Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tak hanya terkenal dengan makam batu dan keindahan alamnya saja lho, Kids. Ada tradisi Mapasilaga Tedong, yakni adu kerbau yang dilakukan sebelum upacara pemakaman salah satu warganya.

Kerbau yang diadu pun bukan sembarangan. Hanya ada 3 jenis kerbau yang bisa diadu, yakni kerbau bule, kerbau lumpur, dan kerbau salepo atau lontong boke (punggung berwarna hitam).

Kerbau yang Kabur, Kalah!

Sebelum acara dimulai, kerbau diarak keliling kampung. Ada musik pengiringnya, yang berasal dari tumbukan lesung padi. Setibanya di lapangan, keluarga penyelenggara memberikan daging babi bakar, rokok, dan tuak kepada pemandu kerbau serta para tamu.

Adu kerbau pun dimulai! Dua kerbau akan saling mengadu tanduknya di tengah lapangan. Bila salah satu kerbau lari ke luar arena, maka ia dinyatakan kalah. Yang seru, saat kerbau itu berlarian ke arah penonton. Terkadang membahayakan juga, sih. Makanya, penonton anak-anak sengaja diberi tempat yang agak jauh dari arena adu kerbau.

Oh iya, bagi orang Tana Toraja, kerbau termasuk hewan suci. Jadi, jangan heran bila harga kerbau peserta Mapasilaga Tedong ini akan melonjak tinggi. Harganya bisa mencapai ratusan juta Rupiah, Kids!

 

Yang Khas dari Kabupaten Tana Toraja

Ibukota                              : Makale

Bahasa Daerah                : Toraja, Kalumpang, Mamasa, Tae, Talondo, Toala, Toraja Sa’dan

Tari Tradisional              : Ma’randing, Ma’akatia Ma’dondan, Manimbong, Ma’bua, Ma’bondensan

Alat Musik Tradisional : Pa’suling, Pa’pelle

Rumah Adat                    : Tongkonan

 

 

Teks : JFK      Foto : Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *