“Sayang sayang… Sayangi alam.. Jangan jangan.. Kau sia-siakan. Sayang sayang… Sayangi bumi.. Jangan lupa… Bersyukurlah kita..”  Lirik lagu “Sayang Sayang” yang dinyanyikan secara kompak dan apik oleh keluarga The Baldys yang terdiri dari Mama Nola, Neona, Naura, Bevan, dan Papa Baldy ini begitu mudah diingat dan enak didengar.

Mama Nola, Neona, Naura, Bevan, dan Papa Baldy

Tak hanya mudah diingat dan enak didengar, lagu “Sayang Sayang” ini juga mengajak kita semua untuk mencintai dan melestarikan Bumi beserta isinya, termasuk hewan dan tumbuhan. Saat ini momen yang tepat karena seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk berkegiatan di rumah saja. Banyak orang yang kemudian memanfaatkan waktu di rumah dengan beragam kegiatan dimana salah satunya adalah bercocok tanam. Cara yang tepat karena dengan demikian kita sudah ikut melestarikan Bumi dengan menyumbang oksigen untuk alam, lewat tanaman-tanaman yang kita rawat.

Untuk lebih menggerakkan lagi seluruh masyarakat agar ikut melestarikan Bumi beserta isinya, maka Yayasan WWF Indonesia dan The Baldys berkolaborasi dengan Kampanye Nature x Youth (dibaca Nature and Youth Collaboration) mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda untuk turut menyayangi alam.  WWF (World Wildlife Fund) sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam pelestarian dan perlindungan alam di dunia.

Lewat kolaborasi tersebut, WWF Indonesia dan The Baldys mengajak anak muda untuk mulai peduli pada keanekaragaman hayati Indonesia. Kampanye Nature x Youth juga melibatkan ratusan relawan milenial micro influencer dengan beragam konten kreatif menggunakan hashtag #UnityinBiodiversity #NatureMatters #Connect2Earth di media sosial (instagram, facebook, twitter, dan tiktok). Generasi muda diharapkan mampu melestarikan sekaligus memanfaatkan keanekaragaman hayati secara bertanggung jawab, demi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya di masa depan.

“Lagu ‘Sayang Sayang’ itu tentang menghargai segala sesuatu yang Tuhan berikan gratis ke kita, seperti alam, udara, orang tua, anak-anak, teman, Bumi, dan seisinya. Tugas kita adalah menjaganya dengan baik dan menikmatinya. Kami ingin lagu ini diterima dengan baik dan bisa dipahami isinya karena aku punya anak dan aku ingin anak-anakku hidup di masa Bumi ini tetap sehat. Anak-anak ini adalah generasi muda yang nantinya akan menjaga semuanya,” terang Mama Nola.

“Tidak hanya keluarga, lingkungan juga harus disayang seperti tumbuhan, hewan, dan lain-lain, semua saling terkait. Kita sekarang rajin nanam, dan itu jadi hobi baru. Dengan hal kecil seperti menanam, selain bisa menyenangkan hati juga membuat kita makin sadar bahwa hal ini memang perlu kita jaga banget dan ini kita sampaikan juga pada anak-anak,” jelas Papa Baldy. “Hal-hal simpel yang sudah dilakukan The Baldys, sebisa mungkin kurangi penggunaan plastik. Sekarang kemana-mana kita bawa tempat minum sendiri, kalau belanja bawa tas belanja sendiri. Kita juga mengampanyekan hal ini kepada teman-teman lain di seluruh Indonesia,” ujar Papa Baldy.  “Awal-awal pandemi kita antara senang dan khawatir, tapi dari sisi positifnya itu mengubah semua. Dunia jadi seperti restart. Mobil-mobil tidak keluar dari rumah, bulan Maret-April di Jakarta langitnya bersih, kupu-kupu ada lagi di rumah, suara burung mulai kedengaran lagi, polusi turun jauh, oksigen lebih bagus,” ujarnya lagi.

“Aku di sekolah ada project sains tentang sampah. Tahu nggak sih kalau sampah-sampah di Indonesia itu sudah sampai di laut Meksiko. Di laut Meksiko tiba-tiba ada bungkus-bungkus snack brand-brand dari Indonesia gitu,” timpal Naura.

Margareth Meutia, Communication, Campaign & PR Team Yayasan WWF Indonesia

Kak Margareth Meutia, Communication, Campaign & PR Team Yayasan WWF Indonesia menjelaskan di tahun 2018 WWF mengadakan survey di 10 negara, salah satunya Indonesia. “Ternyata hasilnya di Indonesia hanya sekitar 60% yang familiar dengan keanekaragaman hayati, masih jauh di bawah Amerika latin, padahal Indonesia keanekaragaman hayatinya jauh lebih tinggi, lho,” ungkap Kak Margareth yang akrab disapa Maggy.

“Oleh karena itu, Yayasan WWF Indonesia mengapresiasi dan menyambut baik dukungan The Baldys dan Trinity Optima Production. Lagu ‘Sayang Sayang’ yang bercerita tentang betapa alam memberikan segala hal baik kepada manusia, sangat pas untuk memaknai pandemi yang sedang terjadi saat ini,” tandas Kak Maggy.

“Kampanye Nature x Youth berupaya menyadarkan bahwa keanekaragaman hayati sangat lekat dengan keseharian manusia. Contohnya pangan, semua kuliner favorit adalah bagian dari keanekaragaman hayati. Bayangkan jika kluwek punah, rawon tak bisa lagi kita nikmati. Selain itu, identitas dan budaya juga erat kaitannya dengan keanekaragaman hayati seperti ikon kota Surabaya dengan patung hiu dan buaya-nya serta tarian burung Enggang suku Dayak Kalimantan Timur, dan masih banyak lagi,” sambungnya.

Bella Putri M, perwakilan relawan digital Nature x Youth

Dalam menyebarluaskan pesan ini, masyarakat juga dapat berpartisipasi di kampanye Nature x Youth melalui hashtag #UnityinBiodiversity #NatureMatters #Connect2Earth untuk mendapatkan materi edukasi tentang keanekaragaman hayati. “Harapannya, seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang keanekaragaman hayati maka meningkat pula kesadaran masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan alam Indonesia,” tutur Kak Bella Putri M, perwakilan relawan digital Nature x Youth.

“Kita punya challenge untuk 5 orang dengan foto dan caption terseru tentang peduli lingkungan. Caranya, buka video klip lagu “Sayang Sayang” di kolom komentar ada challenge yang sedang berlangsung, bisa juga cek akunnya The Baldys. Batas waktu 7-18 Desember 2020,” tutup Neona dan Bevan.

Foto: Ist, Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *