Negeri Nagendra  dikenal orang  sebagai  negeri  tangan kuat, dan sangat ditakuti. Penduduk Negeri Nagendra terampil dalam olahraga melempar lembing dan memanah. Mereka adalah prajurit-prajurit hebat. Di negeri itu banyak keluarga-keluarga bangsawan yang menurunkan prajurit termashyur. Maliha adalah anak perempuan yang lahir di salah satu keluarga bangsawan ini. Tapi sayang sekali, Maliha terlahir cacat. Dia tidak memiliki tangan kanan. Keluarga Maliha yang terhormat sangat malu dan membuang Maliha yang masih bayi ke hutan, sesuai dengan peraturan Negeri Nagendra, bahwa anak yang terlahir cacat harus disingkirkan.

Tapi Maliha yang dibuang ke hutan dilindungi oleh Yang Kuasa. Dia diselamatkan oleh induk serigala baik hati. Waktu berlalu dan Maliha beranjak dewasa. Bakatnya dalam melempar lembing mengalir dalam darahnya. Dan dia membantu Ibu Serigalanya dalam mencari mangsa. Tangan kiri Maliha sangat kuat dan tidak ada mangsa yang luput dari lemparan lembingnya. “Ibu, kenapa wujudku lain dari kalian semua?” suatu hari Maliha bertanya pada Ibu Serigalanya. “Karena kau adalah manusia dari Negeri Nagendra. Kau dibuang karena terlahir cacat,” jelas Ibunya. “Kalau begitu, ada banyak anak-anak sepertiku yang dibuang juga!” seru Maliha marah. Ibu Serigalanya mengangguk. “Ibu, menurutmu apakah anak-anak cacat tidak berhak hidup sama seperti anak-anak yang tidak cacat?” tanya Maliha. “Semua yang benapas di dunia diciptakan sama. Yang Kuasa berkehendak demikian,” jawab Ibu Serigala. “Kalau begitu, aku akan mengubah Negeri Nagendra!” ujar Maliha bertekad.

Dan kesempatan Maliha untuk mengubah Negeri Nagendra datang berkat doa Ibunda Serigala. Suatu hari Ratu Nagendra membuat marah Ratu negeri raksasa dengan menghinanya. Ratu Nagendra mengatakan kalau Ratu Negeri Raksasa buruk rupa.  “Akan kuhancurkan Negeri Nagendra, bersiaplah!” kata Ratu Negeri Raksasa. Penduduk Negeri Nagendra ketakutan. Rasa takut mereka menjadi kemarahan, dan mereka lalu menurunkan Ratu Negeri Nagendra. Kini Negeri Nagendra dalam keadaan kacau karena tidak ada pemimpin.  “Akan datang pemimpin baru Negeri Nagendra, dia adalah orang yang mampu mencabut Lembing Legenda,” kata pertapa bijak yang sangat dipercaya oleh penduduk Negeri Nagendra.

Keluarga-keluarga bangsawan berlomba-lomba mengirim anak-anak mereka untuk mencabut Lembing Legenda, tapi tidak ada satu pun yang berhasil. Lalu Maliha datang bersama Ibu serigalanya. “Aku Maliha si Tangan Kiri. Akan kucoba untuk mencabut Lembing Legenda ini,” kata Maliha. Semua tertawa. “Orang cacat sepertimu tidak mungkin bisa!” seru mereka. “Diam kalian semua. Maliha masih punya tangan kirinya!” seru pertapa bijak. Dia mempersilakan Maliha mencabut Lembing Legenda. Dan Maliha mencabutnya dengan mudah. “Sang pemimpin baru telah tiba!” seru pertapa bijak. Keluarga Maliha yang telah membuangnya, menangis menyesal dan meminta maaf padanya. “Maafkanlah mereka Maliha, ingat kau berjanji akan mengubah Negeri ini. Menerima kembali keluargamu adalah sebuah awal,” kata Ibu Serigala Maliha. Maliha memaafkan keluarganya.

Sebagai Ratu baru Negeri Nagendra, Maliha bersiap menghadapi Ratu Negeri Raksasa untuk membela Negerinya. Ketika Maliha dan Ratu Negeri Raksasa bertemu mereka berdua terkejut. “Kita sama!” seru mereka. Ternyata Ratu Negeri Raksasa hanya punya satu tangan, yaitu tangan kiri, sama seperti Maliha. Maliha dan Ratu Negeri Raksasa menolak untuk bertarung. “Aku yakin Negeri Nagendra akan jadi Negeri yang baik jika diperintah olehmu. Mari kita jalin persahabatan,” kata Ratu Negeri Raksasa. Dengan Maliha sebagai Ratu Negeri Nagendra, Negeri ini tidak lagi ditakuti, tapi dihormati dan dicintai.

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Agung

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *