbagai sekolah beserta guru pendamping.

Seminar Kesehatan Gizi dan Remaja menyoroti program Right Start dan MITRA Youth dari Nutrition International yang didukung Pemerintah Kanada dan Australia untuk melindungi remaja putri dari anemia serta meningkatkan gizi mereka

Seminar ini menghadirkan pembicara ahli seperti Dokter Spesialis Anak, yakni Dr. Yoga Devaera, SpAK dan Kak Seto, Psikolog Anak. Mereka memaparkan informasi tentang pentingnya kecukupan gizi bagi remaja, dampak anemia, manfaat suplementasi zat besi, serta kunci hidup sehat dan gembira.

Ternyata, menurut Dr. Yoga Devaera, SpAK, ada 3 masalah gizi yang kerap menimpa remaja, yakni: terlalu kurus, kegemukan, dan anemia (kekurangan zat besi).

Pacu Tumbuh

Siapa, sih, remaja itu? Menurut UU Perlindungan Anak, remaja adalah seseorang yang berusia antara 10-18 tahun. Pada usia remaja ini, kalian akan mengalami yang namanya pacu tumbuh (growth spurt). Artinya, pertumbuhan fisik kalian akan berlangsung dengan pesat (terutama tinggi badan), dibarengi dengan perkembangan mental – kognitif, emosi, dan reproduksi.

Masa pacu tumbuh ini terjadi bervariasi pada tiap orang. Menurut WHO (Badan Kesehatan Dunia), masa ini umumnya dimulai pada usia 10 tahun untuk anak perempuan, dan umur 12 tahun pada laki-laki. Dokter Yoga menyebutkan, bisa pula dimulai antara usia 8-13 tahun untuk perempuan, dan usia 9-15 tahun untuk laki-laki.

Remaja Putri Rentan Anemia

Nah, di masa ini, kalian perlu nutrisi yang seimbang, Kids, agar pertumbuhan berjalan optimal. Perlu diketahui, masa pacu tumbuh kerap terjadi bersamaan dengan masa pubertas. Ini adalah masa di mana kalian akan mengalami perubahan fisik, psikis, dan kematangan reproduksi. Remaja perempuan akan mengalami haid (menstruasi) sebulan sekali di masa ini.

“Saat haid, mengeluarkan banyak darah. Kondisi ini membuat remaja putri rentan terkena anemia jika tidak mengonsumsi asupan gizi seimbang, yaitu: makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Itulah mengapa mereka perlu penambahan suplemen zat besi untuk penambah darah,” ujar Dr. Yoga.

kanan: Dr. Yoga Devaera, SpAK [Foto: Efa/JFK]
Setidaknya, sepertiga remaja perempuan di Indonesia menderita anemia. Ini adalah masalah yang signifikan. Anemia ditandai dengan kondisi muka pucat, letih, lesu, dan bisa mengganggu konsentrasi.

Ia juga memaparkan, saat puber, remaja semakin peduli dengan penampilan. “Remaja putri umumnya takut gemuk sehingga mengurangi makan, bahkan banyak yang melakukan diet dengan cara yang salah. Akhirnya, badan jadi kurus tapi tidak sehat. Sementara kegemukan terjadi antara lain karena terlalu sering mengemil, konsumsi gula dan minyak berlebih, serta kurang aktivitas gerak,” ujarnya.

Wah, banyak sekali wawasan yang diterima oleh para remaja peserta seminar. Untuk membantu memberikan pendidikan gizi dan mengatasi masalah gizi ini, Nutrition International akan menjangkau sekitar 2,95 juta siswi remaja putri Indonesia di 45 kabupaten di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. (Efa)

 

You may also like
Latest Posts from

2 Comments

  1. With thanks! Valuable information!

  2. With thanks! Valuable information!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *