Johnson & Johnson mengambil pendekatan holistik dalam upaya menuju wilayah Asia Tenggara tanpa Tuberkulosis (disingkat TB atau dikenal juga dengan sebutan TBC) melalui peningkatan deteksi kasus, pelatihan profesional perawatan kesehatan untuk mengelola TBC dan TBC RO (disebut juga sebagai MDR TB / Multi Drug Resistant TB) dengan lebih baik.

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia secara resmi mengumumkan dimulainya gerakan sosialisasi ‘Bersatu Melawan TBC’ (United Against TB) yang memberdayakan kaum muda sebagai generasi untuk turut mendukung upaya penanggulangan TBC di Indonesia.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, membantu meningkatkan deteksi dini, membuka akses perawatan kepada pasien yang tidak terdiagnosis dengan cara meningkatkan pemahaman generasi muda tentang penyakit ini, mendorong mereka untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, program ini juga merupakan bagian dari komitmen PT Johnson & Johnson Indonesia dalam mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menekan angka penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, terlebih pada masa pandemi saat ini.

Inisiatif pertama dari beberapa inisiatif diantaranya adalah dengan meluncurkan program gamifikasi TB Warriors (Pejuang TBC)-berupa empat filter interaktif untuk Facebook dan Instagram – dan situs web edukasi TBC yang menyediakan sumber daya dan informasi bagi kaum muda tentang TBC dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

Dalam beberapa bulan mendatang, kaum muda di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dapat menantikan hadirnya permainan (game) berbasis-web yang diberi nama TB Warriors, serta hackathon untuk solusi inovatif dan kreatif yang dapat menginspirasi perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan anak muda sebagai upaya pencegahan dan promosi kesehatan agar terhindar dari TBC.

Sosialisasi ini menyasar usia produktif, terutama generasi muda atau millennials usia 18-28 tahun yang berperan sebagai target sekaligus katalisator untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan seputar TBC. Jejaring sosial yang dimiliki dapat memberikan pengaruh yang luar biasa, sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengaktifkan partisipasi mereka sebagai agen perubahan dalam memerangi TBC.

Meskipun dapat disembuhkan dan dapat dicegah, TBC masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia, karena banyak yang tidak memahami pentingnya deteksi dini. Asia Tenggara sebenarnya membawa beban tertinggi untuk TBC secara global; sebanyak 4 dari 10 orang dengan TBC di wilayah tersebut tidak terdiagnosis dan tidak diobati.

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 824.000 (Sumber: WHO Global TB Report 2021). Fakta tersebut tidak serta merta menutup mata kita terhadap permasalahan penyakit ini.

PT Johnson & Johnson Indonesia menyadari bahwa langkah awal yang penting dilakukan adalah mendorong partisipasi publik yang bermakna dalam upaya penanggulangan TBC nasional dan mengeksplorasi inisiatif yang ditujukan pada mengaktifkan pemuda sebagai agen perubahan.

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi TBC di Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia sejak tahun 2015, telah terlibat dan turut berperan aktif dalam program pemberantasan TBC yang berfokus pada tiga hal, yaitu; (1) edukasi dan peningkatan kesadaran publik; (2) peningkatan kapasitas; dan terkait dengan (3) akses terhadap diagnosis dan perawatan. Dukungan yang diberikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, merupakan upaya dalam meningkatkan kesadaran dan mengajak peran serta masyarakat untuk mencegah penyakit TBC, sehingga dapat mewujudkan Eliminasi TBC 2030 di Indonesia.

“Dengan meluncurkan gerakan sosialisasi yang memberdayakan generasi muda untuk mengakhiri TBC, kami mengakui potensi generasi muda sebagai agen perubahan, dimana secara kolektif mereka adalah generasi yang mampu mengatasi masalah yang terkait dalam penanganan TBC, seperti kesenjangan, stigma dan diskriminasi. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah agar kaum muda benar-benar memahami penyakit TBC, dan dapat mengelola kesehatan mereka secara aktif, serta mengadvokasi orang-orang di sekitar mereka,” ujar Ibu Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.

Pada momentum Hari TBC Sedunia 2022, PT Johnson & Johnson Indonesia akan meluncurkan berbagai inisiatif yang melibatkan kaum muda untuk berperan sebagai katalis dalam program penanggulangan TBC di Indonesia, dengan fase pertama yang menampilkan filter gamifikasi media sosial TB Warriors sebagai berikut:

  • Tilt to Defeat TB: Dengan menggunakan deteksi gerak sebagai interaksi antar-muka pengguna (interface user interaction), pemain memiringkan kepala mereka ke kiri atau kanan untuk memindahkan karakter pahlawan di bagian bawah untuk menangkap dan mengusir virus yang muncul di layar. Ketika permainan berlangsung, semakin banyak dan semakin cepat virus yang akan muncul membuat permainan lebih menantang.
  • TB Trivia: Menampilkan perpaduan pertanyaan benar-salah dan pilihan ganda, yang mana pemain harus menjawab pertanyaan dengan tepat. Permainan ini menguji pengetahuan pemain tentang TBC untuk mendapatkan poin. Dengan menggunakan deteksi gerak sebagai interaksi antar-muka pengguna, pemain memilih jawaban yang tepat dengan cara memiringkan kepala mereka ke kiri atau kanan.
  • Odd-one-out!: Ketuk pada karakter wajah yang tampil di layar secepat mungkin sebelum waktu habis untuk pindah ke kumpulan wajah berikutnya. Semakin cepat pemain mengetuk karakter wajah yang tepat, semakin banyak poin yang didapat.
  • Filter Wajah 4-in-1: Pemain dapat memilih empat pilihan filter yang diinginkan sebelum melakukan swafoto.

Augmented Reality (AR) Filter Instagram untuk program gamifikasi TB Warriors sebagaimana tersebut di atas dapat dilihat melalui link berikut ini: https://linktr.ee/tuberculosiswarriors. Adapun berbagai informasi tentang gerakan sosialisasi ini dapat diakses dalam microsite www.tbwarriors.com yang menampilkan sejumlah informasi terkait penyakit TBC dan rangkaian kegiatan dalam gerakan ini, seperti video edukasi dengan topik-topik utama seperti ‘Apa itu TBC?’, ‘Gejala TBC’; kemudian kisah kehidupan seseorang yang telah sembuh dari TBC; serta informasi lain yang dapat diunduh.

Di Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia juga melibatkan influencer dan public figure seperti Dhila Bekti dan Bintang Emon sebagai duta generasi muda untuk memulai keterlibatan dan minat terhadap gerakan sosialisasi ini.

Ibu Devy Yheanne menambahkan, “Gamifikasi memainkan peran besar sebagai bentuk pelibatan generasi muda dalam gerakan ini. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan efektivitasnya dalam mempengaruhi perilaku mencari kesehatan dan intervensi terkait kesejahteraan. Terlebih lagi, sebagian besar populasi online perkotaan di Asia Tenggara yang adalah gamer, sehingga gamifikasi menjadi pilihan yang tepat untuk mendorong kesadaran dan partisipasi aktif generasi ini.”

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *